MerahPutih Nasional- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhy Purdjianto menegaskan, hingga kini belum ada perintah pergantian Kapolri dari Presiden Joko Widodo.
Purnawiranan TNI Angkatan Laut ini menambahkan, masa tugas Kapolri Jenderal (Pol) Sutarman akan berakhir hingga Oktober 2015. Meskipun demikian terbuka kemungkinan jika Presiden Joko Widodo akan mengganti Kapolri. Sebab hal tersebut menjadi hak prerogratif Presiden.
"Itu tergantung pimpinan ya, Pak Presiden kalau beliau menghendaki segera, bisa, akan sampai pensiun juga bisa, terserah beliau, penggunanya kan beliau," katanya seperti dilansir dari situs setkab.go.id di Istana Negara, Selasa (6/1).
Kabar santer yang beredar sosok Komisaris Jenderal Polisi (Komjenpol) Budi Gunawan disebut-sebut sebagai calon kuat pengganti Sutarman.
Jenderal bintang tiga tersebut berpeluang menjadi pucuk pimpinan Korps Bhayangkara lantaran mempunyai kedekatan khusus dengan Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Meski disebut sebagai calon kuat Kapolri, Budi Gunawan di duga mempunyai rekening gendut yang dilaporkan Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK).
Dugaan Budi Gunawan mempunyai rekening gendut dibantah Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane.
"Isu tersebut sebenarnya sudah tuntas di tahun 2010. Hanya saja ditutupi pihak tertentu. Saya punya copy suratnya. Dan, surat tersebut juga sudah dikirim ke PPATK. jadi PPATK nanti akan menjelaskan hal tersebut saat uji kepatutan dan kelayakan," katanya beberapa waktu lalu saat dihubungi merahputih.com. (BHD)