MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap, peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91 membuat semua pihak, baik pemerintah dan masyarakat, terus mengembangkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
Sehingga, sambung Anies, bahasa Indonesia menjadi bahasa yang lebih berkembang dan kaya kosa kata.
Baca Juga:
Caranya, menurut Anies, dengan menyerap kosa kata dari berbagai macam bahasa daerah yang ada di Indonesia. Sebab, bahasa daerah memiliki kekayaan diksi yang luar biasa, dan berpotensi dapat diserap menjadi kekayaan Indonesia sebagai Bahasa Indonesia.
"Di tahun 1928, tantangan terbesar bangsa ini adalah membangun semangat kebangsaan dan persatuan. Karena pada masa itu memang belum ada negara Indonesia, (masih) sebuah cita-cita," kata Anies di Silang Monas, Jakarta Pusat, Senin (28/10).
"Salah satu kalimat paling penting adalah merumuskan bahasa persatuan, bahasa Indonesia," lanjutnya.
Baca Juga:
Tantangan Terberat Sumpah Pemuda Era Modern Versi Gubernur Anies
Kemudian, Anies menuturkan, mengembangkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan ini merupakan salah satu cara menjaga dan merawat persatuan di Indonesia, termasuk di Ibu Kota Jakarta.
"Ketika itu mereka merumuskan bahasa Indonesia sebagai alat untuk mempersatukan. Dan alhamdulillah itu efektif sekali. Sampai dengan hari ini, dengan adanya bahasa persatuan, bahasa Indonesia, maka begitu banyak hal di Indonesia bisa diselesaikan dengan jauh lebih mudah," ucapnya. (Asp).
Baca Juga:
Semangat Sumpah Pemuda, Gerakan Akar Jeruji Edukasi Anak Didik di Lapas Anak