MerahPutih.com - Plafon salah satu ruangan SD Joyotakan, Kota Solo ambrol karena bocor air hujan. Kali terakhir sekolah diperbaiki pada 2005.
Akibat kejadian itu, aktivitas pembelajaran tatap muka (PTM) menjadi terganggu.
"Ambruknya plafon telah terjadi sejak Oktober dengan kerusakan ringan pada awalnya," kata Kepala SD Negeri Joyotakan Supatmi, Selasa (14/12).
Baca Juga:
Gibran Murka, Tenaga Kontrak Pergi ke Papua 7 Hari Tapi Absen Penuh
Kerusakan tersebut, kata dia, bertambah parah pada musim hujan karena bocor dan air hujan mengenai kayu yang telah rapuh dimakan rayap. Sampai akhirnya plafon di salah satu ruang sekolah ambrol.
"Saat plafon ambrol sekolah dalam kondisi kosong sehingga tidak sampai ada korban. Tidak ada korban," ucap dia
Ia mengatakan perbaikan sekolah akan dilakukan pada Januari 2022. Kepastian perbaikan total dengan membangun awal sekolah didapat setelah Wali Kota Solo meninjau kerusakan ke sekolah.
"Jadi kita siap-siap cari lokasi pindah dulu karena pembangunan sekolah baru dimulai tahun depan," katanya.
Ia mengatakan, total ada dua ruang kelas yang rusak. Dampak kerusakan itu pembelajaran tatap muka (PTM) harus bergantian karena keterbatasan lokasi.
"PTM kelas I sampai VI kita bagi sepekan sekali dengan sistem setiap kelas sekolahnya pagi dan siang," kata dia.
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka memastikan perbaikan sekolah itu akan menjadi prioritas pada Januari 2022. Hal itu dilakukan supaya PTM tidak terganggu lagi.
"DED (detail engineering design) sudah jadi, anggarannya sudah disetujui DPRD Solo," ujar Gibran usai meninjau kerusakan sekolah di SDN Joyotakan.
Baca Juga:
Gibran Berambisi Jadikan Kawasan Gatsu-Ngarsopuro Jadi Malioboronya Solo
Ia mengaku sudah memasukkan anggaran perbaikan sekolah itu ke APBD 2022. Namun, sekolah itu sudah keburu rusak bagian atapnya.
"Kita intervensi anggaran mendahului supaya perbaikan segera dilakukan," katanya.
Ia mengaku ada tiga atau lima sekolah di Solo yang kondisinya serupa dan mendapatkan skala prioritas untuk diperbaiki segera. Teknis perbaikan dibangun ulang dari awal.
"Pada 2022 kita garap sampai selesai, bangun ulang dari awal Lahannya kecil, kita bangun dua lantai," kata tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah)
Baca Juga:
Pemerintah Batalkan PPKM Level 3 Nataru, Gibran: Saya Tidak Mau Menyulitkan Warga