MerahPutih.com - Pemulihan layanan KRL di lintas Bekasi–Cikarang mulai menunjukkan perkembangan pada Rabu (29/4).
Setelah proses evakuasi sarana dan prasarana dilakukan secara bertahap, uji coba operasional pertama telah berhasil dilaksanakan dengan aman.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba menyampaikan, bahwa pada pukul 11.55 WIB, rangkaian kereta uji coba CL-125.4008 telah melintas di Stasiun Bekasi Timur sebagai bagian dari pengujian kesiapan lintas.
Uji coba ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan prasarana, persinyalan, serta aspek keselamatan sebelum layanan kembali berjalan.
“Seluruh proses dilakukan secara hati-hati dengan mengutamakan keselamatan,” ujar Anne.
Baca juga:
DPR Desak Evaluasi Total Taksi Green SM Usai Terlibat Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Sementara di tengah proses pemulihan tersebut, perhatian utama tetap tertuju pada penanganan korban. Hingga saat ini, tercatat ada sebanyak 107 korban, yang terdiri dari 16 meninggal dunia dan 91 luka-luka.
Berdasarkan jumlah tersebut, 43 penumpang telah diperbolehkan pulang, sementara sisanya masih menjalani perawatan di rumah sakit.
“Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik serta keluarga memperoleh informasi yang dibutuhkan,” lanjut Anne.
KAI juga memastikan, barang-barang milik korban yang ditemukan di lokasi akan didata dan dikembalikan kepada keluarga secara bertahap melalui mekanisme yang terkoordinasi.
Baca juga:
KAI dan Kemenhub Perketat Keselamatan, Perlintasan Sebidang Jadi Fokus Utama
Demi mendukung kebutuhan informasi, KAI menyiagakan posko di dua lokasi, yaitu di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga korban, serta di Stasiun Gambir untuk melayani pelanggan KA Jarak Jauh yang terdampak, termasuk proses pengembalian bea tiket.
KAI menegaskan, pemulihan operasional akan dilakukan secara bertahap, seiring hasil evaluasi dan pengujian yang memastikan seluruh aspek keselamatan terpenuhi.
KAI akan terus menyampaikan pembaruan informasi secara berkala seiring perkembangan penanganan di lapangan. (knu)