Pengamat: Prabowo Rela Gadaikan Hukum Demi Hasrat Jadi Presiden

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Senin, 17 September 2018
Pengamat: Prabowo Rela Gadaikan Hukum Demi Hasrat Jadi Presiden

Prabowo Subianto di acara Ijtima Ulama II. MP/Ponco Sulaksono.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ijtima Ulama II telah memutuskan mendukung pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019 mendatang. Dukungan ini ditandai dengan penandatanganan pakta integritas yang berisi 17 poin kesepakatan.

Dari 17 poin itu ada satu yang khusus terkait dengan pendiri Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Ijtima Ulama meminta Prabowo jika terpilih sebagai presiden menggunakan hak prerogratifnya untuk menghentikan kasus pidana yang menjerat Rizieq.

Tak hanya itu, Prabowo juga menyetujui membebaskan semua ulama alumni 212 yang kini berstatus tersangka dan mengintervensi penegak hukum untuk menghentikan kasus hukum mereka.

Prabowo
Prabowo Subianto menandatangani 17 butir pakta integritas untuk mendapatkan dukungan dari forum Ijtima Ulama. MP/Ponco Sulaksono.

Pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menyatakan Ketua Umum Partai Gerindra itu telah menggadaikan proses hukum demi mendapat dukungan Ijtima Ulama.

"Bisa saja (Prabowo menggadaikan proses hukum demi mendapat dukungan Ijtima Ulama) karena memang dia butuh dukungan," kata Ujang kepada MerahPutih.com, Senin (17/9).

Menurut Ujang, pakta Integritas atau kontrak politik merupakan hal yang lumrah. Hal tersebut dilakukan untuk mengikat calon presiden agar sama-sama bergerak dan sama-sama saling menguntungkan.

"Kan dulu konsepnya jika sudah terpilih, jika sudah menang, lupa dan akhirnya meninggalkan. Bahkan tidak akan melirik lagi kelompok-kelompok yang dulu mendukung ketika sudah menang. Kan itu dasarnya," ujar dia.

Namun, Ujang menilai poin 16 dalam Pakta Integritas yang meminta Prabowo jika terpilih sebagai presiden menggunakan hak prerogratifnya untuk menghentikan kasus pidana yang menjerat Rizieq berlebihan.

"Karena sejatinya hukum ditegakkan atas dasar objektifitas, atas dasar fakta jadi harus dikembalikan kepada penegak hukum tidak boleh diintervensi oleh siapapun," tegas dia.

Rizieq
Rizieq Shihab saat berorasi dalam demo yang dilgelar di Jakarta. MP/Rizki Fitriyanto

Jika pun nantinya Prabowo terpilih sebagai presiden, lanjut Ujang, hukum harus tetap berada di koridornya. Kata dia, jika memang Rizieq terbukti tidak bersalah status tersangka bisa dicabut, tetapi berlaku sebaliknya tidak bisa diintervensi seorang presiden sekalipun.

"Tidak harus ada intervensi dari pemerintah. Yang jelas hukum harus ditegakan berdasarkan nilai-nilai objektifitas dan landasan hukum yang adil," tandas Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini. (Pon)

