MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mulai melakukan anitisipasi adanya Pedagang Kaki Lima (PKL) dadakan di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat saat bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri.
Wali Kota Jakarta Pusat, Bayu Magantara memastikan hari ini mulai mensterilkan kawasan pasar terbesar se-Asia Tenggara itu dari serbuan PKL yang kerap melanggar aturan dengan berjualan di bahu jalan dan di atas trotoar.
"Mulai hari ini kita sudah berupaya mensterilisasi tempat-tempat yang rawan. Mereka sudah kita tempatkan di atas JPM. Tentu nanti akan kami Ingatkan kalau ada (yang jualan di atas trotoar)," kata Bayu, usai menghadiri groundbreaking Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Tanah Abang Blok G, Jakarta Pusat, Rabu (24/4).
Bayu menjelaskan Pemerintah Kota Jakarta Pusat menerjunkan sekitar 400 petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk antisipasi menjamurnya PKL di Tanah Abang. Namun, lanjut dia, Pemprov DKI akan mengingatkan dengan cara yang humanis bila ada PKL yang berjualan melanggar aturan.
"Kita tambah anggota 250. Sebelumnya ada 157," tegas orang nomor satu di Kotamadya Jakarta Pusat itu.
Di samping itu, kata dia, Pemprov DKI juga menyiapkan dua mobil ambulan yang ditempatkan di sekitar kolong Skybridge atau Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM). Ambulan itu dikerahkan guna mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, mengingat jumlah pengunjung kawasan Pasar Tanah Abang akan membludak tinggi pada bulan Ramadan.
"Tidak hanya itu kita juga sudah mengantisipasi seperti penempatan mobil ambulans dua mobil. Dibawah blok G dan di dekat JPM. Karena kita tahu nanti pas jelang ramadhan pasti banyak masyarakat berbondong belanja disini. Makanya kita sediakan dua ambulans itu," tutup dia. (Asp)