Pertamina Janji Tak Kurangi Pasokan BBM saat Lebaran
MERAHPUTIH.com - PT Pertamina (Persero) menyatakan, akan tetap menyalurkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga ketenangan saat puasa dan lebaran.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Ali Mundakir mengungkapkan, penyaluran BBM bersubsidi akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan disesuaikan dengan kebijakan pemerintah.
"Saya pikir ini kebijakan baik dari pemerintah, Pertamina diminta menyalurkan sesuai kebutuhan, selama puasa dan Lebaran, untuk menjamin ketenangan masyarkat," kata Ali, dalam acara Syukuran dan Buka Puasa dengan 10 Ribu Anak Yatim, di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta, Minggu (20/7/2014).
Namun, Ali melanjutkan, pasokan BBM sesuai kebutuhan hanya saat puasa dan lebaran saja. Setelah itu, Pertamina bakal melaporkan realisasi penyaluran kepada pemerintah. Setelah mendapat angka realisasi tersebut, pemerintah akan mengambil keputusan tentang penyaluran BBM bersubsidi.
"Setelah lebaran realisasi kami laporkan ke pemerintah kondisinya seperti apa, pemerintah akan melihat dan akan mendiskusikan," tutur Ali.
Saat Lebaran, biasanya konsumsi BBM bersubsidi naik 10 persen di atas konsumsi harian. "Dari normal 80 ribu Kl, per hari itu akan meningkat 90 ribu akan meningkat0 10 persen. Pada saat H- 2 kami perkirakan puncaknya 109-110 Kl per hari nanti akan turun sedikit sampai arus balik," pungkasnya. (Pew/Gdn)
(Arthur Gideon/liputan6.com)
Bagikan
Misdam -
Berita Terkait
Brosur hingga Billboard: Alasan Promosi Offline Masih Efektif Menjangkau Konsumen
'Summarecon Discovery', Pengalaman Visual Perjalanan 50 Tahun Bisnis Properti
Sosok Hans Patuwo yang Jebolan Universitas dan Perusahaan Ternama di AS, Calon ‘Orang Nomor Satu’ di GoTo
Alasan Prahara Banyak Startup Bangkrut & Gagal Versi BRIN
FLEI 2025 Dorong Jenama Lokal Tembus Pasar Global, Kadin Sebut Potensi Ekspor maki Terbuka
Dharma Jaya Catat Lonjakan Bisnis 190 Persen Sambil Jaga Ketahanan Pangan
‘KPop Demon Hunters’ Mewarnai Lorong Camilan di Korea Selatan, dari Mi Instan hingga Cake Bikin Perusahaan Cuan Besar
Tersangkut Kasus Pajak, Ketua Ferrari Jalani Hukuman Kerja Sosial
Unsur Politis Harus Dihindari Dalam Rencana Bisnis Kopdes, Bisa Gagal Jika Ambil Alih Bisnis Eksisting
Pendapatan KAI Melonjak 29 Persen, Catatkan Laba Bersih Rp 2,21 T di 2024