Kesehatan

Penting, Melapisi Dudukan Kloset sebelum Digunakan

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Rabu, 07 Juni 2023
Penting, Melapisi Dudukan Kloset sebelum Digunakan

Kuman dari kotoran dapat dengan mudah tersemprot dari dalam ceruk kloset ke dudukan. (Foto: Unsplash/Giorgio Trovanto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BEBERAPA orang mungkin merasa terganggu ketika ingin buang air besar di toilet umum. Entah karena kondisi kamar mandi yang kotor atau enggan untuk duduk di dudukan kloset bekas pakai orang lain.

Dudukan kloset bisa mengandung kuman sehingga melapisinya dengan kain atau sarung khusus bisa menjadi pilihan terbaik bagi seseorang. Demikian diungkapkan pakar pencegahan infeksi dari Department of Clinical Epidemiology di The Ohio State University Wexener Medical Center Kadi Banjoko, MSPH, CIC.

"Tidak jarang kita melihat cipratan urine di dudukan kloset," katanya, seperti dilansir Livestrong, Minggu (4/6).

Kuman dari kotoran dapat dengan mudah tersemprot dari dalam ceruk kloset ke dudukan, begitu juga saat seseorang menyiram kotoran itu atau kadang disebut toilet plume yang berisiko menularkan virus dan bakteri penyebab infeksi, menurut tinjauan dalam Journal of Applied Microbiology pada Desember 2021.

Baca juga:

Dampak Buruk Tak Menutup Kloset Duduk Ketika Menyiram

Pentingnya Melapisi Dudukan Kloset Sebelum Digunakan
Beberapa orang mungkin merasa terganggu ketika ingin buang air besar di toilet umum. (Foto: Unsplash/Giorgio Trovato)


Banjoko mengakui, duduk di dudukan toilet bukanlah cara paling langsung untuk kontak dengan kuman di kamar kecil karena kuman akan membutuhkan cara untuk berpindah dari dudukan ke kulit seseorang. Apalagi jika dia tidak memiliki goresan atau luka di kaki, sehingga tidak mungkin kuman di dudukan kloset masuk ke tubuh dan menginfeksi dirinya.

Kecuali, jika dia menyentuh dudukan kloset langsung tanganmu dan kemudian menyentuh wajah tanpa terlebih dahulu mencuci tangan. Walau begitu, tetap saja, selalu ada kemungkinan kecil seseorang dapat mengalami masalah kesehatan hanya dengan duduk di dudukan kloset. Jadi, melakukan pencegahan layak dilakukan.

Baca juga:

Duduk atau Jongkok, Kloset Manakah yang Lebih Baik?

Pentingnya Melapisi Dudukan Kloset Sebelum Digunakan
Kamu bisa membersihkannya terlebih dahulu menggunakan tisu. (Foto: Unsplash/Claire Mueller)


Selain dudukan kloset pegangan pintu kamar mandi, keran, dan tempat sabun hampir dijamin terkontaminasi oleh serangga yang dapat mengganggu kesehatan, menurut sebuah studi dalam Journal of Family Medicine and Primary Care pada Juni 2020.

Dalam hal ini, cara terbaik untuk melindungi diri sendiri yakni dengan mencuci tangan sampai bersih setelah melakukan akitivitas di kamar mandi. Banjoko menyarankan sebaiknya gunakan tisu saat menutup keran dan pegangan pintu saat keluar dari ruangan. (and)

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Indonesia
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Selain itu tidak boleh ada lagi diskriminasi pelayanan antara peserta BPJS Kesehatan dan pasien non-BPJS.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Indonesia
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Pemerintah telah melakukan uji coba melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Tekno
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tren olahraga ekstrem seperti lari dan Hyrox kian marak, namun fenomena mendadak atlet tanpa cek kesehatan justru memicu risiko fatal henti jantung!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Bagikan