Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Pohon Sakura Menua di Tokyo, Bertumbangan kala Musim Berbunga

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 08 April 2026
Pohon Sakura Menua di Tokyo, Bertumbangan kala Musim Berbunga

Pohon sakura di Tokyo mulai menua.(Foto: pexels-iban-lopez-luna)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — DUA pohon sakura tumbang di Tokyo, Jepang, pada pekan lalu. Satu pohon tumbang di Taman Kinuta di pusat Tokyo dan satu lagi di jalur hijau Chidorigafuchi. Pohon di Taman Kinuta merusak pagar, sementara pohon di Chidorigafuchi hampir jatuh ke parit Istana Kekaisaran, meskipun tidak ada korban luka. Peristiwa ini menimbulkan kekhawtiran baru di ‘Negeri Sakura’. Tak hanya warganya yang menua, pohon sakura mereka pun melapuk.

Banyak pohon sakura Somei Yoshino yang populer dan ikonis di Tokyo ditanam pada masa kemajuan Jepang pascaperang pada 1960-an. Pohon-pohon itu kini sudah menjadi tua serta rapuh. Beberapa pohon telah tumbang dan banyak lainnya memerlukan penopang. Hal itu memicu kekhawatiran keselamatan ketika masyarakat Jepang merayakan musim bunga favorit mereka.

Pohon di Taman Kinuta, yang rubuh tersebut, memiliki tinggi 18 meter dan diameter 2,5 meter. Pohon tersebut termasuk yang paling tua dan diyakini berusia lebih dari 60 tahun. Pada Maret lalu, pohon sakura tua lainnya juga tumbang di taman yang sama dan melukai seorang pejalan kaki.

Masakazu Noguchi, pejabat pemerintah metropolitan Tokyo yang menangani taman publik, dikutip The Korea Times, mengatakan, tahun lalu, 85 pohon tumbang di taman-taman Tokyo, melukai tiga orang, dan banyak di antaranya merupakan pohon sakura. Orang-orang biasanya berkumpul di bawah pohon selama musim hanami, atau tradisi menikmati bunga sakura. Namun, runtuhnya pohon-pohon tersebut membuat para pejabat di Tokyo, tempat asal varietas sakura ini, menjadi khawatir.

Anggota majelis Tokyo Yutaka Kazama bulan lalu menyampaikan kekhawatiran di media sosial bahwa pohon sakura dengan akar yang sebagian terlihat atau jelas membusuk (di Taman Kinuta) tampak berbahaya. Ia menyerukan langkah keselamatan yang tegas tanpa harus segera menebang pohon.

Baca juga:

Catatan Petualangan Orang-Orang Indonesia ke Jepang pada 1930-an, Ada yang Kritis sampai Kagum Berat pada 'Negeri Sakura'



Penuaan dan erosi akibat pertumbuhan jamur di dalam batang menjadi salah satu penyebab utama kerusakan pohon sakura. Seorang dokter pohon, Hiroyuki Wada, mengatakan kemiringan yang berat, lubang pada batang, atau jamur yang tumbuh di bagian bawah merupakan tanda-tanda yang perlu diperhatikan untuk menghindari pohon berisiko. “Risiko juga meningkat ketika batang pohon menyimpan air setelah hujan,” kata Wada.

“Banyak pohon di sekitar kita ditanam tak lama setelah perang dan kini berusia 70–80 tahun serta semakin lemah,” katanya, seraya menambahkan bahwa pohon-pohon tersebut juga terdampak panas ekstrem di musim panas dan musim kering yang panjang.

“Saya berharap orang-orang memikirkan perubahan iklim melalui apa yang terjadi pada pohon sakura, yang sangat simbolis,” ujarnya.

Setelah insiden pada Maret, para pejabat memeriksa kesehatan pohon di taman-taman utama Tokyo menjelang musim melihat bunga sakura. Di Taman Kinuta, pejabat telah melakukan inspeksi awal terhadap lebih dari 800 pohon sakura. Mereka menebang sejumlah pohon dan memasang tanda peringatan di dekat beberapa pohon, namun pohon yang tumbang pada Kamis tidak memiliki tanda peringatan.

Di Taman Inokashira, salah satu lokasi paling populer untuk melihat sakura di Tokyo, puluhan pohon sakura tua atau cabangnya telah ditebang dalam beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari rencana regenerasi pohon yang aman. Beberapa orang di media sosial menyayangkan ruang kosong di sekitar kolam yang dulu dikelilingi deretan bunga sakura merah muda yang bermekaran.

Wada mengatakan rencana regenerasi yang efektif sangat penting untuk menjaga kelestarian pohon sakura dan pemandangannya.

Para penikmat bunga sakura mengatakan kabar tentang pohon yang tumbang memang mengkhawatirkan, tapi mereka tetap tidak ingin melewatkan mekarnya bunga merah muda yang hanya berlangsung singkat.

“Saya agak khawatir, tapi saya rasa tidak apa-apa jika kita menjauh dari batang pohon,” kata Lisa Suzuki.

Pengunjung lain, Akira Kamiyashiki, mengatakan ia datang bersama putrinya meskipun ada kekhawatiran keamanan karena diperkirakan akan turun hujan pada akhir pekan. “Saat melihat tanda larangan mendekat, sekarang saya merasa aman,” katanya.

