MerahPutih.com - Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, berjanji Indonesia takkan mengimpor barang apapun jika terpilih sebagai presiden dalam Pemilihan Presiden 2019. Janji Prabowo itu dikritik mustahil terwujud sampai kapanpun karena tidak ada negara manapun yang bisa bebas dari impor saat ini.
Pengamat Politik Ujang Komarudin menjelaskan di era globalisasi saat ini tidak ada satu negara pun yang tidak terkoneksi dengan negara lain. Artinya, lanjut dia, yang harus dikembangkan itu bagimana menggenjot ekspor Indonesia, bukannya menghilangkan impor sama sekali.
"Sekarang bagaimana ekspor lebih besar dari impor. Bukan impor ditiadakan. Sampai zaman kuda gigit besi pun tak mungkin terealisasi janji Prabowo," kata Ujang kepada MerahPutih.com, Senin (5/11).
Menurut Ujang, Prabowo harus menghadirkan gagasan baru yang bisa memecahkan persoalan ekonomi bangsa ini. Ujang menyebut salah satu solusi yang bisa ditempuh yakni dengan penguatan ekspor.
"Ekspor itu harus lebih banyak dari impor, itu yang benar. Yang penting ekspor lebih besar dari impor. Misal impor 40 persen, ekspor 60 persen itu yang bagus," paparnya.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini menyarankan mantan Danjen Kopassus itu agar tidak lagi mengutarakan janji menyetop impor. Pasalnya, kata Ujang, impor merupakan suatu keniscayaan.
"Ngga mungkin juga negara-negara adidaya seperti Amerika Serikat, China tidak mengekspor barangnya ke Indonesia. Karena Indonesia ini kan pasar. Target market. Karena jumlah penduduknya besar, masyarakatnya konsumtif," pungkasnya. (Pon)