MerahPutih Nasional - Nilai tukar rupiah belum juga membaik dari hari ke hari. Padahal, nilai tukar Rupiah beberapa hari yang lalu berada pada level Rp 12.900 terhadap dolar. Kendati demikian, tim ekonomi pemerintahan Jokowi-JK belum juga melakukan evaluasi atas merosotnya nilai mata uang rupiah tersebut.
Ekonom, Suharso Monoarfa tidak bisa memprediksi kapan mata uang Indonesia bisa stabil kembali. Dia mengatakan, tidak stabilnya mata uang rupiah karena disebabkan tidak adanya kemampuan dan tidak adanya mesin yang bisa memproduksi devisa. Padahal, mesin untuk memproduksi devisi sangat dibutuhkan di negeri yang dihuni sekitar 240 juta lebih jiwa ini.
"Mesin itu adalah mesin ekspor namanya yang dibukukan dalam bentuk neraraca dan perdagangan," kata Suharso saat menjadi
pembicara pada diskusi berjuk "Seberapa Lama Rupiah Melemah?" Di restoran GADO-GADO BOPLO, jl. Gereja Theresia No. 41, Menteng - Jakarta Pusat.
Menurut Suharso, dalam konteks melemahnya rupiah mestinya juga melakukan rekonstruksi atas fluktiatifnya rupiah yang luar biasa ini. Andaikan ada mesin untuk menabung devisa maka apapun gejolak yang terjadi di luar negeri maka hal itu tidak akan mempengaruhi terhadap mata uang dalam negeri. Bahkan, kata Suharso, gejolak yang terjadi akan semakin mempekuat mata uang Indonesia.
"Tapi kita tidak bisa mmeproduksi itu dengan baik. karena apa? Ada faktor di dalam sana yang harus diperbaiki, yaitu Bagaimana caranya kita menekan impor. Kenapa kita tidak bisa memanfaatkan pasar domistik kita?," tanya Suharso yang juga politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.
Menurutnya, jika saja impor bisa ditekan dan bisa memanfaatkan pasar domistik, kemudian membuat tekanan balik untuk menjadi eksportir. Namun sayang, kata dia, hal itu tidak dilakukan oleh pemerintah. Justru yang terjadi sebaliknya, katanya, adalah pasar dalam negeri menjadi pasar industri-industri luar negeri.
"Akibatnya kita mesti membayar dengan dolar. Bahkan untuk membayar stadar dalam negeri saja kita memakai dollar. Hotel kita bayar pakar dolar, penerbangan kita bayar pakai dollar, transaksi dengan proyek-proyek pemerintah pakai dolar. Aneh. ini untuk rupiah ataukah untuk dolar. Ini negara rupiah. Maka sudah saatnya mengembalikan kedaulautan rupiah itu. Ini bukan soal sepele, ini soal kebijakan," katanya.