Perjalanan Setengah Hari Menjajal MRT Baru di Ibu Kota Indonesia

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 19 Maret 2019
Perjalanan Setengah Hari Menjajal MRT Baru di Ibu Kota Indonesia

Mencoba moda transportasi baru, MRT Jakarta (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DI tengah hiruk-pikuk kesibukan Jakarta yang semakin padat seiring berjalannya waktu, moda transportasi baru bernama MRT berdiri gagah melintang dari Bundaran HI di pusat sampai Lebak Bulus di selatan Jakarta. Sudah jadi kebiasaan buat warga Ibu Kota untuk menaruh minat pada hal yang sedang "viral", sekadar buat menikmati pemandangan dari dalam kereta baru, mengikuti tren, atau hanya untuk berfoto ria demi mendapatkan foto untuk dipamerkan.

Untuk pertama kalinya, Saya dan tim dari merahputih.com berangkat ke tengah jantung Ibu Kota untuk mencicipi bagaimana rasanya menaiki MRT Jakarta. Berikut laporan pengalaman perdana Saya.

1. Memasuki Stasiun MRT

perjalanan setengah hari menjajal MRT baru di Ibu Kota Indonesia
Peron di setiap stasiun dengan stiker untuk mengarahkan penumpang. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Akhirnya proses pembangunan MRT Jakarta (Mass Rapid Transport) rampung juga pada Maret 2019 untuk tahap pertamanya. Menjelang operasi komersialnya, PT MRT Jakarta memberi kesempatan bagi masyarakat yang ingin mengikuti uji coba kereta MRT Jakarta untuk tanggal 12 sampai 24 Maret mendatang.

Pengumuman itu tentu disambut dengan sangat antusias oleh para warga yang penasaran dengan MRT baru. Sesuatu yang baru selalu jadi hal yang menarik, bukan? Total ada 13 stasiun yang sudah siap beroperasi selama masa uji coba ini dan Saya memutuskan masuk dari stasiun MRT-Senayan.

Di teriknya Jakarta, Saya mencari pintu masuk ke stasiun bawah tanah. Persis di seberang Ratu Plaza, ada pintu masuk MRT dengan tulisan Senayan di bagian atasnya. Saya menuruni tangga dan disambut dengan udara dingin dari pendingin ruangan yang kontras dengan panasnya udara Senayan di siang bolong itu.

Berjalan di dalam lorong putih yang bersih dan sejuk sampai berhenti di depan mesin pendekteksi logam. Sebelum masuk, semua orang harus diperiksa sebagai tindakan preventif untuk berbagai kemungkinan. Setelahnya para petugas sudah siap berdiri menyambut penumpang dengan senyum di wajahnya.

Sebelum melewati gate tapping kartu, pengunjung berbaris rapih untuk menunjukkan tiket yang sudah diregistrasikan sebelumnya lewat laman ayocobamrtj.com. Kemudian, saya dan pengunjung lain diberikan stiker bulat bertuliskan Uji Coba Publik MRT Jakarta beserta tanggal 12-23 Maret 2019.

Stiker ini dibagi jadi empat warna sesuai jam pengunjung. Kebetulan saya mendapatkan stiker warna hijau karena datang pada jam kunjungan 12:00-14:00. Sementara stiker warna merah untuk pukul 08:00-10:00, kuning dengan waktu 10:00-12:00, dan biru 14:00-16:00.

Kemudian pegawai MRT memberikan informasi peron nomor berapa yang harus saya datangi. Peron 1 untuk jalur Bundaran HI sampai ke Lebak Bulus, sementara peron 2 kebalikannya. Saya menuruni tangga jalan untuk sampai ke peron 2. Di peron itu ada jam besar yang menunjukkan waktu, layar yang berisi informasi kereta datang pukul berapa, dan tulisan mengenai rute perjalanan.

Mengikuti moda transportasi di luar negeri, MRT Jakarta juga menerapkan stiker di lantai untuk menunjukkan batas antrian. Sayangnya, saya melihat banyak pengunjung yang entah masih terlalu acuh atau belum terbiasa dengan stiker arahan di lantai itu. Sehingga ketika pintu kereta dibuka, penumpang masuk dengan asal saja.

