Pertanda Prabowo-Sandi Ditinggalkan? Demokrat Dekati TKN dan PAN Bisikkan Permintaan
Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno saat mendeklarasikan kemenangannya. (Antaranews)
MerahPutih.com - Kabar ketidaksolidan koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno makin kencang. Apalagi perolehan suara dari real count KPU, pasangan 02 itu makin ketinggalan jauh rivalnya dengan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding mengatakan, kemungkinan PAN dan Demokrat bergabung dalam kabinet Indonesia kerja (KIK) logis dengan alasan membangun persatuan pascapemilu.
”Semua parpol memungkinkan untuk membangun koalisi. Namun, soal nanti siapa yang cocok dan punya chemistry bersama, hal itu akan dibahas oleh para elite. Saya melihat yang punya peluang besar ke depan PAN dan Demokrat," ujar Karding kepada wartawan di Jakarta, Rabu (1/5/2019).
Karding mengingatkan bahwa landasan koalisi Jokowi yakni Indonesia bangsa besar yang perlu dikelola bersama. Karena itu peluang kedua parpol bergabung dengan KIK cukup besar karena kebersamaan dan persaudaraan antarpartai dinilai sangat penting.
"Apalagi dalam suasana seperti ini, dibutuhkan kedewasaan untuk bersatu. Saya kira baik Pak SBY maupun Pak Zulhas (Ketum PAN Zulkifli Hasan) akan jauh memikirkan kepentingan persatuan Indonesia daripada soal hal-hal teknis," jelas Politikus PKB ini.
"Kalau soal pembagian (jabatan) itu perlu dibahas, tapi yang penting kan komunikasi dulu. Kan gak ujug-ujug (tiba-tiba)," ujarnya.
BACA JUGA: Habib Rizieq Minta Pemilu Diboikot dan Tak Percaya Real Count
Kemungkinan bergabungnya PAN itu sudah terlihat ketika Zulhas bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Negara pada Rabu (24/4). Menurut Karding sebenarnya pembicaraan intens juga dilakukan TKN bersama Demokrat.
Sayangnya, Karding enggan membocorkan siapa perwakilan kubu Jokowi yang berkomunikasi dengan Demokrat. "Kalau soal siapa utusannya itu jangan, tidak boleh dibuka," kata dia.
BACA JUGA: Jatah Menteri dari Golkar akan Dikurangi, PSI dan Demokrat Dapat Satu
Mengenai pertemuan Zulhas dan Jokowi, Karding menyebut salah satu poin pembicaraan mereka yakni pembagian porsi jabatan terkait dengan koalisi. Dalam pembicaraan tersebut, Zulhas menyampaikan keinginannya untuk kembali mendapatkan posisi sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
BACA JUGA: Temui Jokowi, Ketum PAN Diduga Coba Tes Reaksi Prabowo
"Yang saya dapat infonya dan saya berani mempertanggungjawabkan bahwa memang Pak Zul membisiki Pak Jokowi. PAN meminta bagian untuk pimpinan MPR. Saya berani bertanggungjawab soal (info) itu," ujarnya. (knu)
Bagikan
Thomas Kukuh
Berita Terkait
Airlangga Tegaskan Golkar Saat Ini Sangat Solid Dibanding Pemilu 2019
PAN Beri Sinyal Dukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024
Rencana Pertemuan AHY-Puan Angin Segar Bagi Politik Tanah Air
Ditanya Prabowo Jadi Cawapres Ganjar, Jokowi Jawab Nanti Siang Ketemu
Gugatannya Picu Kontroversi, Partai Prima Bantah Minta Pemilu Ditunda