Perdagangan Global Diproyeksi Baru Pulih di 2024

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 06 April 2023
Perdagangan Global Diproyeksi Baru Pulih di 2024

sebuah kapal kargo yang berangkat dari Pelabuhan Yantai di Yantai, Provinsi Shandong, China timur, pada 9 Januari 2023. ANTARA/Xinhua/Tang Ke

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dalam laporan statistik dan prospek perdagangan tahunannya, yang diterbitkan Rabu (5/4) menegaskan pertumbuhan perdagangan global melambat.

Volume perdagangan barang dagangan dunia telah terbebani oleh dampak konflik di Ukraina, inflasi yang tinggi, kebijakan moneter yang lebih ketat, dan ketidakpastian pasar keuangan.

Baca Juga:

Pulihkan Ekonomi, Pj DKI 1 Beri Insentif Pembayaran PBB

Perkiraan pertumbuhan perdagangan pada 2023 naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 1,0 persen pada Oktober lalu. Penyesuaian langkah-langkah COVID-19 Tiongkok adalah "faktor kunci" dalam peningkatan ini. Secara keseluruhan, pertumbuhan perdagangan global pada 2023 akan melambat menjadi 1,7 persen.


Pembukaan kembali China diharapkan dapat meningkatkan perdagangan internasional, kata laporan itu. Terseret oleh kemerosotan tajam pada kuartal keempat, volume perdagangan dunia tumbuh sebesar 2,7 persen, "peningkatan yang lebih kecil dari perkiraan".

Menurut ekonom WTO, PDB global dengan nilai tukar pasar akan tumbuh sebesar 2,4 persen pada 2023. Sementara itu, proyeksi pertumbuhan perdagangan dan PDB pada 2023 berada di bawah rata-rata 12 tahun terakhir, masing-masing sebesar 2,6 persen dan 2,7 persen.

"Dampak COVID-19 yang berkepanjangan dan meningkatnya ketegangan geopolitik adalah faktor utama yang mempengaruhi perdagangan dan output pada 2022, dan ini kemungkinan juga akan terjadi pada 2023," kata Ralph Ossa, Kepala Ekonom WTO.

Kenaikan suku bunga di negara-negara maju juga menyebabkan pelemahan dalam sistem perbankan yang dapat menyebabkan ketidakstabilan keuangan yang lebih luas jika dibiarkan, katanya.

"Pemerintah dan regulator perlu mewaspadai hal ini dan risiko keuangan lainnya dalam beberapa bulan mendatang. Perdagangan terus menjadi kekuatan untuk ketahanan ekonomi global, tetapi akan tetap berada di bawah tekanan dari faktor eksternal pada tahun 2023. Hal ini membuat semakin penting bagi pemerintah-pemerintah untuk menghindari fragmentasi perdagangan dan menahan diri dari memperkenalkan hambatan perdagangan,” kata Direktur Jenderal WTO Ngozi Okonjo-Iweala.

"Berinvestasi dalam kerja sama multilateral dalam perdagangan, seperti yang dilakukan anggota WTO pada Konferensi Tingkat Menteri ke-12 Juni lalu, akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan standar hidup masyarakat dalam jangka panjang," tegasnya.

Pertumbuhan perdagangan global akan pulih menjadi 3,2 persen pada tahun 2024, karena pertumbuhan PDB global meningkat menjadi 2,6 persen.

Perkiraan tersebut lebih tidak pasti dari biasanya karena adanya risiko penurunan substansial, termasuk ketegangan geopolitik, guncangan pasokan makanan, dan kemungkinan dampak tak terduga dari pengetatan moneter.

