Pilpres 2019

Pilpres 2019: Menanti Tarung Ulang Jokowi vs Prabowo atau Calon Baru?

Eddy FloEddy Flo - Sabtu, 28 April 2018
Pilpres 2019: Menanti Tarung Ulang Jokowi vs Prabowo atau Calon Baru?

Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan). (Foto: Biro Pers Setpres)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 masih setahun lagi. Publik menunggu siapa saja figur yang akan maju dalam Pilpres 2019, selain calon petahana Joko Widodo.

Meski masih satu tahun lagi, masyarakat sudah mulai digiring oleh para politisi dan lembaga survei bahwa Pemilu 2019 akan menyajikan kembali "pertandingan" ulang antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Joko Widodo sebagai petahana digambarkan merupakan figur yang memiliki tingkat elektabilitas tertinggi dan paling berpeluang untuk bertahan pada periode kedua kepemimpinannya pada periode 2019-2024.

Sementara itu, Prabowo yang juga Ketua Dewan Pembina dan Ketua Umum DPP Partai Gerindra merupakan lawan tanding paling kuat dan paling memungkinkan untuk membuktikan bahwa kekalahannya pada Pemilu 2014 bisa dibalas pada tahun depan.

Prabowo dan Jokowi di Istana Negara
Jokowi dan Prabowo saat di Istana Negara (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Perbincangan seputar mencari calon pemimpin ini juga tertuju pada siapa tokoh yang bisa mendampingi mereka masing-masing, sebagai calon wakil presiden, yang memiliki daya dorong yang kuat untuk menambah elektabilitas masing-masing calon presidennya.

Perbincangan politikus dan hasil survei tersebut tidak salah, sah-sah saja. Namun, tidak bisa dipakai sebagai opini publik yang benar dan mengikat.

Masa pencalonan presiden dan wakil presiden ke Komisi Pemilihan Umum akan berlangsung pada tanggal 4 hingga 10 Agustus 2018. Masih ada waktu sekitar 3 bulan 10 hari.

Dinamika politik yang berkembang sejauh ini masih sangat terbuka untuk menampilkan lebih banyak calon presiden dan wakil presiden.

Presiden Jokowi sebagaimana dilansir Antara, tentu saja ingin memperpanjang kepemimpinan lima tahunannya untuk memasuki periode kedua, sebagaimana yang pernah dialami Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada periode 2004 s.d. 2009 dan 2009 s.d. 2024, berpeluang memimpin kembali.

Prabowo yang ingin membalas kekalahannya juga berpeluang. Begitu pula, sejumlah nama lain bisa menjadi calon presiden, seperti Jusuf Kalla, Gatot Nurmantyo, Rizal Ramli, Zulkifli Hasan, Anies Baswedan, Budi Gunawan, Puan Maharani, Sri Mulyani, atau Ahmad Heryawan.

Jokowi dan Prabowo ketika di Hambalang
Presiden Jokowi dan Prabowo berkuda di Hambalang (Foto Biro Pers Setpres)

Meskipun perbincangan politikus dan lembaga survei berusaha menggiring pada pertandingan ulang antara Jokowi dan Prabowo, pengalaman pemilihan presiden secara langsung sejak 2004 belum pernah menunjukkan pertandingan ulang.

Kontestasi dalam pemilihan presiden tentu saja berbeda dengan pertandingan olahraga yang bisa dijadwalkan dan diatur untuk pertandingan ulang dengan lawan yang sama.

Kalaupun pertandingan ulang Jokowi dan Prabowo berulang, kemungkinan Prabowo akan kalah lagi meskipun kemungkinan menang juga ada. Ke mana potensi kemungkinan itu menguat, bisa diamati dari pengalaman atau pembanding.

Pengalaman 2014 menunjukkan Jokowi dan Prabowo sama-sama tokoh baru untuk tampil dalam pentas nasional dan hasilnya Prabowo kalah.

Jokowi dan Prabowo saat bertemu di Istana
Pertemuan dan makan siang bersama Prabowo dan Jokowi (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Presiden Jokowi dengan pengalaman kepemimpinannya dan capaian hasil kinerja yang bisa dinilai oleh rakyat, lebih berpeluang untuk memenangi pemilihan kembali, kecuali bila terjadi peristiwa luar biasa yang menurunkan tingkat kepercayaan pada pemerintah.

Prabowo dan para pendukungnya tampaknya perlu berpikir ulang untuk melakukan pertandingan ulang dengan Jokowi.

Tawar-menawar kepentingan politik di lima partai pendukung Jokowi masih berpotensi berubah. Lima partai: PDI Perjuangan, Golkar, PPP, Nasdem, dan Hanura telah mendeklarasikan dukungannya untuk Jokowi. Sementara itu, PKB mengusung Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai calon wapres yang ingin dipasangkan bersama Jokowi.

PKB mendukung Jokowi bila memilih Cak Imin, panggilan akrab Muhaimin, sebagai cawapres. Baliho Cak Imin, panggilan akrab Muhaimin, banyak terpasang di berbagai kota, dan telah mendirikan berbagai posko, serta menyosialisasikan diri sebagai cawapres yang akan berduet dengan Jokowi.

Enam partai itu belum memberikan "hitam di atas putih" kecuali hanya pernyataan lisan untuk Jokowi.

