Naik Level

Plus-Minus Jualan Pakai Cara Pre-Order

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 19 Agustus 2020
Plus-Minus Jualan Pakai Cara Pre-Order

Penjualan dengan menggunakan metode pre order banyak plus dan minusnya. (Foto: pexels.com/Andrea Piacquadio)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DALAM berjualan, suka-duka, plus-minus pasti ada. Terkadang jualan laris terjual, ada waktu lain malah tersisa. Sebagai solusi, tak sedikit penjual yang menyiasati hal ini dengan metode penjualan pesan dulu (pre-order).

Saat banyak orang memulai bisnis baru di masa pandemu, memilih metode penjualan tepat perlu banget agar tidak merugi. Salah satunya siasatbya ialah metode pre-order. Metode itu adalah metode penjualan dengan memesan terlebih dahulu sebelum barang dibuat. Barang-barang tersebut kemudian akan dikirimkan kepada pembeli ketika sudah siap.

Meski memberi kepastian jumlah order, metode pre-order ini tetap punya plus dan minusnya tersendiri.

BACA JUGA:

Gupta: Meskipun Berubah Haluan, Core Competencynya Harus Tetap


1. Menjamin jumlah penjualan

pre-order
Penjual dapat menjamin jumlah stok agar tidak kelebihan saat dijual. (Foto:pexels.com_Karolina Grabowska)

Dilansir dari Spur-i-t, sistem pre-order menjamin jumlah penjualanmu sehingga tidak ada barang yang tersisa. Biasanya bisnis makanan dan minuman yang akan kesulitan jika memiliki banyak stok makanan tersisa. Oleh karena itu, metode pre-order diterapkan agar makanan tidak terbuang sia-sia.

Salah satu penjual makanan kimchi yang menggunakan metode pre-order, Tifani Kwa, mengatakan, "Jadi enggak ada barang yang kebuang. Enggak perlu stok barang, dan tak takut barangnya rusak."


2. Barang pasti terjual

pre-order
Jumlah penjualan yang sesuai dengan apa yang dipesan. (Foto:pexels.com_startup stock)


Pemesanan di awal menjamin jumlah yang dipesan. Hal itu menjadikan barang yang dijual pasti habis. Misalnya, ada yang memesan 10 keripik kentang secara pre-order, sudah pasti jumlah itu akan habis terjual. Berapa yang dipesan itulah yang dijual.


3. Potensi Kehilangan Pelanggan

pre-order
Pelanggan dapat saja tidak menjadi pelanggan tetap karena sistem pre-order ini. (Foto: unspalsh.com_clay banks)


Dilansir Stitchlabs, pre-order membutuhkan waktu untuk produk tersebut siap untuk dikirim atau dijual. Karena itu, bisa saja pelangganmu lari atau kamu jadi tidak memiliki pelanggan tetap. Terkadang orang ingin produk yang sudah siap untuk dibeli. Belum lagi, jika pelangganmu takut produk tersebut tidak akan benar-benar datang.

"Kalau ada yang mau ready, aku enggak bisa jual. Jadi, customernya bisa hilang," kata Tifani.


4. Dapat Terjadi 'Hit and Run'

pre-order
Penjual juga dapat terkena 'hit and run' dari pembelinya. (Foto: unspalsh.com_christian erfurt)

'Hit and run' dalam dunia bisnis daring sudah sering terjadi. Hal itu terjadi saat pelanggan telah memesan barang dan mengonfirmasinya, tetapi ternyata tidak membayar sampai barang tersebut dikirim. Penjual produk secara pre-order juga sering terkena 'hit and run' ini.

Oleh karena itu, penjual harus memastikan bahwa pelanggan mereka membayar dengan cara mengingatkan mereka ketika produkmu kira-kira akan siap untuk dijual.

Meode pre-order, menurut Spur-i-t, juga dapat menjadi salah satu cara marketing dalam berjualan. Kamu yang berjualan dapat menggunakan pre-order sebagai 'tes ombak' untuk melihat apakah banyak orang yang tertarik dengan produkmu. Selain itu, cara ini juga dapat melihat berapa orang yang ingin membeli produk yang kamu jual.(may)

BACA JUGA:

Siap Jadi Wirausaha? Ini 6 Strategi untuk Sukses

#Agustus New Order #Bisnis
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.

