Headline

Pertemuan Tingkat Tinggi Dua Korea Tolak Bahas Pelucutan Senjata Nuklir

Eddy FloEddy Flo - Rabu, 10 Januari 2018
Pertemuan Tingkat Tinggi Dua Korea Tolak Bahas Pelucutan Senjata Nuklir

Kepala delegasi Korea Utara, Ri Son Gwon berjabat tangan dengan delegasi Korea Selatan Cho Myoung-gyon saat mereka bertukar dokumen ( ANTARA FOTO/Yonhap via REUTERS)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Ketegangan di semenanjung Korea masih belum berakhir. Meski kemarin Selasa (9/1) delegasi Korea Selatan dan Korea Utara bertemu untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir ini.

Korea Utara malah dengan tegas menyatakan dalam pertemuan itu, Pyongyang menolak membahas persenjataan nuklir dengan Korea Selatan. Penolakan itu disebabkan, Korea Utara menilai pembicaraan terkait senjata nuklir bukan murni aspirasi “saudara-saudara” Korea-nya tapi titipan dari Amerika Serikat.

Dalam pernyataan bersama setelah melakukan pembicaraan selama 11 jam, Korea Utara berjanji akan mengirimkan delegasi besar ke Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang di Korea Selatan. Namun, Korut menyampaikan "keluhan serius" setelah Seoul mengajukan usul untuk membicarakan masalah perlucutan senjata nuklir Korea Utara.

Sebagaimana dilansir Antara Rabu (10/1) para pejabat kedua negara mengatakan mereka sepakat akan bertemu lagi guna menyelesaikan berbagai masalah dan mencegah konflik yang tak disengaja.

Kesepakatan itu dicapai di tengah ketegangan tinggi menyangkut program Korea Utara untuk mengembangkan peluru kendali nuklirnya, yang mampu mencapai Amerika Serikat. Namun, Pyongyang mengatakan perlucutan senjata tidak akan dibahas dalam pertemuan.

"Seluruh persenjataan kami, termasuk bom atom, bom hidrogen dan peluru kendali balistik hanya ditujukan pada Amerika Serikat, bukan pada saudara-sauara kami, atau China dan Rusia," kata kepala tim perunding Korea Utara, Ri Son Gown.

Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tahun lalu saling melemparkan ancaman dan cemoohan hingga memunculkan ketegangan di semenanjung Korea.

Juru bicara Dewan Keamanan nasional Gedung Putih mengatakan keikutsertaan Korea Utara pada Olimpiade akan menjadi "kesempatan bagi rezim (Korut, red) untuk melihat nilai di balik tindakan mengakhiri pengucilan internasional dengan melucuti senjata nuklir." Gedung Putih tidak berkomentar soal Amerika Serikat menjadi satu-satunya target potensial senjata nuklir Korut.

Sementara itu, Kementerian Reunifikasi Korea Selatan mengatakan pihaknya tetap meyakini bahwa hubungan antar-Korea dan serangkaian langkah yang disepakati dalam pembicaraan pada Selasa dapat mengarah pada pembahasan soal "penyelesaian mendasar" masalah nuklir.

"Kami akan berkoordinasi secara erat dengan Amerika Serikat, China, Jepang dan negara-negara tetangga lainnya dalam proses ini," kata kementerian dalam pernyataan.

Kementerian mengatakan Korea Selatan telah meminta Korea Utara untuk menghentikan aksi permusuhan yang dapat memicu ketegangan. Korsel juga mengatakan Korut setuju bahwa perdamaian harus dijamin di kawasan.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa bulan lalu sepakat mengeluarkan sejumlah sanksi baru terhadap Korea Utara sebagai tindakan atas uji coba rudal balistik antarkontinen yang dilakukan negara itu. Pyongyang menganggap penjatuhan saksi tersebut sebagai isyarat perang.(*)

