MerahPutih.com - Ketegangan terjadi dalam perundingan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) di Islamabad, Pakistan. Kedua negara belum mencapai kata sepakat terkait Selat Hormuz, jalur strategis pengiriman minyak dunia.
Laporan media pemerintah Iran dilansir Antara, Minggu (12/4), pembicaraan yang telah berlangsung dalam beberapa putaran itu memperlihatkan perbedaan pandangan tajam mengenai keamanan dan kendali wilayah perairan Selat Hormuz.
Iran secara tegas menyatakan Selat Hormuz hanya boleh dilewati kapal sipil. “Selat Hormuz menjadi isu paling sensitif dalam perundingan ini,” tulis laporan yang disiarkan media Iran.
Baca juga:
Wapres AS JD Vance Bertolak ke Islamabad, Peringatkan Iran untuk tak Main-Main dalam Perundingan
Negosiasi Panjang di Islamabad
Perundingan antara Iran dan AS itu disebut telah berlangsung lebih dari delapan jam dengan tiga putaran pembicaraan. “Pembicaraan masih berlangsung dan belum mencapai kesepakatan final,” tulis laporan media Iran.
Delegasi Iran dipimpin Menteri Luar Negeri dan pejabat keamanan nasional atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC). Sebaliknya, delegasi AS disebut dipimpin Wakil Presiden J.D. Vance bersama utusan khusus dan penasihat dekat Presiden.
Baca juga:
Kapal Kargo Thailand Kena Rudal di Selat Hormuz, 3 ABK Ruang Mesin Tewas
Iran Hanya Izinkan Kapal Sipil Melintas
Bahkan, IRGC memastikan akan mencegah setiap upaya kapal perang asing melintas di Selat Hormuz. Mereka menegaskan hanya kapal sipil tertentu yang diperbolehkan melewati jalur tersebut.
“Setiap upaya kapal perang untuk melintasi Selat Hormuz akan dicegah secara tegas,” demikian pernyataan resmi IRGC yang dikutip media Fars.
IRGC juga membantah laporan yang menyebut adanya kapal perang Amerika Serikat yang berhasil melintasi wilayah Selat Hormuz selama proses perundingan berlangsung. (*)