MerahPutih.com - Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) mendukung gagasan pemerintah melalui Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, untuk membawa anak-anak Palestina keluar dari Palestina.
Ketua Umum PP Persis, Ustaz Jeje Zaenudin mengatakan, anak-anak tersebut nantinya akan diberikan trauma healing dan diberi kesempatan belajar di sekolah-sekolah atau pesantren-pesantren di Indonesia.
"Tentu saja ini suatu rencana yang patut diapresiasi walaupun mungkin masih ada pro-kontra, polemik, dan berbagai macam pandangan," kata Ustaz Jeje dalam keterangan resminya, Minggu (23/6).
"Namun kita juga harus memahami situasi sulit yang dialami pemerintah Palestina dalam menangani anak-anak yang menjadi korban perang. Dan juga kesulitan dari negara-negara muslim untuk membantu warga Palestina, wabil khusus warga sipil," urainya.
Baca juga:
Wacana Prabowo Tampung Anak-Anak Korban Perang Palestina, Persis Sarankan Hanya Sementara
Ustaz Jeje melanjutkan, negeri-negeri muslim yang berdekatan dengan Palestina memang sudah sejak lama menampung para pengungsi korban perang Palestina. Misalnya di Yordania yang menampung puluhan ribu pengungsi dari Palestina ataupun pengungsi dari korban perang Suriah. Demikian pula di Mesir, Lebanon, dan Negara Arab sekitarnya.
Ia juga memaparkan banyak pihak keberatan dengan ide dan gagasan keinginan pemerintah membawa anak-anak Palestina untuk belajar di Indonesia. Sebab di Indonesia juga masih banyak anak-anak terlantar, kurang gizi, tidak mampu sekolah, drop out dari sekolah, atau pada intinya mereka boleh jadi miskin. Meski begitu, ustaz Jeje menegaskan menolong sesama tetap menjadi kewajiban semua orang.
"Saya kira kewajiban menolong semua anak-anak, baik di dalam negeri sendiri maupun di luar itu kewajiban kita bersama," tegasnya.
Menurutnya, pesantren dikelola ormas sejak dulu telah membantu masyarakat yang tidak mampu ditampung di sekolah-sekolah, di pesantren-pesantren, di rumah-rumah tahfidz. Mereka disekolahkan, digratiskan, dibeasiswakan atau diberikan kemudahan pembiayaan dengan sukarela dari pesantren.
Baca juga:
Aksi Damai Solidaritas Untuk Palestina di Tugu Proklamasi Jakarta
Bahkan, kata Ustaz Jeje, banyak sekali dari kalangan anak yatim, du’afa yang ditampung di pesantren-pesantren tanpa dipungut biaya apapun. Ini juga wujud daripada kepedulian dan tanggung jawab dari organisasi kemasyarakatan terhadap nasib putra-putri bangsa sendiri nan tak boleh dilupakan.
"Palestina tentu saja itu tidak untuk selamanya, ini kan situasi darurat, situasi genting yang memungkinkan untuk diambil tindakan penyelamatan, tindakan menolong, membantu secepatnya," ujarnya.
Ustaz Jeje menekankan, rencana atau wacana menolong dan menampung anak-anak Palestina harus segera dilakukan apabila sudah ada kesepkatan antara Indonesia dengan otoritas Palestina. (pon)

