Kuliner

Perjalanan Panjang Pie Susu Hingga Menjadi Buah Tangan Khas Bali

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 04 Februari 2020
Perjalanan Panjang Pie Susu Hingga Menjadi Buah Tangan Khas Bali

Pie Susu khas Bali jadi oleh-oleh wajib pelancong (Foto: Kintamani)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SIAPA yang tidak kenal dengan pie susu Bali? Camilan khas dengan sebutan londo egg tart ini memiliki cita rasa manis dan gurih khas susu dengan pinggiran yang renyah. Rasanya mustahil jika kamu hanya memakannya satu, karena diamin kamu akan ketagihan. Kamu juga tidak perlu khawatir merasa enek jika makan pie ini, meksi kamu memakannya dalam jumlah banyak.

Baca juga:

Bosan Kue Kekinian, Kuy Cemal-Cemil Jajanan Pasar Ini!

Banyak orang yang beranggapan pie susu dengan pia adalah satu makanan yang sama, nyatanya kedua kue ini berbeda. Pia adalah kue berbentuk bulat dengan empat hingga lima lapis kulit yang renyah. Kue ini memiliki beragam isian, mulai dari kacang hijau, coklat, keju, hingga kacang merah.

Sedangkan pie susu termasuk dalam jenis pastry yang populer di negara barat. Di negara asalnya, pie dicetak bundar dengan diameter mencapai 4-5 cm, diisi dengan egg custard yang terdiri dari campuran susu, telur, dan gula.

Perjalanan Panjang Pie Susu Hingga Menjadi Buah Tangan Khas Bali
Berkembangnya Camilan Pie Susu (Foto: Pixabay/Cegoh)

Perbedaan pie susu bali dan pie di negara barat terletak pada kulit pie yang dicetak bundar dengan diameter 7 cm. Kulit di cetak tipis dan renyah. selain itu egg custard yang digunakan tidak terlalu tinggi dan tebal serta lembut ketika dimakan. Sehingga menghilangkan timbulnya rasa eneg saat dimakan. Paduan antara kulit yang renyah dengan adonan susu dan telur yang pas. Sekilas pie ini berbentuk seperti tutup gelas.

Camilan yang satu ini sangat cocok untuk memanjakan lidah ataupun sebagai buah tangan khas Pulau Dewata. Manis dan gurih dari pie susu ini bisa dengan cepat membalikkan mood kamu untuk tetap produktif setiap harinya.

Baca juga:

5 Tempat Kuliner Khas Bali Ini Bikin Kamu Susah Move On dari Kelezatannya

Pie susu diperkenalkan pada 1940-an oleh Tengs cha Chaan di Hong Kong. Pie susu diperkenalkan di berbagai kafe dan toko roti barat untuk bersaing dengan restoran dim sum, terutama yum cha. Selama ledakan ekonomi tahun 1950-an dan 1960-an, Lu Yu Teahouse memimpin bisnis dengan mini pie susunya.

Sebuah teori menyatakan bahwa pie susu yang berasal dari Hong Kong Sebenarnya mengadaptasi tart custard yang berasal dari Inggris. Canton yang memiliki kontak dengan Inggris disebut-sebut sebagai awal mula proses adaptasi ini.

Perjalanan Panjang Pie Susu Hingga Menjadi Buah Tangan Khas Bali
Pie susu Bermula dari Hong Kong (Foto: Pixabay/Carolina P)

Terlebih sebagai negara jajahan Inggris, Hong Kong juga mengadopsi beberapa makanan Inggris, sehingga makin memperkuat teori pie susu yang berasal dari Inggris. Sementara itu teori lain menyatakan bahwa pie susu sangat mirip dengan kue asal Portugis. Kue ini dinamakan pastel de nata. Teorinya, kue ini hinggap di Hong Kong via koloni Portugis yang berada di Macau.

