MerahPutih Internasional - Polisi Turki menggerebek kantor Majalah Nokta pada Senin lalu (14/9) karena dianggap mengejek Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan lewat foto selfie.
Awalnya, Nokta memuat foto selfie tersebut pada sampul majalahnya untuk mengkritik presiden usai mengatakan bahwa kemartiran merupakan penyebab kebahagiaan.
Namun penggerebekan yang dilakukan Pemerintah Turki ini menuai banyak kecaman dari berbagai pihak. Dewan Komisaris Eropa, misalnya. Mereka menyatakan prihatinannya atas serangan terhadap media cetak tersebut.
"Larangan, razia dan penangkapan ini merupakan situasi mengkhawatirkan terkait kebebasan berekspresi di Turki," tulis akun official Twitternya.
Majalah Nokta juga sebelumnya pernah dilarang terbit selama delapan tahun karena sampul majalahnya yang kontroversial.
Turki memang telah keluar sebagai daftar negara dalam indeks kebebasan pers di dunia pada tahun 2014.
BACA JUGA: