Pertanda Prabowo-Sandi Ditinggalkan? Demokrat Dekati TKN dan PAN Bisikkan Permintaan

Thomas KukuhThomas Kukuh - Kamis, 02 Mei 2019
Pertanda Prabowo-Sandi Ditinggalkan? Demokrat Dekati TKN dan PAN Bisikkan Permintaan

Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno saat mendeklarasikan kemenangannya. (Antaranews)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kabar ketidaksolidan koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno makin kencang. Apalagi perolehan suara dari real count KPU, pasangan 02 itu makin ketinggalan jauh rivalnya dengan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding mengatakan, kemungkinan PAN dan Demokrat bergabung dalam kabinet Indonesia kerja (KIK) logis dengan alasan membangun persatuan pascapemilu.

”Semua parpol memungkinkan untuk membangun koalisi. Namun, soal nanti siapa yang cocok dan punya chemistry bersama, hal itu akan dibahas oleh para elite. Saya melihat yang punya peluang besar ke depan PAN dan Demokrat," ujar Karding kepada wartawan di Jakarta, Rabu (1/5/2019).

Karding mengingatkan bahwa landasan koalisi Jokowi yakni Indonesia bangsa besar yang perlu dikelola bersama. Karena itu peluang kedua parpol bergabung dengan KIK cukup besar karena kebersamaan dan persaudaraan antarpartai dinilai sangat penting.

"Apalagi dalam suasana seperti ini, dibutuhkan kedewasaan untuk bersatu. Saya kira baik Pak SBY maupun Pak Zulhas (Ketum PAN Zulkifli Hasan) akan jauh memikirkan kepentingan persatuan Indonesia daripada soal hal-hal teknis," jelas Politikus PKB ini.

Zulkifli Hasan
Ketum PAN Zulkifli Hasan. (dok/MP)

"Kalau soal pembagian (jabatan) itu perlu dibahas, tapi yang penting kan komunikasi dulu. Kan gak ujug-ujug (tiba-tiba)," ujarnya.

BACA JUGA: Habib Rizieq Minta Pemilu Diboikot dan Tak Percaya Real Count

Kemungkinan bergabungnya PAN itu sudah terlihat ketika Zulhas bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Negara pada Rabu (24/4). Menurut Karding sebenarnya pembicaraan intens juga dilakukan TKN bersama Demokrat.

Sayangnya, Karding enggan membocorkan siapa perwakilan kubu Jokowi yang berkomunikasi dengan Demokrat. "Kalau soal siapa utusannya itu jangan, tidak boleh dibuka," kata dia.

BACA JUGA: Jatah Menteri dari Golkar akan Dikurangi, PSI dan Demokrat Dapat Satu

Mengenai pertemuan Zulhas dan Jokowi, Karding menyebut salah satu poin pembicaraan mereka yakni pembagian porsi jabatan terkait dengan koalisi. Dalam pembicaraan tersebut, Zulhas menyampaikan keinginannya untuk kembali mendapatkan posisi sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

BACA JUGA: Temui Jokowi, Ketum PAN Diduga Coba Tes Reaksi Prabowo

"Yang saya dapat infonya dan saya berani mempertanggungjawabkan bahwa memang Pak Zul membisiki Pak Jokowi. PAN meminta bagian untuk pimpinan MPR. Saya berani bertanggungjawab soal (info) itu," ujarnya. (knu)

#Pemilu 2019 #Pilpres 2019
Bagikan
Ditulis Oleh

Thomas Kukuh

Berita Terkait

Indonesia
Airlangga Tegaskan Golkar Saat Ini Sangat Solid Dibanding Pemilu 2019
Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar, Airlangga Hartarto mengklaim bahwa partainya sudah sangat solid menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, meskipun dihantam isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).
Mula Akmal - Kamis, 10 Agustus 2023
Airlangga Tegaskan Golkar Saat Ini Sangat Solid Dibanding Pemilu 2019
Indonesia
PAN Beri Sinyal Dukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024
PAN secara terang-terangan mendoakan Prabowo agar dapat memenangi Pilpres 2024.
Zulfikar Sy - Jumat, 16 Juni 2023
PAN Beri Sinyal Dukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024
Indonesia
Rencana Pertemuan AHY-Puan Angin Segar Bagi Politik Tanah Air
Rencana pertemuan antara Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani merupakan angin segar bagi politik tanah air.
Mula Akmal - Senin, 12 Juni 2023
Rencana Pertemuan AHY-Puan Angin Segar Bagi Politik Tanah Air
Indonesia
Ditanya Prabowo Jadi Cawapres Ganjar, Jokowi Jawab Nanti Siang Ketemu
Jokowi menambahkan terkait cawapres yang akan diusung untuk mendampingi Ganjar akan segera diputuskan dan dideklarasikan PDIP.
Wisnu Cipto - Sabtu, 22 April 2023
Ditanya Prabowo Jadi Cawapres Ganjar, Jokowi Jawab Nanti Siang Ketemu
Indonesia
Gugatannya Picu Kontroversi, Partai Prima Bantah Minta Pemilu Ditunda
Partai Prima mengajukan gugatan ke PN Jakarta Pusat adalah untuk menjadi partai politik peserta Pemilu 2024
Zulfikar Sy - Rabu, 08 Maret 2023
Gugatannya Picu Kontroversi, Partai Prima Bantah Minta Pemilu Ditunda
Bagikan