Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Kesehatan

Penyakit yang Mengincar Anak Obesitas

Muchammad YaniMuchammad Yani - Sabtu, 20 Juli 2019
Penyakit yang Mengincar Anak Obesitas

Penyakit yang Mengincar Anak Obesitas (Sumber: Pixabay/Mcconnmama)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SAAT anak masih kecil, orangtua cenderung tidak terlalu memperhatikan asupan makanannya sehari-hari. Rasanya tidak tega untuk melarangnya makan ini itu terutama jika mereka meminta makanan manis seperti donat, cokelat, dan permen. Mitos soal anak sehat memiliki tubuh yang gemuk juga rupanya masih melekat pada mindset orangtua.

Anak yang gemuk memang terlihat menggemaskan apalagi ketika pipinya terlihat chubby dan berisi, seperti punya boneka hidup. Tetapi rupanya banyak penyakit mengincar anak-anak obesitas dan akan berakhir fatal.

Dilansir dari kidshealth.org, jika obesitas pada anak dibiarkan begitu saja, mereka akan menanggung banyak penyakit kronis pada usia dewasa. Sebaiknya mulai sekarang asupan makanan perlu diperhatikan. Berikut ulasan penyakit-penyakit yang umum diderita anak obesitas.

1. Apnea Tidur

Apnea tidur (Sumber: Pixabay/ddimitrova)
Apnea tidur (Sumber: Pixabay/ddimitrova)

Anak yang terlalu gemuk akan sulit bernapas. Hal itu karena tumpukkan lemak di dalam tubuhnya menekan organ-organ dalam yang penting, salah satunya-paru-paru. Akibatnya anak akan kesulitan untuk tidur.

2. Masalah Tulang

masalah tulang (Sumber: Pixabay/rawpixel)
masalah tulang (Sumber: Pixabay/rawpixel)

Meskipun masih kecil, anak-anak harus menjaga keseimbangan tubuhnya. Kelebihan berat badan dapat menyebabkan kerusakan pada sendi dan tulangnya. Ini diakibatkan dari tekanan dan berat yang ditanggung oleh kerangka tubuh. Anak obesitas lebih rentan mengalami patah tulang dan nyeri sendi.

3. Diabetes

Diabetes (Sumber: Pixabay/Tumisu)
Diabetes (Sumber: Pixabay/Tumisu)

Obesitas identik dengan penyakit diabetes. Anak-anak yang obesitas biasanya terkena penyakit diabetes tipe 2 di mana tubuhnya tidak mampu mencerna glukosa dengan baik. Jika hal ini tidak ditangani lebih lanjut lama-lama akan menyebabkan disfungsi ginjal.

4. Asma

Asma (Sumber: Pixabay/OpenClipart-Vectors)
Asma (Sumber: Pixabay/OpenClipart-Vectors)

Rata-rata anak yang obesitas memiliki penyakit asma di mana kumpulan lemak di dalam tubuh mengakibatkan inflamasi sistem kardiovaskuler. Hal ini menyebabkan anak sulit bernafas dan mengalami gejala penyakit asma.

5. Kanker Usus

Menyebabkan kanker usus (Sumber: Pixabay/OpenClipart-Vectors)
Menyebabkan kanker usus (Sumber: Pixabay/OpenClipart-Vectors)

Jika anak dibiarkan makan apa saja tanpa diperhatikan jumlah kalori dan kandungannya, bisa-bisa elemen yang terdapat di makanan tersebut belum bisa dicerna oleh usus anak kecil karena masih sangat sensitif. Akibatnya banyak sisa-sisa kalori atau kotoran yang mengendap di dalam usus yang mendorong terbentuknya sel-sel kanker pada usus anak. (mar)

#Anak #Obesitas
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Festival Pahlawan Anak 2026 Digelar di Jakarta, Angkat Isu Kekerasan hingga Stunting
Save the Children menggelar Festival Anak Pahlawan pada 13-16 Agustus 2026. Acara ini mengajak masyarakat mewujudkan lingkungan aman.
Soffi Amira - Jumat, 17 Juli 2026
Festival Pahlawan Anak 2026 Digelar di Jakarta, Angkat Isu Kekerasan hingga Stunting
Indonesia
Ancol Gratiskan Tiket Unit Rekreasi Saat Hari Anak, Tapi Ada Kuota
Pemberian tiket gratis hanhya bagi anak-anak untuk menikmati pengalaman rekreasi wisata edukatif dan hiburan dalam memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 16 Juli 2026
Ancol Gratiskan Tiket Unit Rekreasi Saat Hari Anak, Tapi Ada Kuota
Indonesia
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Pentingnya teknologi Age Assurance bagi PSE sesuai PP Tunas. Teknologi ini menutup celah verifikasi usia manual dan didukung program literasi digital untuk orang tua.
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Program Cek Kesehatan Gratis di sekolah menemukan berbagai masalah kesehatan siswa, mulai dari gangguan kebugaran, gigi berlubang, anemia hingga tekanan darah meningkat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Indonesia
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Beberapa anak terlaporkan mengidap penyakit seperti pneumonia, bronkitis, infeksi saluran kemih (ISK), hingga mengalami stunting akibat kekurangan gizi dan dehidrasi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Indonesia
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Pemerintah daerah kini memikul tanggung jawab besar untuk menyisir kembali legalitas setiap satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman penitipan anak
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Indonesia
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Pengelola tempat penitipan anak yang baik seharusnya terbuka dan kooperatif dalam menanggapi kekhawatiran yang disampaikan oleh orang tua.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 April 2026
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Indonesia
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Popok tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan untuk menjaga kenyamanan dan mendukung tumbuh kembang si Kecil dalam penggunaan sehari-hari.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Indonesia
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Kini halaman Bantuan YouTube di Indonesia, tertulis pernyataan resmi: “Jika Anda berusia di bawah 16 tahun di Indonesia, akses ke akun Anda di YouTube mungkin akan dinonaktifkan.”
Wisnu Cipto - Rabu, 22 April 2026
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Olahraga
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Komisi I DPR mendukung kebijakan Komdigi, yang melarang anak di bawah 16 tahun memiliki akun media sosial.
Soffi Amira - Rabu, 11 Maret 2026
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Bagikan