Baca Juga:

GoTo Beri Nilai Tambah Rp 428 Triliun untuk Ekonomi Nasional

#Pemulihan Ekonomi #Inflasi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Berita
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Dampak ekonomi global terhadap Indonesia pada 2026 mencakup suku bunga AS, inflasi, ekspor komoditas, investasi, dan tantangan APBN.
ImanK - Kamis, 15 Oktober 2026
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Indonesia
Pekan Pertama Oktober, Harga Harga Alami Kenaikan 2 Sampai 9 Persen
Sebanyak 292 kabupaten/kota mengalami kenaikan IPH cabai merah pada minggu pertama Oktober. Sementara itu, cabai rawit tercatat mengalami kenaikan di 259 kabupaten/kota.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
Pekan Pertama Oktober, Harga Harga Alami Kenaikan 2 Sampai 9 Persen
Indonesia
RAPBN 2027: Pemerintah Patok Harga Minyak USD 75 per Barel, Lifting Minyak 610 Ribu Barel per Hari
Pemerintah mematok asumsi harga minyak mentah Indonesia USD75 per barel dalam RAPBN 2027. Lifting minyak ditargetkan 610 ribu barel per hari.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
RAPBN 2027: Pemerintah Patok Harga Minyak USD 75 per Barel, Lifting Minyak 610 Ribu Barel per Hari
Indonesia
Indonesia Alami Deflasi di Bulan Juli 2026, Pendorong Inflasi Harga Bensin dan Biaya Sekolah
Kelompok pendidikan juga mengalami inflasi sebesar 0,55 persen, terutama akibat kenaikan biaya sekolah dasar (SD), taman kanak-kanak (TK), dan bimbingan belajar pada awal tahun ajaran baru.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Agustus 2026
Indonesia Alami Deflasi di Bulan Juli 2026, Pendorong Inflasi Harga Bensin dan Biaya Sekolah
Indonesia
Harga Sayuran Naik akibat Pasokan Berkurang, Pemprov DKI Siapkan Langkah Penanganan
Pemprov DKI Jakarta mengendalikan kenaikan harga sejumlah komoditas sayuran akibat berkurangnya pasokan. TPID diminta mengecek penyebab dan menyiapkan solusi.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 18 Juli 2026
Harga Sayuran Naik akibat Pasokan Berkurang, Pemprov DKI Siapkan Langkah Penanganan
Indonesia
Cermati Inflasi Pangan, Pemerintah Tekan Kenaikan Harga Bahan Baku
Badan Pusat Statistik mencatat, pada Juni 2026, terjadi inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 3,34 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,89.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 15 Juli 2026
Cermati Inflasi Pangan, Pemerintah Tekan Kenaikan Harga Bahan Baku
Indonesia
Intervensi 1,34 Juta Ton Beras Diklaim Bikin Inflasi Harga di Eceran Stabil
Di tingkat eceran terjadi inflasi (beras) secara month to month sebesar 0,45 persen dan secara year on year terjadi inflasi di tingkat eceran sebesar 3,98 persen
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Intervensi 1,34 Juta Ton Beras Diklaim Bikin Inflasi Harga di Eceran Stabil
Indonesia
Bensin, Tarif Angkutan Udara dan Uang Kuliah Penyumbang Inflasi di Juni 2026
Tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) pada Juni 2026 tercatat sebesar 0,44 persen, sedangkan tingkat inflasi year to date (y-to-d) pada Juni 2026 tercatat sebesar 1,79 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 01 Juli 2026
Bensin, Tarif Angkutan Udara dan Uang Kuliah Penyumbang Inflasi di Juni 2026
Indonesia
Surplus Dagang Indonesia Mulai Susut, Tekanan Inflasi Makin Terasa
Perhatian utama pasar saat ini bukan lagi sekadar besarnya ekspor Indonesia, melainkan kecepatan kenaikan impor migas yang mulai menggerus surplus perdagangan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 03 Juni 2026
Surplus Dagang Indonesia Mulai Susut, Tekanan Inflasi Makin Terasa
Indonesia
Harga Beras Bikin Inflasi di Bulan Mei, Inflasi Tahunan 3,08 Persen
Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada komponen harga bergejolak ini adalah cabai merah, bawang merah, tomat, beras dan sawi hijau.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 02 Juni 2026
Harga Beras Bikin Inflasi di Bulan Mei, Inflasi Tahunan 3,08 Persen
Bagikan