Dalam masakan Hong Kong modern, pis susu hadir dalam berbagai variasi seperti pie madu telur, pie putih telur, pie coklat, pie green tea, dan pie jahe. Semua jenis pie susu ini merupakan variasi dari pie susu tradisional yang disajikan di Tengs cha Chaan. Pinggiran dari pie susu Hong Kong ini secara keseluruhan memiliki dua jenis, yakni shortcrust pastry atau puff pastry. Pembuatan pie susu Hong Kong ini lebih menggunakan lemak babi daripada shortening atau mentega. (Nic)

Baca juga:

Hangat Nikmat Sup Ikan ala Bali

#Oleh-oleh #Makanan Khas Indonesia #Kuliner Bali #Kuliner #Camilan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Kuliner
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Akar-akar tersebut diidentifikasi sebagai ‘cheonjong’, ginseng liar yang tumbuh secara alami selama setidaknya 50 tahun dengan sedikit campur tangan manusia.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Kuliner
Catat nih, Promo 9.9 2026 Ada Diskon Kuliner hingga Voucher Hemat
Beragam penawaran tersebut bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sekaligus menikmati berbagai layanan dengan harga yang lebih terjangkau.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Catat nih, Promo 9.9 2026 Ada Diskon Kuliner hingga Voucher Hemat
Kuliner
Bertualang Kuliner di JF3 Food Festival 2026, Ada 1.000 Makanan Khas Nusantara
Dengan membawa tema Lokarasa Nusantara, JF3 Food Festival 2026 mengajak kamu menjelajahi cita rasa autentik dari berbagai daerah di Indonesia.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Bertualang Kuliner di JF3 Food Festival 2026, Ada 1.000 Makanan Khas Nusantara
Kuliner
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Studi bersama yang dilakukan peneliti dari Chung-Ang University, Jeju National University, dan World Institute of Kimchi menunjukkan bahwa proporsi warga Korea yang mengaku tidak makan kimchi dalam 24 jam terakhir meningkat hampir dua kali lipat.
Dwi Astarini - Selasa, 25 Agustus 2026
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Indonesia
Produk Camilan UMKM Indonesia Tembus Pasar Cili, Nilai Pesanan Capai Rp 510 Juta
Dua UMKM Indonesia mendapat pesanan produk olahan buah, sayur, dan keripik tempe dari buyer Cili senilai USD 29 ribu atau sekitar Rp 510 juta.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Produk Camilan UMKM Indonesia Tembus Pasar Cili, Nilai Pesanan Capai Rp 510 Juta
Kuliner
Putra Galantza Wakili Indonesia di Hennessy MyWay Global Final 2026
Ia akan menjadi perwakilan Indonesia dalam Hennessy MyWay Global Final yang akan digelar di Prancis.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Putra Galantza Wakili Indonesia di Hennessy MyWay Global Final 2026
Lifestyle
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kopi menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin tetap produktif sekaligus menjaga kesehatan.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Fun
Berusia 25 Tahun, Gery Garudafood Tembus Pasar Australia hingga Korea Selatan
Memasuki usia ke-25 tahun, Gery semakin memperluas jejaknya di pasar internasional. Dipasarkan di Australia, Korea Selatan, China, hingga India.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Berusia 25 Tahun, Gery Garudafood Tembus Pasar Australia hingga Korea Selatan
Kuliner
Oreo X BTS Resmi Hadir di Indonesia, Cookie Enak dengan Cita Rasa Korea
Ini merupakan kreasi spesial dengan rasa hotteok brown sugar pancake yang dibuat bersama BTS dan didedikasikan khusus bagi para penggemarnya di seluruh dunia.
Dwi Astarini - Jumat, 10 Juli 2026
Oreo X BTS Resmi Hadir di Indonesia, Cookie Enak dengan Cita Rasa Korea
Kuliner
Jelajah Kuliner Nusantara di PRJ Kemayoran 2026, dari Kerak Telor hingga Soto Banjar
PRJ 2026 menghadirkan ragam kuliner Nusantara, mulai dari Kerak Telor, Ayam Betutu, Mie Aceh, hingga Soto Banjar dalam satu lokasi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 03 Juli 2026
Jelajah Kuliner Nusantara di PRJ Kemayoran 2026, dari Kerak Telor hingga Soto Banjar
Bagikan