#Korea Utara #Senjata Nuklir #Korea Selatan #Kim Jong Un
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Kuliner
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Studi bersama yang dilakukan peneliti dari Chung-Ang University, Jeju National University, dan World Institute of Kimchi menunjukkan bahwa proporsi warga Korea yang mengaku tidak makan kimchi dalam 24 jam terakhir meningkat hampir dua kali lipat.
Dwi Astarini - Selasa, 25 Agustus 2026
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Kuliner
Skandal Sawi Putih Berformaldehida di China Picu Kewaspadaan Korea Selatan, Parno Kimchi Beracun
Kasus ini mendorong Korea Selatan memperketat pemeriksaan terhadap impor sawi putih dari China.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
Skandal Sawi Putih Berformaldehida di China Picu Kewaspadaan Korea Selatan, Parno Kimchi Beracun
Olahraga
Shin Tae-yong Disanksi Berat oleh Federasi Sepak Bola Korea, Dugaan Kekerasan terhadap Pemain
Shin Tae-yong terseret kasus dugaan kekerasan terhadap pemain saat masih menangani Ulsan HD pada musim lalu.
Frengky Aruan - Jumat, 24 Juli 2026
Shin Tae-yong Disanksi Berat oleh Federasi Sepak Bola Korea, Dugaan Kekerasan terhadap Pemain
Indonesia
Kemenlu Tangani WNI Kabur Dari Rombongan Wisata di Korea Selatan
Kabar mengenai seorang WNI berinisial F asal Madiun, Jawa Timur yang diduga kabur dalam perjalanan tur di Korea Selatan menjadi sorotan masyarakat
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 23 Juli 2026
Kemenlu Tangani WNI Kabur Dari Rombongan Wisata di Korea Selatan
Indonesia
Dubes Korsel Bertemu Megawati di Teuku Umar, Bahas Upaya Perdamaian Korea
Dubes Korea sangat mengapresiasi perhatian Megawati atas persoalan di Semenanjung Korea.
Dwi Astarini - Senin, 13 Juli 2026
Dubes Korsel Bertemu Megawati di Teuku Umar, Bahas Upaya Perdamaian Korea
Olahraga
Pulang ke Korea, Son Heung-min Minta Maaf atas Hasil Buruk di Piala Dunia
Ia mengakui kata-kata maafnya tidak akan mampu menggambarkan besarnya kekecewaan dan kepedihan yang dirasakan para pendukung timnas Korea.
Dwi Astarini - Rabu, 01 Juli 2026
Pulang ke Korea, Son Heung-min Minta Maaf atas Hasil Buruk di Piala Dunia
Olahraga
Gagal Bawa Korsel Bersinar di Piala Dunia 2026, Pelatih Hong Myung-bo Mundur
Satu-satunya kemenangan Korea Selatan diraih saat mengalahkan Republik Ceko dengan skor 2-1.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 29 Juni 2026
Gagal Bawa Korsel Bersinar di Piala Dunia 2026, Pelatih Hong Myung-bo Mundur
Dunia
2 WNI Hilang dalam Kecelakaan Kapal Nelayan di Lepas Pantai Busan
Kapal nelayan berbobot 79 ton tersebut tenggelam setelah bertabrakan dengan kapal pengangkut LPG seberat 992 ton.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
  2 WNI Hilang dalam Kecelakaan Kapal Nelayan di Lepas Pantai Busan
Indonesia
Kapal LPG Tabrak Nelayan, 2 ABK WNI Hilang di Lepas Pantai Busan Korsel
Kapal nelayan asal Indonesia bertabrakan dengan kapal LPG di perairan Busan, Korea Selatan. Dua ABK WNI hilang, enam awak diselamatkan. Presiden Korsel perintahkan pencarian besar-besaran.
Wisnu Cipto - Kamis, 25 Juni 2026
Kapal LPG Tabrak Nelayan, 2 ABK WNI Hilang di Lepas Pantai Busan Korsel
Olahraga
Link Streaming Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026, Duel Hidup-Mati di Grup A
Link live streaming Afrika Selatan vs Korea Selatan akan dimulai Kamis (25/6) pukul 08.00 WIB. Keduanya berusaha mengamankan babak 32 besar.
Soffi Amira - Kamis, 25 Juni 2026
Link Streaming Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026, Duel Hidup-Mati di Grup A
Bagikan