Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Pertemuan Ketum KIM, Airlangga: Santai dan Gembira

Andika PratamaAndika Pratama - Jumat, 15 September 2023
Pertemuan Ketum KIM, Airlangga: Santai dan Gembira

Ketum Golkar Airlangga Hartarto. Foto: MP/Ponco

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua Umum partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) pengusung bakal calon presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan di DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (14/9) malam.

Para ketum yang hadir antara lain, Ketum Gerindra Prabowo Subianto; Ketum Golkar Airlangga Hartarto; Ketum PAN Zulkifli Hasan; Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra; dan Ketum Gelora Anis Matta. Selain para ketum, pertemuan tersebut turut dihadiri oleh para elite masing-masing partai.

Baca Juga

Airlangga Sebut Breaking News Ridwan Kamil Bukan Terkait Posisi Bacawapres Ganjar

Sebagai tuan rumah, Airlangga mengungkap bahwa pertemuan yang membahas tentang program kerja dari Koalisi Indonesia Maju tersebut berlangsung dengan suasana yang santai dan gembira.

“Acara didahului dengan makan bersama, kemudian kita membahas program kerja dari Koalisi Indonesia Maju dan dalam pembahasan tersebut tentu suasananya santai, gembira. Tadi juga dibahas mengenai agenda-agenda terkait dengan pendaftaran ke depan,” ungkapnya.

Pernyataan senada turut disampaikan oleh Yusril Ihza Mahendra. Ia mengatakan jika pertemuan tersebut diwarnai dengan tawa dan suasana persahabatan. Yusril pun meyakini apa yang mereka bahas malam ini bertujuan agar koalisi yang mereka bangun tetap solid.

“Terima kasih dan semua pembahasan untuk solid ya, tenang, santai. Mudah-mudahan memang ini koalisi santai, tidak buru buru, tidak tegang-tegang. Tadi, kita juga ketawa dan penuh persahabatan,” ucap Yusril.

Baca Juga

Golkar lngin Prabowo Gandeng Airlangga jadi Cawapres

Pada kesempatan yang sama Prabowo menyebut, pertemuan ini menjadi kesempatan diskusi dan brainstorming perihal langkah langkah yang akan mereka tempuh di Pilpres 2024 mendatang.

Prabowo menambahkan, dirinya turut memaparkan 12 fokus kebijakan yang akan diimpelementasikan jika terpilih sebagai Presiden Indonesia periode 2024-2029.

“Jadi benar, pimpinan Koalisi Indonesia Maju berkumpul dan kita brainstorming. Tadi sudah dibahas beberapa langkah yang akan kita tempuh. Saya juga paparkan, saya tawarkan suatu agenda bangsa untuk dijadikan acuan dan landasan untuk dibahas,” jelasnya.

“Nanti, masing-masing partai akan mengirim pakar-pakarnya. Tim pakar untuk membahas, menggodok, menajamkan program-program tersebut, supaya seluruh teman-teman koalisi paham benar ujungnya dan nanti bisa sampai ke pimpinannya, tawarkan ke rakyat,” pungkas Prabowo. (Pon)

Baca Juga

Peluang Jadi Cawapres Tergantung Airlangga Hartarto, Ridwan Kamil Sadar Diri

#Airlangga Hartarto #Partai Golkar
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pemerintah Belum Tetapkan Calon Gubernur BI Pengganti Perry Warjiyo
kementerian koordinator yang ia pimpin menjalankan koordinasi secara berkala bersama pejabat fiskal dan moneter.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 Juli 2026
Pemerintah Belum Tetapkan Calon Gubernur BI Pengganti Perry Warjiyo
Berita
Menko Airlangga Temui Mendag China, Indonesia Dorong Investasi Berkualitas dan Perdagangan Seimbang
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, bertemu dengan Menteri Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok, Wang Wentao.
Soffi Amira - Sabtu, 18 Juli 2026
Menko Airlangga Temui Mendag China, Indonesia Dorong Investasi Berkualitas dan Perdagangan Seimbang
Indonesia
Cermati Inflasi Pangan, Pemerintah Tekan Kenaikan Harga Bahan Baku
Badan Pusat Statistik mencatat, pada Juni 2026, terjadi inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 3,34 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,89.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 15 Juli 2026
Cermati Inflasi Pangan, Pemerintah Tekan Kenaikan Harga Bahan Baku
Indonesia
Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp 26,34 Triliun, Fokus Transportasi hingga Bantuan Pangan
Pemerintah menggelontorkan stimulus ekonomi Rp 26,34 triliun pada semester II 2026. Program mencakup diskon transportasi hingga bantuan pangan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 23 Juni 2026
Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp 26,34 Triliun, Fokus Transportasi hingga Bantuan Pangan
Indonesia
Defisit APBN 2026 Bengkak Tapi Menko Airlangga Sebut Aman, Kok Bisa?
Pemerintah mematok target awal defisit APBN 2026 sebesar 2,68 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau setara Rp689,1 triliun
Angga Yudha Pratama - Selasa, 23 Juni 2026
Defisit APBN 2026 Bengkak Tapi Menko Airlangga Sebut Aman, Kok Bisa?
Indonesia
Aturan Ekspor SDA Satu Pintu Berlaku Besok, Menko Airlangga Jamin Masa Transisi Tanpa Kendala
Pemerintah memastikan kebijakan ekspor Sumber Daya Alam (SDA) satu pintu akan mulai berlaku pada 1 Juni 2026.
Wisnu Cipto - Minggu, 31 Mei 2026
Aturan Ekspor SDA Satu Pintu Berlaku Besok, Menko Airlangga Jamin Masa Transisi Tanpa Kendala
Indonesia
Pemerintah Istimewakan AS, Dikecualikan Aturan Devisa Hasil Ekspor
Pemerintah menurunkan batas konversi DHE valuta asing ke rupiah dari sebelumnya 100 persen menjadi maksimal 50 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 22 Mei 2026
Pemerintah Istimewakan AS, Dikecualikan Aturan Devisa Hasil Ekspor
Indonesia
Aturan Baru DHE SDA Berlaku 1 Juni 2026, Eksportir Wajib Simpan Devisa di RI
Pemerintah resmi merevisi aturan DHE SDA mulai 1 Juni 2026. Eksportir wajib menempatkan 100 persen devisa hasil ekspor ke sistem keuangan Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 20 Mei 2026
Aturan Baru DHE SDA Berlaku 1 Juni 2026, Eksportir Wajib Simpan Devisa di RI
Indonesia
Pemerintah Bentuk Satgas Percepatan Ekonomi, Sikapi Penutupan Selat Hormuz
Mandat utama dari satgas itu mempercepat implementasi program prioritas pemerintah secara terintegrasi dan kolaboratif.
Dwi Astarini - Minggu, 03 Mei 2026
Pemerintah Bentuk Satgas Percepatan Ekonomi, Sikapi Penutupan Selat Hormuz
Indonesia
Pemerintah Nolkan Bea Masuk LPG dan Bahan Baku Plastik, Bantu Tekan Biaya Industri
Pemerintah menurunkan bea masuk LPG dari 5% menjadi 0% untuk menjaga daya beli dan mendukung industri. Kebijakan berlaku selama 6 bulan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 28 April 2026
Pemerintah Nolkan Bea Masuk LPG dan Bahan Baku Plastik, Bantu Tekan Biaya Industri
Bagikan