Sakura merupakan bunga favorit di Jepang dan biasanya mencapai puncak mekarnya pada akhir Maret hingga awal April, bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru dan tahun bisnis di negara itu. Banyak orang Jepang menikmati berjalan-jalan atau piknik di bawah pohon sakura.(dwi)

Baca juga:

Jepang Negara Teraman di Asia untuk Dikunjungi, Pelancong Merasa Nyaman karena Warga Negeri Sakura Paham Bahasa Inggris

#Jepang #Tokyo #Bunga Sakura
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Drama Medis Jepang 'Plastic Beauty' Angkat Sisi Lain Industri Kecantikan, Tayang di Netflix September 2026
Konflik dua dokter dengan pandangan berbeda tentang kecantikan menjadi inti cerita 'Plastic Beauty'. Tayang di Netflix 17 September 2026
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Drama Medis Jepang 'Plastic Beauty' Angkat Sisi Lain Industri Kecantikan, Tayang di Netflix September 2026
ShowBiz
Rayakan Ulang Tahun ke-79, Haruomi Hosono Luncurkan Single 'Note of Mothership'
Legenda musik Jepang Haruomi Hosono merilis single terbaru "Note of Mothership" di hari ulang tahunnya yang ke-79.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 14 Juli 2026
Rayakan Ulang Tahun ke-79, Haruomi Hosono Luncurkan Single 'Note of Mothership'
Olahraga
Jepang Terhenti di 32 Besar, Dikalahkan Brasil Dengan Skor 2-1 di Menit Akhir
Gol kemenangan yang ditunggu akhirnya lahir pada masa injury time, atau menit ke-95. Gabriel Martinelli, yang masuk sebagai pemain pengganti, berdiri bebas menerima umpan Bruno Guimaraes di dalam kotak penalti.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Juni 2026
Jepang Terhenti di 32 Besar, Dikalahkan Brasil Dengan Skor 2-1 di Menit Akhir
Dunia
Teknologi AI Jadi Solusi Deteksi Risiko Tumbang Pohon Sakura Tua di Jepang
Sistem AI saat ini fokus mengevaluasi resiko tumbang pohon zelkova dan sakura
Wisnu Cipto - Selasa, 30 Juni 2026
Teknologi AI Jadi Solusi Deteksi Risiko Tumbang Pohon Sakura Tua di Jepang
Olahraga
Prediksi Brasil vs Jepang: Selecao Waspadai Samurai Biru di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Brasil vs Jepang akan berlangsung sengit hingga akhir. Keduanya sama-sama memiliki taktik dan permainan yang baik.
Soffi Amira - Senin, 29 Juni 2026
Prediksi Brasil vs Jepang: Selecao Waspadai Samurai Biru di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Olahraga
Brasil vs Jepang: Samurai Biru Butuh Keajaiban, Juru Selamat Lini Serang Samba Datang
Pengalaman bek gaek berusia 39 tahun, Yuto Nagatomo, menjadi mentor krusial meredam agresivitas penyerang sayap Brasil
Angga Yudha Pratama - Senin, 29 Juni 2026
Brasil vs Jepang: Samurai Biru Butuh Keajaiban, Juru Selamat Lini Serang Samba Datang
Olahraga
Jepang Pede Lawan Brasil di Babak 32, Tidak Terkalahkan di Fase Group Jadi Modal
Jepang menyelesaikan fase grup dengan lima poin hasil satu kemenangan dan dua hasil imbang
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 26 Juni 2026
Jepang Pede Lawan Brasil di Babak 32, Tidak Terkalahkan di Fase Group Jadi Modal
Olahraga
Laga Terakhir Grup Jepang Vs Swedia: Reka Ulang Romantisme Mukjizat Berlin 1939
Jepang menghadapi Swedia di laga terakhir Grup F Piala Dunia 2026. Duel ini mengingatkan pada “Mukjizat Berlin” 90 tahun silam.
Wisnu Cipto - Kamis, 25 Juni 2026
Laga Terakhir Grup Jepang Vs Swedia: Reka Ulang Romantisme Mukjizat Berlin 1939
Olahraga
Tunisia vs Jepang: Samurai Biru Diprediksi Gulung Elang Kartago, Laga ke-1000 Piala Dunia Bakal Jadi Saksi Pembantaian?
Jepang menatap laga penuh percaya diri setelah berhasil menahan imbang raksasa Eropa, Belanda, lewat skor 2-2
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 20 Juni 2026
Tunisia vs Jepang: Samurai Biru Diprediksi Gulung Elang Kartago, Laga ke-1000 Piala Dunia Bakal Jadi Saksi Pembantaian?
Olahraga
Jepang-Belanda 2-2: De Oranje Kehilangan Poin Penuh di Depan Mata
Hasil seri ini membuat konstelasi persaingan lolos fase gugur menjadi sangat ketat bagi seluruh penghuni Grup F
Angga Yudha Pratama - Senin, 15 Juni 2026
Jepang-Belanda 2-2: De Oranje Kehilangan Poin Penuh di Depan Mata
Bagikan