Infografis Elektablitas Jokowi vs Prabowo

PDI Perjuangan menginginkan kader atau simpatisan setianya untuk tampil sebagai cawapres dalam mendampingi Jokowi. PPP memberikan lima kriteria cawapres kepada Jokowi, yang mengarah kepada Ketua Umum PPP M. Romahurmuziy. Tiga partai lainnya sejauh ini menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi.

Bila tidak ada kata sepakat dan pernyataan tertulis bersama dari enam partai, bisa saja poros ini "pecah".

Poros koalisi Gerindra dan PKS pun masih "fragile" alias mudah pecah bila tawar-menawar politik berlangsung keras. Apalagi, Jokowi juga telah melakukan pertemuan dengan pimpinan PKS, begitu juga Jokowi dan utusannya pun telah beberapa kali bertemu dengan Prabowo dan pimpinan Gerindra.

Sementara itu, PAN yang mengusung ketua umumnya, Zulkifli Hasan, sebagai capres belum mendapat respons positif dari partai lain untuk mendukungnya. Partai Demokrat menyodorkan Agus Harimurti sebagai alternatif tokoh muda untuk memimpin negeri.

Jadi, para elite politik dan kelompok berpengaruh saat ini sedang memainkan seni kemungkinan.

Segala sesuatu coba diracik untuk memunculkan kemungkinan-kemungkinan hingga menjelang batas akhir pendaftaran pencalonan pada tanggal 4 s.d. 10 Agustus mendatang, yang mengarah kemungkinan itu menuju kepastian.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Infografis Elektabilitas Jokowi vs Prabowo Jelang Pilpres 2019

#Pilpres 2019 #Presiden Jokowi #Prabowo Subianto #Partai Gerindra #Koalisi Indonesia Hebat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Cermati RAPBN 2027 Rp Rp4.097,2 T, DPR Tangkap Sinyal Cerah dari Pemerintah
DPR RI menilai RAPBN 2027 senilai Rp4.097,2 triliun menunjukkan optimisme pemerintah.
Wisnu Cipto - Minggu, 16 Agustus 2026
Cermati RAPBN 2027 Rp Rp4.097,2 T, DPR Tangkap Sinyal Cerah dari Pemerintah
Indonesia
DPR Dukung MBG Jalan Terus, tapi Tata Kelola dan Anggaran Diperketat
DPR RI mendukung komitmen Presiden Prabowo Subianto melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wisnu Cipto - Minggu, 16 Agustus 2026
DPR Dukung MBG Jalan Terus, tapi Tata Kelola dan Anggaran Diperketat
Indonesia
Gerak Cepat, Prabowo Segera Kirim 50 Ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT
Presiden RI, Prabowo Subianto, akan mengirim 50 ribu paket sembako untuk korban gempa NTT.
Soffi Amira - Sabtu, 15 Agustus 2026
Gerak Cepat, Prabowo Segera Kirim 50 Ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT
Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi dalam 13 Tahun, Mengapa Prabowo Patok Target Luar Biasa di 2027?
Sepanjang semester I 2026, ekonomi Indonesia berhasil tumbuh 5,45 persen (yoy)
Angga Yudha Pratama - Jumat, 14 Agustus 2026
Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi dalam 13 Tahun, Mengapa Prabowo Patok Target Luar Biasa di 2027?
Indonesia
Prabowo Wajibkan Barang-barang Subsidi Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih
Produk bersubsidi seperti MinyaKita dan beras tidak boleh diperjualbelikan di luar KDMP.
Frengky Aruan - Jumat, 14 Agustus 2026
Prabowo Wajibkan Barang-barang Subsidi Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih
Indonesia
IHSG Terbang ke Zona Hijau pada Sesi 1, Efek Pidato Prabowo Sentil Tambang Ilegal?
Penguatan IHSG diiringi aktivitas transaksi yang cukup ramai dari para pelaku pasar modal
Angga Yudha Pratama - Jumat, 14 Agustus 2026
IHSG Terbang ke Zona Hijau pada Sesi 1, Efek Pidato Prabowo Sentil Tambang Ilegal?
Berita Foto
Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR 2026
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 14 Agustus 2026
Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR 2026
Indonesia
Prabowo Ungkap 290 BUMN Ditutup, Pemerintah Targetkan Tersisa 250-300 Perusahaan yang Produktif
Presiden RI, Prabowo Subianto, mengklaim tela menutup 290 BUMN. Kini, ia menargetkan hanya tersisa 250-300 perusahaan.
Soffi Amira - Jumat, 14 Agustus 2026
Prabowo Ungkap 290 BUMN Ditutup, Pemerintah Targetkan Tersisa 250-300 Perusahaan yang Produktif
Indonesia
Prabowo Sebut BPK Selamatkan Keuangan Negara Rp 112 Triliun, Kepercayaan Dunia Meningkat
Presiden RI, Prabowo Subianto menyebutkan, BPK telah menyelamatkan uang negara Rp 112 triliun.
Soffi Amira - Jumat, 14 Agustus 2026
Prabowo Sebut BPK Selamatkan Keuangan Negara Rp 112 Triliun, Kepercayaan Dunia Meningkat
Indonesia
Prabowo Klaim MBG hingga Hilirisasi tak Lagi Jadi Rencana di Atas Kertas, Sudah Dirasakan Rakyat
Presiden RI, Prabowo Subianto mengatakan, bahwa program MBG hingga hilirisasi sudah dirasakan rakyat.
Soffi Amira - Jumat, 14 Agustus 2026
Prabowo Klaim MBG hingga Hilirisasi tak Lagi Jadi Rencana di Atas Kertas, Sudah Dirasakan Rakyat
Bagikan