#Prabowo Subianto #Rizieq Shihab #Ijtima Ulama II
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Dicari Prabowo Tidak Ada, KDM Ternyata Ikut Padamkan Karhutla Ciremai: Juga Sudah Lapor ke Pak Seskab!
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (KDM) buka suara alasan absen saat dicari Presiden Prabowo. KDM mengaku fokus memimpin pemadaman karhutla Gunung Ciremai.
Wisnu Cipto - Jumat, 23 Oktober 2026
Dicari Prabowo Tidak Ada, KDM Ternyata Ikut Padamkan Karhutla Ciremai: Juga Sudah Lapor ke Pak Seskab!
Indonesia
Pemerintah Siapkan Rp 1,28 Triliun untuk Program Satu Orang Satu Rekening, Bakal Dapat Saldo?
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp 1,28 triliun untuk program Satu Orang Satu Rekening. Simak target dan kriteria penerimanya.
Soffi Amira - Jumat, 23 Oktober 2026
Pemerintah Siapkan Rp 1,28 Triliun untuk Program Satu Orang Satu Rekening, Bakal Dapat Saldo?
Indonesia
Momen Kocak Prabowo Cari Gubernur Jabar KDM yang Absen di 'Kandang Sendiri' Hingga Goda Pramono Anung
Presiden Prabowo Subianto curi perhatian publik saat mencari keberadaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (KDM) yang absen di acara Rakornas TPAKD. Simak momen uniknya di sini!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 22 Oktober 2026
Momen Kocak Prabowo Cari Gubernur Jabar KDM yang Absen di 'Kandang Sendiri' Hingga Goda Pramono Anung
Indonesia
Survei Voxpol Center: Mayoritas Warga Yakin Pemerintahan Prabowo-Gibran Mampu Bawa Perubahan
Cek hasil survei kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran terbaru dari Voxpol Center. Mayoritas publik, sekitar 63,3 persen, yakin mereka mampu memimpin dan atasi masalah negara!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 22 Oktober 2026
Survei Voxpol Center: Mayoritas Warga Yakin Pemerintahan Prabowo-Gibran Mampu Bawa Perubahan
Indonesia
Prabowo Tegaskan Politik Persatuan Nasional, Ajak Semua Elemen Bangsa Utamakan Rakyat
Presiden Prabowo Subianto menegaskan politik persatuan nasional dan mengajak seluruh elemen bangsa menjaga keberagaman serta mengutamakan kesejahteraan rakyat.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Oktober 2026
Prabowo Tegaskan Politik Persatuan Nasional, Ajak Semua Elemen Bangsa Utamakan Rakyat
Indonesia
Prabowo Tantang Balik Indeks MSCI: Bangsa Indonesia Pantang Mundur Hadapi Tekanan Asing
Presiden Prabowo Subianto tegaskan Indonesia tak gentar hadapi tekanan indeks MSCI terkait dinamika pasar modal. Cek 3 alasan MSCI soroti bursa saham RI di sini!
Angga Yudha Pratama - Rabu, 21 Oktober 2026
Prabowo Tantang Balik Indeks MSCI: Bangsa Indonesia Pantang Mundur Hadapi Tekanan Asing
Berita Foto
Relawan 98 Resolution Network Beberkan Gerak Nyata Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Relawan 98 Resolution Network, Haris Rusly Moti (tengah) menyampaikan pandangan 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 21 Oktober 2026
Relawan 98 Resolution Network Beberkan Gerak Nyata Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Indonesia
Perlinsos Digital Diluncurkan 10 November 2026, Pemerintah Incar Bansos Tepat Sasaran
Presiden RI, Prabowo Subianto, akan meluncurkan Perlinsos Digital pada 10 November 2026. Bansos diharapkan tepat sasaran.
Soffi Amira - Rabu, 21 Oktober 2026
Perlinsos Digital Diluncurkan 10 November 2026, Pemerintah Incar Bansos Tepat Sasaran
Indonesia
2 Tahun Prabowo-Gibran, Pengamat Pertanyakan Dampak Kebijakan ke Rakyat
Pengamat kini mempertanyakan kepercayaan publik terhadap dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Soffi Amira - Selasa, 20 Oktober 2026
2 Tahun Prabowo-Gibran, Pengamat Pertanyakan Dampak Kebijakan ke Rakyat
Indonesia
Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Daya Beli hingga Lapangan Kerja Disorot
Evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran menjadi momentum terhadap dampak kebijakan ekonomi.
Soffi Amira - Selasa, 20 Oktober 2026
Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Daya Beli hingga Lapangan Kerja Disorot
Bagikan