Pengelola Wisata Tebing Breksi Sepakat Tak Boleh Ada Atribut Parpol
Pengelola dan pelaku bisnis di Taman Wisata Bukit Breksi menggelar deklarasi untuk terselenggaranya Pemilu Damai. (Foto: MP/Cahyo Purnomoedi)
MerahPutih.com - Pengelola dan pelaku bisnis di Taman Wisata Bukit Breksi, Yogyakarta, menggelar deklarasi untuk terselenggaranya Pemilu Damai.
Dalam deklarasi ini, para pelaku bisnis ini tak ingin karena perbedaan pilihan politik di Pemilu 2024 berdampak pada kerukunan dalam membangun dan memajukan Taman Wisata Bukit Breksi.
Ketua Pengelola Taman Wisata Bukit Breksi Kholiq Widiyanto mengatakan, kurang lebih ada 500 orang pelaku wisata di Taman Wisata Bukit Breksi. Mereka terdiri dari pengelola, pemilik jip wisata, hingga pedagang kaki lima.
Baca Juga:
KPU DKI Ingatkan Parpol dan Caleg Tak Pasang Alat Peraga Pemilu
"Kami berkeinginan agar kerukunan dan keguyuban pelaku ekonomi di Breksi ini, terutama menjelang Pemilu yang bisa dibilang seperti cuaca saat ini atau panas, bisa tetap kondusif dan dingin," ucap Kholiq dalam keterangannya, Sabtu (2/9).
"Tujuan kita adalah satu yaitu mengembangkan pariwisata. Jangan sampai karena beda pilihan terjadi percekcokan, sikut-sikutan dengan sesama pelaku wisata di Breksi," urai Kholiq.
Kholiq menerangkan, sejak pandemi COVID-19 hingga saat ini, kondisi perekonomian di bidang pariwisata khususnya di Breksi belum sepenuhnya pulih seperti semula. Kholiq meminta agar kondisi ini bisa menjadi bahan evaluasi bersama bagi para pelaku ekonomi di Taman Wisata Bukit Breksi.
"Kita harus fokus menjalani pekerjaan kita. Bagaimana di tengah kondisi wisata yang sepi dan fenomena ini dirasakan di seluruh tempat wisata di DIY, kita bertahan tetapi tetap berkembang," urai Kholiq.
"Kami pelaku wisata di Breksi ini berkeinginan untuk fokus mengembangkan wisata. Jangan sampai kemudian karena berbeda pilihan di Pemilu ini justru membuat kami tercerai berai, saling sikut dan melupakan kebersamaan kami dalam membangun ekonomi di Breksi," imbuh Kholiq.
Baca Juga:
Survei LSI: PDIP Tertinggi, 8 Parpol Diprediksi Lolos ke Senayan
Kholiq menuturkan untuk menjaga kondusifitas ini, pihak pengelola sejak tahun 2015 lalu sudah sepakat untuk tidak ada pemasangan atribut partai politik (parpol) apa pun di sekitaran Taman Wisata Tebing Breksi.
"Kalau atribut partai kami sudah sepakat semenjak 2015 atau sejak berdirinya Breksi, tidak ada atribut partai kecuali skala even," ucap Kholiq.
"Kita tidak menolak untuk Tebing Breksi dijadikan venue atau tempat kampanye dari berbagai parpol. Tapi itu sifatnya insidentil atau hanya saat even saja boleh ada atribut. Setelah even selesai, atribut sudah tidak boleh ada," imbuh Kholiq.
Sementara itu, Kanit Bintibsos Satbinmas Polresta Sleman Iptu Giri Sutopo berharap agar ada sinergi antara para pelaku ekonomi di Taman Wisata Tebing Breksi dengan pihak kepolisian untuk menjaga kondusifitas lingkungan terutama menjelang dan saat Pemilu 2024.
Giri mengimbau agar masyarakat menghormati perbedaan pilihan politik secara dewasa. Perbedaan politik, lanjut Giri merupakan sesuatu hal yang biasa dan jangan dijadikan pemecah belah.
"Harapan kami, masyarakat maupun pelaku wisata di Breksi ini selalu menjaga kondusifitas agar nanti tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Semua bisa berjalan lancar, aman dan masyarakat bisa hidup tenang dan tak ada gesekan karena beda pilihan. Masyarakat tetap bersatu dan tidak terpecah-pecah dan bersinergi dengan kami di kepolisian dalam menjaga kondusifitas," tutup Giri. (Cahyo Purnomoedi/Yogyakarta)
Baca Juga:
MK Tolak Gugatan Masa Jabatan Ketum Parpol Maksimal 10 Tahun
Bagikan
Berita Terkait
Istana Respons Usulan E-Voting Pilkada, Sebut Perlu Kajian Mendalam
Istana Bantah Isu Pemilihan Presiden Lewat MPR, Pastikan Tetap Dipilih Rakyat
Fanny Soegi Hadirkan “Jogja Lantai 2”, Liriknya Memotret Sisi Sunyi Yogyakarta
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Sambut Long Weekend Isra Mikraj, KAI Daop 6 Kerahkan 4 KA Tambahan
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Heboh Kodifikasi Hukum Pemilu, Komisi II DPR Tegaskan Pilkada Lewat DPRD Konstitusional