2. Perjalanan di Dalam MRT

Perjalanan setengah hari menjajal MRT Baru di Ibu Kota Indonesia
Antusias warga mencoba MRT Jakarta. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Memasuki kereta yang masih terlihat gres, saya tidak mendapatkan tempat duduk karena begitu banyak pengunjung di dalam. Dalam satu rangkaian kereta, hanya ada enam gerbong saja dan siang itu banyak juga orang yang berdiri. Dapat terlihat dari pengumuman yang tertempel, di gerbong tiga dan empat terdapat satu area khusus untuk penyandang disabilitas.

Interior keretanya sendiri sama seperti kereta pada umumnya. Namun lebih sejuk, modern, dan nyaman. Kursi-kursi berderet rapih dengan warna biru terang. Walau berbahan keras, kursi tersebut nyaman digunakan karena terdiri dari kursi individual, sehingga tidak akan lagi orang yang berdempet-dempetan dan memaksa duduk ketika memang sudah tidak ada kursi tersedia. Pegangan tangan diggantungkan di atas kereta dengan dominasi warna kuning dan putih.

Walaupun berdiri, suasana di dalam kereta tetap nyaman dengan udara yang sejuk dan lantai yang bersih. Saya berdiri di bagian tengah kereta sambil menatap jendela menyaksikan kereta melaju. Hanya terlihat kegelapan karena jalur kereta dari Senayan masih berada di bawah tanah. Mendekati stasiun Sisingamaraja, jalur kereta berubah naik ke atas menjadi jalur layang.

Pemandangan di luar hanya terlihat sepintas lalu saja berkat kecepatannya yang mencapai 80-100 km/jam. Saya juga merasa sangat terbantu dengan adanya layar di atas pintu kereta yang menuliskan kereta sedang berdada di posisi mana dan menuju ke stasiun mana.

3. Waktu tempuh MRT

perjalanan setengah hari menjajal MRT baru di Ibu kota Indonesia
Suasana di dalam kereta yang sejuk, nyaman, dan bersih. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Saya menaiki kereta dari stasiun Senayan menuju stasiun Lebak Bulus. Di stasiun Lebak Bulus, saya dan penumpang lain harus turun agar petugas kereta bisa langsung membersihkan gerbong. Melihat hal ini, saya baru tahu alasan mengapa kereta selalu terlihat rapih dan bersih.

Selanjutnya saya kembali menaiki kereta, namun sekarang dengan kereta di peron 2 yang mengarah ke Bundaran HI. Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, ada 13 stasiun dan setelah saya hitung hanya butuh kurang lebih 28 menit untuk sampai ke stasiun Bundaran HI dari stasiun Lebak Bulus. Jarak antar stasiun rata-rata membutuhkan waktu satu sampai tiga menit tergantung jarak tempuhnya.

Keunikan dari jalur tahap satu ini adalah dua jalur kereta yakni jalur layang dan jalur bawah tanah. Stasiun Lebak Bulus sampai Sisingamaraja menggunakan jalur layang. Kemudian mulai dari stasiun Senayan sampai Bundaran HI kereta akan berjalan di bawah tanah.

Di tengah perjalanan tersebut, saya melihat berbagai stasiun. Dengan desain yang modern, saya seolah berada di luar negeri. Apalagi dibantu dengan fasilitas-fasilitas yang menunjang, seperti mushola, kamar kecil, P3K, ruang menyusui, dan gerai-gerai makanan yang nantinya akan dibuka. Tidak lupa di setiap stasiun disediakan elevator yang ramah untuk penyandang disabilitas.

Tidak terasa, waktu berjalan dengan sangat cepat di dalam kereta tersebut. Kurang dari 30 menit kemudian, pintu kereta terbuka dan sampai di stasiun terakhir. Setelah sampai di stasiun Bundaran HI, saya dihadapkan dengan berbagai jalan keluar dengan kode-kode abjad.