Berita Terkait

Fun
Brosur hingga Billboard: Alasan Promosi Offline Masih Efektif Menjangkau Konsumen
Promosi offline tetap relevan di era digital. Kenali jenis media promosi offline, manfaat, dan strategi efektif untuk bisnis dan event.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Januari 2026
Brosur hingga Billboard: Alasan Promosi Offline Masih Efektif Menjangkau Konsumen
Lifestyle
'Summarecon Discovery', Pengalaman Visual Perjalanan 50 Tahun Bisnis Properti
Summarecon Discovery menampilkan perjalanan lima dekade perusahaan properti Indonesia ini.
Dwi Astarini - Jumat, 28 November 2025
'Summarecon Discovery', Pengalaman Visual Perjalanan 50 Tahun Bisnis Properti
Indonesia
Sosok Hans Patuwo yang Jebolan Universitas dan Perusahaan Ternama di AS, Calon ‘Orang Nomor Satu’ di GoTo
Pengangkatan akan diajukan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 17 Desember 2025.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
Sosok Hans Patuwo yang Jebolan Universitas dan Perusahaan Ternama di AS, Calon ‘Orang Nomor Satu’ di GoTo
Indonesia
Alasan Prahara Banyak Startup Bangkrut & Gagal Versi BRIN
BRIN menyoroti ketidaksesuaian antara produk yang dikembangkan startup dengan kebutuhan masyarakat sebagai faktor utama.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Oktober 2025
Alasan Prahara Banyak Startup Bangkrut & Gagal Versi BRIN
Indonesia
FLEI 2025 Dorong Jenama Lokal Tembus Pasar Global, Kadin Sebut Potensi Ekspor maki Terbuka
Dengan peluang yang sangat potensial, ajang tahunan ini menjadi magnet bagi pelaku usaha waralaba dan kemitraan.
Dwi Astarini - Sabtu, 11 Oktober 2025
FLEI 2025 Dorong Jenama Lokal Tembus Pasar Global, Kadin Sebut Potensi Ekspor maki Terbuka
Indonesia
Dharma Jaya Catat Lonjakan Bisnis 190 Persen Sambil Jaga Ketahanan Pangan
Dharma Jaya mencatat lonjakan bisnis 190 persen sambil menjaga ketahanan pangan.
Soffi Amira - Jumat, 03 Oktober 2025
Dharma Jaya Catat Lonjakan Bisnis 190 Persen Sambil Jaga Ketahanan Pangan
ShowBiz
‘KPop Demon Hunters’ Mewarnai Lorong Camilan di Korea Selatan, dari Mi Instan hingga Cake Bikin Perusahaan Cuan Besar
Perusahaan makanan berebut menggandeng megahit Netflix tersebut.
Dwi Astarini - Rabu, 01 Oktober 2025
 ‘KPop Demon Hunters’ Mewarnai Lorong Camilan di Korea Selatan, dari Mi Instan hingga Cake Bikin Perusahaan Cuan Besar
Lifestyle
Tersangkut Kasus Pajak, Ketua Ferrari Jalani Hukuman Kerja Sosial
John Elkann dan saudara-saudaranya, Lapo dan Ginerva, akan membayar 183 juta euro atau sekira Rp 3,53 triliun kepada otoritas pajak Italia.
Dwi Astarini - Rabu, 10 September 2025
 Tersangkut Kasus Pajak, Ketua Ferrari Jalani Hukuman Kerja Sosial
Indonesia
Unsur Politis Harus Dihindari Dalam Rencana Bisnis Kopdes, Bisa Gagal Jika Ambil Alih Bisnis Eksisting
Kopdes adalah program besar yang mahal dan berisiko, sehingga pemerintah perlu test the water dengan melakukan piloting
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 Juli 2025
Unsur Politis Harus Dihindari Dalam Rencana Bisnis Kopdes, Bisa Gagal Jika Ambil Alih Bisnis Eksisting
Indonesia
Pendapatan KAI Melonjak 29 Persen, Catatkan Laba Bersih Rp 2,21 T di 2024
Sejalan dengan itu, kinerja operasional KAI terus menunjukkan tren perbaikan yang konsisten dan berkelanjutan.
Dwi Astarini - Selasa, 01 Juli 2025
Pendapatan KAI Melonjak 29 Persen, Catatkan Laba Bersih Rp 2,21 T di 2024
Bagikan