PKS: Jangan Sampai Setelah Bersalaman Megawati-SBY Berantem Lagi
Megawati saat bertemu dengan Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Merdeka di HUT RI ke-72. (ANTARA FOTO)
MerahPutih.com - Momen bersejarah tercipta pada peringatan HUT RI ke-72 di Istana Negara Jakarta pada Kamis (17/8) lalu. Saat itu, Presiden kelima Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri bertemu dan bersalaman dengan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Banyak yang menyambut positif bertemunya dua mantan kepala negara yang bertahun-tahun perang dingin. Wasekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera mengaku gembira melihat keharmonisan dua tokoh bangsa itu. Dia pun mengharapkan, kerukunan keduanya dapat terus terjalin.
"Kita tentu gembira ya ketika pemimpin rukun dan guyub. Tetapi jangan pernah abis salaman berantem lagi. Pastikan salamannya itu momen awal untuk rekonsiliasi atau mau koalisi juga boleh," ujar Mardani di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (19/8).
Menurut dia, jabatan tangan antara keduanya mencerminkan adanya kedewasaan mereka dalam berdemokrasi. Perbedaan pendapat dan tetap menghargai secara personal merupakan salah satu cerminan dari budaya bangsa ini.
"Intinya salaman itu mencerminkan pimpinan sudah sangat dewasa dalam berdemokrasi," Imbuh anggota Komisi II DPR RI ini.
Meski demikian, Mardani mengharapkan, pertemuan tersebut mempunyai suatu tujuan bersama untuk kepentingan bangsa. Menurutnya, sudah sepatutnya para pemimpin bangsa bersatu membangun negeri.
"Tapi kita memang ingin sama-sama menjaga republik yang diisi Bu Mega, Pak Jokowi, Pak SBY, Pak Habibie yang orang besar bisa memberikan inspirasi. Jangan main low politic lagi tapi high level, enggak usah ada yang tersembunyi," tutup Mardani.
SBY dan Megawati diketahui terlibat 'perang dingin' sejak Pemilihan Presiden (Pilpres) 2004 silam. Disinyalir, hubungan yang tak harmonis tersebut dipicu ketidakjujuran eks Menko Polkam itu untuk maju pada 'pesta demokrasi' 2004.
Menyusul terpilihnya SBY sebagai Presiden periode 2004-2009 dan 2009-2014, Megawati jarang menghadiri acara kenegaraan yang diadakan Istana. Padahal, sebagai mantan RI-1, kerap diundang untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Perseteruan dua tokoh nasional ini pun tercermin dari peta politik sejak 2004 sampai sekarang, di mana Demokrat tidak pernah berkoalisi dengan PDIP. Bahkan, saling mengkritik.
Akhirnya, mereka berdua bertemu kembali pada Upacara HUT ke-72 Kemerdekaan RI di Istana, 17 Agustus 2017. Malah, SBY menyempatkan diri untuk bersalaman dengan Megawati dan direspons positif. (Pon)
Bagikan
Thomas Kukuh
Berita Terkait
Minta Pemimpin Dunia Hentikan Perang, Megawati: Kita Itu Satu Bumi
Hadiri Zayed Award 2026, Megawati Peringatkan Bahaya AI Tanpa Regulasi
Megawati Paparkan Sikap Politik ke Prabowo Pada Putra Mahkota Abu Dhabi
Megawati Ingatkan Perempuan Jangan Terjebak Dilema Palsu Cita-Cita Vs Rumah
Di Forum Zayed Award, Megawati Buka Rahasia Redam Konflik Ambon-Poso Lewat Empati Perempuan
Kenangan Megawati Pada Istri Mantan Kapolri Hoegeng, Selamat Jalan Tante Meri
Komisi I DPR Minta Pemerintah Mainkan Peran Diplomasi Internasional, Cegah Perang Dunia III
SBY Singgung Potensi Perang Dunia III, Komisi I DPR: ini Bentuk Peringatan
SBY Menyeru ke PBB, Ambil Tindakan Nyata Hindari Perang Dunia III
SBY Cemas dan Khawatir Kondisi Geopolitik Picu Perang Dunia III