Perut Buncit? Begini Mengecilkannya

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 02 Desember 2020
Perut Buncit? Begini Mengecilkannya

Perut yang rata baik untuk penampilan dan kesehatan tubuh. (Foto: Pixabay/jarmoluk)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MESKIPUN banyak perempuan yang menyukai laki-laki berbadan besar. Namun bukan berarti perut harus maju alias buncit.

Banyak masalah pemilik perut buncit, seperti baju yang terlihat sesak. Belum lagi mencari celana yang harus mengambil ukuran besar. Dirangkum dari berbagai sumber begini cara mengecilkan perut.

Baca Juga:

Selain Air Jeruk Nipis, ini Cara Tepat Menghilangkan Perut Buncit


1. Cara makan

makan
Kebiasaan makan cepat sebaiknya dihilangkan. (Foto: Unsplash/marcelheil)


Sebaiknya tidak makan terburu-buru. Apabila makan terburu-buru akan membuat perut jadi buncit. Ini karena selain menelan makannnya, secara tidak sadar juga menelan udara. Udara inilah yang membuat perut kamu menjadi buncit. Jadi mulai sekarang usahakan makan tidak terburu-buru. Lagipula makan dengan perlahan lebih dapat menikmati kelezatan makan.


2. Minuman berkarbonasi

soda
Minuman berkarbonasi membuat perut kembung. (Foto: Unsplash/phototastyfood)


Minuman berkarbonasi mengandung banyak sekali gas, tak mengherankan kamu pernah merasakan kembung dan bersendawa setelah meminumnya. Sebaiknya mengurangi minuman ini. Kandungan gula dalam minuman ringan ini termasuk tinggi.


3. Garam

garam
Kurangi garam untuk menghindari sakit yang kelak muncul. (Foto: Unsplash/wjtunistra)

Ada saja orang yang menambahkan garam dalam masakannya. Padahal sewaktu dimasak sudah diukur takaran yang tepat untk melezatkan masakan. Kesannya sepele, namun bisa membuat perutmu. Sebaiknya tidak menambahkan garam ke dalam makanan. Sebaiknya malahan mengurangi garam untuk mrnghindari sakit-sakit yang menyertainya.

Baca Juga:

Makanan untuk Atasi Gas Perut

4. Air

air
Air putih dapat memberikan efek kenyang. (Foto: Unsplash/charlesdeluvio)


Minum air putih sangat penting. Selain membuat perut buncit kita berkurang juga dapat memberikan efek kenyang sebelum makan. Jadi bisa mengurangi makan berlebihan. Namun harus tetap diperhatikan asupannya jangan berlebihan, malahan dapat mengganggu kesehatan tubuh.

5. Olahraga

olahraga
Olahraga cara terbaik mengecilkan perut. (Foto: Unsplash/chanderr)


Cara yang terakhir ini mungkin cara yang berat bagi beberapa orang. Padahal selain membuat perut tidak buncit, tubuh juga menjadi lebih bugar. Olahraga yang baik untuk perut buncit adalah olahraga sambil berdiri, olahraga sambil berdiri walaupun perbadingannya kecil namun efeknya terasa. Cari olahraga yang dapat membakar kalori dengan baik. Sesuaikan dengan usia dan kondisi tubuh kamu. (ajr)

Baca Juga:

Makanan Terbaik untuk Perut yang Rata

#Kesehatan #Asupan Kalori #Garam #Air Soda #Air Putih
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Bagikan