Keluar dari sana, saya langsung dihadapkan dengan Tugu Selamat Datang yang seolah menyambut saya di kota Jakarta. Memberikan ucapan selamat datang kepada moda transportasi baru buat warga yang mungkin sudah terlalu muak dengan kemacetan yang menjadi salah satu problema untuk kota Jakarta. (sam)

#MRT Jakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Naik MRT, LRT, dan Transjakarta Bisa Gratis, Cek 15 Golongan yang Berhak Mendapatkannya
Pemprov DKI Jakarta menggratiskan MRT, LRT, dan Transjakarta untuk 15 golongan. Cek daftar penerima dan informasi Kartu Layanan Gratis.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Naik MRT, LRT, dan Transjakarta Bisa Gratis, Cek 15 Golongan yang Berhak Mendapatkannya
Berita Foto
Menilik Proyek Perluasan MRT Bundaran HI untuk Perkuat Konektivitas Transportasi Publik
Alat berat beroperasi saat pengerjaan proyek pembangunan ruang multifungsi di Stasiun MRT Bundaran HI Bank Jakarta, Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 19 Agustus 2026
Menilik Proyek Perluasan MRT Bundaran HI untuk Perkuat Konektivitas Transportasi Publik
Indonesia
Progres Pembangunan MRT Lanjutan Bundaran HI ke Kota sudah Capai 63 Persen
Pembangunan MRT Jakarta merupakan salah satu dari tiga mandat yang diberikan pemerintah pusat kepada MRT Jakarta.
Dwi Astarini - Rabu, 12 Agustus 2026
Progres Pembangunan MRT Lanjutan Bundaran HI ke Kota sudah Capai 63 Persen
Indonesia
Pramono: Tarif MRT, LRT, dan Transjakarta Cuma Rp 1 pada 17 Agustus 2026
Pemprov DKI Jakarta menetapkan tarif khusus Rp 1 untuk MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan Transjakarta pada 17 Agustus 2026 dalam rangka HUT RI ke-81.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 10 Agustus 2026
Pramono: Tarif MRT, LRT, dan Transjakarta Cuma Rp 1 pada 17 Agustus 2026
Indonesia
Tahap Baru Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A, Rekayasa Lalu Lintas Berlaku Mulai 10 Agustus 2026
PT MRT Jakarta menerapkan rekayasa lalu lintas mulai 10 Agustus 2026 untuk pembangunan Stasiun Glodok dan Stasiun Kota. Simak ruas jalan yang terdampak dan jadwal lengkapnya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 07 Agustus 2026
Tahap Baru Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A, Rekayasa Lalu Lintas Berlaku Mulai 10 Agustus 2026
Indonesia
Jokowi Ajak 3 Cucunya Naik MRT Jakarta, Puji AC Tetap Dingin Meski Penumpang Padat
Presiden ke-7 RI Joko Widodo mengajak tiga cucunya naik MRT Jakarta dari Bundaran HI ke Lebak Bulus. Jokowi memuji fasilitas MRT yang nyaman, bersih, dan AC tetap dingin meski penumpang padat.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
Jokowi Ajak 3 Cucunya Naik MRT Jakarta, Puji AC Tetap Dingin Meski Penumpang Padat
Indonesia
Kabar Gembira! Kini Bayar Tiket MRT Bisa Pakai Kartu Kredit Nirsentuh
Pemprov DKI menargetkan sistem pembayaran nirsentuh dapat dikembangkan dan diintegrasikan pada moda transportasi publik lainnya di Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
Kabar Gembira! Kini Bayar Tiket MRT Bisa Pakai Kartu Kredit Nirsentuh
Berita Foto
Potret Pembangunan Stasiun MRT Monas Perkuat Konektivitas Transportasi Jakarta
Sejumlah pekerja mengerjakan proyek pembangunan Stasiun MRT Monas yang termasuk dalam fase 2A CP 201 di Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (25/7/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 25 Juli 2026
Potret Pembangunan Stasiun MRT Monas Perkuat Konektivitas Transportasi Jakarta
Berita Foto
Progres Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A Tembus 61,8 Persen
Aktivitas pekerja menyelesaikan proyek pembangunan Stasiun MRT Jakarta Monas CP 201 Fase 2A di Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (25/7/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 25 Juli 2026
Progres Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A Tembus 61,8 Persen
Berita Foto
Revitalisasi Stasiun MRT Bundaran HI Beri Kemudahan Akses Bagi Pejalan Kaki
Pejalan kaki melawati jalur pedestrian di trotoar Jalan MH Thamrin, kawasan Bundaran HI Jakarta, Sabtu (18/7/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 24 Juli 2026
Revitalisasi Stasiun MRT Bundaran HI Beri Kemudahan Akses Bagi Pejalan Kaki
Bagikan