Penyebab Pusing saat Bangun Tidur

Selvi PurwantiSelvi Purwanti - Kamis, 20 April 2017
Penyebab Pusing saat Bangun Tidur

Ilustrasi (Foto: Herworldplus.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Sebagian orang mungkin sering mengalami sakit kepala, pusing, mata berkunang-kunang, dan kehilangan keseimbangan saat bangun tidur. Ternyata hal tersebut timbul karena ada beberapa faktor penyebab yang mungkin tidak Anda sadari.

Berikut beberapa penyebabnya.

1. Terkena vertigo

Penyebab pertama adalah karena Anda mengalami gangguan vertigo. Vertigo sendiri merupakan salah satu jenis sakit kepala yang membuat penderitanya seperti merasakan pusing dan kepala serasa berputar-putar. Gejala pusing itu ditimbulkan karena terjadi gangguan koordinasi saraf dan otak yang melemah. Penyebabnya bisa bermacam-macam, salah satunya karena infeksi telinga dalam. Dibandingkan dengan jenis sakit kepala lainnya, vertigolah yang paling parah.

Selain itu, gejala lainnya yang ditimbulkan akibat vertigo juga masih banyak lagi seperti mudah lelah, mual, nyeri otot dan peka terhadap cahaya. Dan cara yang ampuh untuk mengobati penderita vertigo dengan meminum wedang jahe setiap pagi, namun akan lebih baik jika Anda juga melakukan konsultasi dengan dokter agar kondisi Anda bisa cepat membaik.

2. Tekanan darah rendah

Jika Anda merasakan pusing saat bangun tidur juga bisa disebabkan karena Anda memiliki tekanan darah rendah. Jika tekanan darah Anda rendah maka salah satu dampak yang ditimbulkan ialah Anda akan merasakan kepala sering pusing setelah bangun dari tempat tidur.

Timbulnya tekanan darah rendah disebabkan karena kondisi tubuh Anda yang kekurangan vitamin B12. Vitamin tersebut berguna untuk meningkatkan produksi sel darah merah dalam tubuh. Selain pusing ada juga efek lain yang ditimbulkan karena kekurangan vitamin B12, yakni tubuh Anda akan sering merasakan kesemutan, mudah mengantuk, nafsu makan berkurang, dan masih banyak yang lainnya.

3. Efek samping obat-obatan

Obat-obatan memang memiliki khasiatnya masing-masing, contohnya obat sakit kepala berkhasiat meredakan atau menghilangkan rasa sakit kepala.

Namun, obat-obatan juga memiliki efek samping bagi peminumnya, di antaranya pusing. Obat dengan kandungan diuretik, analgesik, transquilizer, dan anticonvulsant adalah jenis obat yang memiliki efek samping pusing, terutama saat Anda bangun tidur di pagi hari.

Jadi jika Anda merasakan sakit, usahakan untuk mencari tahu lebih dulu efek samping yang ditibulkan setelah Anda mengonsumsi obat tersebut.

4. Merasakan gelisah dan cemas

Tanpa Anda sadari, ternyata rasa cemas dan gelisah yang terbawa tidur dapat menyebabkan Anda merasakan pusing saat bangun. Hal itu terjadi karena rasa cemas dapat membuat napas keluar-masuk secara cepat sehingga hal ini mengganggu keseimbangan antara oksigen dan karbondioksida. Efeknya, pembuluh arteri menjadi sempit dan ketika bangun tidur kepala Anda akan terasa pusing.

5. Menggunakan ikat rambut terlalu kuat

Tanpa disadari, mengikat rambut terlalu kuat ternyata dapat menyebabkan pusing saat bangun tidur. Anda perlu melepas ikat rambut saat Anda tidur, karena menggunakan ikat rambut ketika tidur juga menjadi salah satu penyebab dari sakit kepala ketika bangun tidur. Tak hanya itu, penggunaan gel rambut sebelum tidur juga dapat menyebabkan Anda merasakan pusing.

Demikianlah beberapa penyebab yang ditimbulkan kenapa Anda sering merasakan pusing saat bangun tidur. Lihat juga beberapa informasi lainnya mengenai kesehatan dan kecantikan yang wajib Anda ketahui, di sini: 4 Bahan Alami untuk Bersihkan Make-Up yang Membandel.

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Selvi Purwanti

Simple, funny and passionate. Almost unreal
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Bagikan