Pengamat Khawatir Kabinet Prabowo-Gibran 'Obesitas'
Presiden terpilih Prabowo Subianto bersama Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar usai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Legislatif PKB di Jakarta, Kamis (10/10/2024). ANTARA/Rio Feisal
MerahPutih.com - Presiden terpilih Prabowo Subianto dalam dua hari terakhir memanggil banyak calon menteri atau Wamen hingga kepala badan ke kediamannya.
Pengamat kebijakan publik Riko Noviantoro menyoroti jumlah calon pengisi kabinet Prabowo yang terkesan berlimpah.
“Saya khawatir jadi kabinet obesitas,” kata Riko di Jakarta, Rabu (16/10).
Riko menuturkan, kabinet seolah menjadi ruang ‘berbagi’ kepentingan politik pasca Pilpres 2024. “Tak heran koalisi gemuk kabinetnya jadi gemuk. Kepentingan politik diakomodir dalam pemerintahan,” ungkap Riko.
Baca juga:
Pengamat Nilai Komposisi Calon Menteri Kabinet Prabowo Masih Didominasi Unsur Politik
Jumlah pejabat kabinet yang banyak maka berpotensi menciptakan birokrasi yang lambat. Bahkan kurang inovatif, dan lebih fokus pada mempertahankan kekuasaan daripada menyelesaikan masalah nyata di masyarakat. Riko menyebut, Prabowo mesti memastikan kabinet ini tetap efektif dan efisien, meskipun berisi banyak politisi.
“Kunci keberhasilan kabinet Prabowo adalah bagaimana ia dapat mengelola kepentingan-kepentingan politik ini tanpa mengorbankan pelayanan publik,” imbuh Riko.
Kolaborasi antara menteri-menteri yang berasal dari kalangan politik dan profesional harus dikelola dengan baik, agar birokrasi tidak terjebak dalam kepentingan partisan.
“Ini bisa dilakukan dengan memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil berdasarkan analisis data yang kuat dan kebutuhan masyarakat, bukan sekadar keinginan untuk mempertahankan kekuasaan,” tutup peneliti dari lembaga riset publik, IDP-LP ini.
Sekedar informasi, Presiden terpilih Prabowo Subianto selama dua hari terakhir, Senin (14/10) dan Selasa (15/10) memanggil lebih dari 100 orang kandidat calon anggota kabinet pemerintahan mendatang ke rumahnya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan.
Baca juga:
Calon Menteri Kabinet Prabowo Diberi Pembekalan Antikorupsi hingga Urusan Geopolitik
Mereka yang dipanggil mempunyai latar belakang beragam mulai dari petinggi partai politik, profesional, Menteri aktif di kabinet Presiden Jokowi, Purnawirawan TNI-Polri, artis, Atlet, tokoh agama, hingga relawan.
Prabowo mengatakan proses seleksi itu untuk pengisian kabinet sudah berjalan lama. Ia sudah mempelajari nama-nama yang akan bergabung di kabinet jauh hari sebelum memanggil mereka ke Kertanegara.
"Kita adakan pemantauan diskusi dan sebelum saya undang ke sini sebenarnya mereka sudah menyatakan bersedia membantu saya," ujarnya.
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
Menteri PPN/Bappenas Sebut Program MBG Lebih Mendesak dari Lapangan Kerja
Isu Reshuffle Kabinet Menguat, PKB: Presiden Prabowo Pasti Punya Pertimbangan Matang
Habiburokhman Tegaskan Kapolri Listyo Sigit 100 Persen Loyal pada Prabowo, Sebut Jadi Saksinya
HNW Soroti Partisipasi Indonesia di Board of Peace, Ingatkan Amanat UUD 1945 soal Palestina
Profl Delapan Anggota DEN dari Unsur Pemangku Kepentingan, Mulai dari Pakar Geofisika Legendaris Hingga Pendiri INDEF
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Stop Gaji Anggota DPR selama 3 Bulan, Uangnya Dipakai untuk Bantu Korban Bencana Alam
Dinilai Berisiko, Indonesia Harus Siap Mundur dari Board of Peace jika Abaikan Palestina
Indonesia Gabung Board of Peace, Eks Wamenlu Ingatkan Risiko Dominasi AS
Izinnya Dicabut Prabowo, 28 Perusahaan Perusak Hutan Diminta Bertanggung Jawab
Arahan dari Prabowo, BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jabodetabek