Pintu Hadirkan Crypto Museum di Festival Crypto Terbesar di Asia
Nathanael Christian, Co-Founder & CEO IDRX, Febi Mettasari, Female Web3 Developer, dan ?Timothius Martin, Chief Marketing Officer PINTU (Dok: PINTU)
Merahputih.com - PT Pintu Kemana Saja (Pintu) kembali berpartisipasi dalam ajang tahunan komunitas kripto terbesar di Asia, Coinfest Asia 2025. Dalam acara ini, Pintu menghadirkan serangkaian kegiatan menarik seperti Crypto Museum, Pintu Futures Live Trading Competition, Media gathering hingga Satoshi Sunset Party.
Menurut CMO PINTU Timothius Martin menyebut Posisi Indonesia di peta crypto global dari sisi regulasi sangat maju dan bahkan bisa menjadi yang terbaik di Asia dan berpotensi jadi role model di global.
"Adanya bursa kripto CFX, lembaga kustodian dan kliring meningkatkan keamanan bagi user crypto Indonesia," ujar Timothius, Jumat (22/8).
Baca juga:
Di tengah peta adopsi crypto global dan kondisi pasar crypto Indonesia yang kondusif, Pintu juga mencatat performa positif dengan telah diunduh lebih dari 10 juta kali pada Juli 2025, dengan Monthly Trade User (MTU) yang mencapai angka tertinggi sejak 2021 di bulan yang sama.
"Produk Pintu Futures mencatatkan peningkatan bulanan lebih dari 170% untuk perdagangan derivatif kripto, membuktikan posisinya sebagai aplikasi utama bagi masyarakat Indonesia untuk berinvestasi dan melakukan trading aset kripto," jelas dia.
Sementara itu, Co-Founder & CEO IDRX Nathanael Christian menekankan pentingnya mengurangi ketergantungan pada dolar Amerika Serikat (AS).
Baca juga:
Lebih dari 99% investor kripto menggunakan dolar AS backed by stablecoin. Hal ini secara tidak sadar telah menaruh uang rupiah di US Treasury di AS.
"sama saja uang rupiah kita keluar dari negara Indonesia. Kita harus segera menyikapi ini bersama-sama regulator dan pelaku usaha seperti Pintu untuk memformulasikan dan kita bisa mulai menggunakan mata uang rupiah untuk setiap aktivitas kripto di Indonesia," ucap Christian.
Febi Mettasari, Female Web3 Developer berharap komunitas dan developer Web3 di Indonesia menjadi wadah yang membantu user untuk bisa mengenal crypto dan Web3. Namun memang yang paling laku adalah trading community karena masih fokus pada use case trading.
"Padahal banyak komunitas di luar trading seperti developer dan builders community yang semakin berkembang di Indonesia. Saya berharap keduanya bisa balance agar masyarakat Indonesia bukan hanya tahu tentang trading tapi bisa memahami penggunaan blockchain untuk hal lainnya. Bagi developer juga butuh dukungan regulasi agar Indonesia tidak ketinggalan dalam kompetisi adopsi Web3 secara global," ucap dia;
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
5 Tren Utama Kripto 2026: Dari Dominasi Neobank Hingga Lonjakan Pasar Prediksi
Update Harga Emas Kamis (25/12): Naik 3 Hari Beruntun, UBS dan Galeri24 Kompak Menguat
Pengguna Pintu Futures Naik 37 Persen di Tengah Penurunan BTC 2025
Strategi Buy The Dip Kripto 2025, Begini Cara Cuan Saat Harga Turun
DCA Jadi Solusi Sederhana Tapi Efektif Tanpa Takut Terjebak Volatilitas Ekstrem
Hilirisasi SDA Ditargetkan Jadi Pendorong Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Danantara Resmi Akuisisi Hotel dan Tanah Sekitar Masjid Al-Haram di Makkah
Pintu Gandeng OJK Edukasi Aset Kripto di Kampus Binus
Pintu-Blockvest Bongkar Kunci Sukses Bagi Mahasiswa yang Ingin Jadi Jutawan Lewat AI dan Blockchain
Tokenisasi Saham xStocks Tiba-Tiba Jadi Primadona Investor Kripto Indonesia Buntut Kompetisi Trading Pintu 2025