Pengacara Zaman Now, Harus Mengedepankan Win Win Solution

Muchammad YaniMuchammad Yani - Senin, 06 November 2017
Pengacara Zaman Now, Harus Mengedepankan Win Win Solution

Lexyndo Hakim SH MH MKn, seorang pengacara muda (MP/Muchammad Yani)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BEDA zaman beda juga cara kerjanya. Hal ini berlaku untuk semua profesi, termasuk pengacara. Profesi yang banyak diminati oleh banyak anak muda ini kini harus lebih mengedepankan upaya mediasi dan komunikasi dengan pihak lawan. Sehingga akan terjadi win win solution di setiap kasus yang dihadapi.

"Ketika ada perkara pertama-tama kita buka seluas-luasnya komunikasi antar pihak, sudah pasti klien sama lawan gak nyambung, makanya sebagai kuasa dari klien, tugas pengacara zaman now harus supel dan pandai pandai berkomunikasi dengan pihak lawan," ucap Lexyndo Hakim SH MH MKn, seorang pengacara muda.

Pria yang juga sebagai Konsultan HKI di Hakim Law Firm ini juga menjelaskan ketika masing-masing sudah bicara gengsi dan harga diri di dalam pengadilan hal tersebut tak akan memecahkan masalah dan malah memperuncingnya.

Gracia Natalie SH MHum

"Pengacara zaman now ya mungkin harus kurang kurangi bertikai di pengadilan. Upayakan lobi-lobi mediasi yang dapat berujung perdamaian," ucapnya.

"Tentunya hal berbeda misalnya, dalam perkara pidana umum, pembunuhan, bahkan korupsi, ya kita kerja membela klien dengan memaksimalkan bukti, argumentasi dan yurisprudensi," Lanjut Lexy.

Di tempat yang sama, Gracia Natalie SH MHum, wanita yang juga berprofesi sama seperti Lexy mengatakan pengacara zaman now harus belajar banyak dengan para senior. Menurutnya, seorang pengacara akan semakin ahli karena pengalaman.

Aldrien Steven SH MH

"Pengacara jaman dulu, lebih tangguh contoh aja Almarhum Bang Adnan Buyung, Bu Lely, Bang Todung, mereka kerja keras, serius, dan apa yang mereka dapatkan adalah buah dari perjalanan hidup mereka," ucap.

Lain lagi pendapat Aldrien Steven SH MH, pengacara Pajak yang banyak berpraktek di Batam. Menurutnya sebagai pengacara zaman now, sudah tentu syarat utamanya adalah pandai bicara, selain juga kemampuan analitis masalah.

"Pengacara zaman now mungkin harus juga menguasai bidang entertainment lawyer", tutur Henky Solihin SH MH, Pengacara yang juga Konsultan HKI di Bandung. Istilah entertainment lawyer sendiri adalah mereka yang bertugas mengurusi persoalan hukum tentang hal-hal yang berhubungan dengan dunia hiburan. Misalnya copyright, hak cipta, hak kekayaan intelektual, sampai paten merek dan lainnya.

Henky Solihin MZ, SH.,MH

Namun dari semua itu yang paling terpenting bagi pengacara zaman now adalah peduli dengan kepentingan wong cilik, dan pengacara yang mengutamakan membela ketidakadilan.

"Masyarakat datang ke Pengacara karena dia butuh bantuan hukum, layani sebaik-baiknya, banyak orang mengaku-ngaku pengacara ga taunya markus, kasian kliennya, ibaratnya sudah jatuh tertimpa tangga. Kita butuh pengacara yang tidak lupa akan tanggung-jawab profesinya, kita harus jadi pengacara yang dihormati bukan ditakuti " tutur Lexy. (*)

#Lexyndo Hakim
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
Intercity Evergreen Veterans Basketball 2026 Jaga Warisan Ekosistem Basket Nasional, Ketum Perbasi DKI: Bukan Soal Menang dan Kalah
Ketua Perbasi DKI Jakarta Lexyndo Hakim menyebut Intercity Evergreen Veterans Basketball 2026 menjadi ajang silaturahmi dan nostalgia bagi pebasket senior dari berbagai daerah.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Intercity Evergreen Veterans Basketball 2026 Jaga Warisan Ekosistem Basket Nasional, Ketum Perbasi DKI: Bukan Soal Menang dan Kalah
Olahraga
Perbasi DKI Bidik Sapu Bersih Emas Basket di PON 2028, Siapkan Strategi Pembinaan hingga Kejurda
Perbasi DKI Jakarta menargetkan sapu bersih medali emas basket 5on5 dan 3x3 di PON 2028. Strategi pembinaan hingga Kejurda 3x3 mulai disiapkan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 April 2026
Perbasi DKI Bidik Sapu Bersih Emas Basket di PON 2028, Siapkan Strategi Pembinaan hingga Kejurda
Olahraga
Lexyndo Hakim Dukung Tim Indonesia untuk Memberikan yang Terbaik di SEA Games 2025, Percaya CdM Bayu Bawa Prestasi
Menurutnya, di bawah kepemimpinan CdM Bayu, yang merupakan seorang peramu strategi, tim Indonesia dapat memberikan yang terbaik untuk bangsa ini.
Dwi Astarini - Sabtu, 06 Desember 2025
Lexyndo Hakim Dukung Tim Indonesia untuk Memberikan yang Terbaik di SEA Games 2025, Percaya CdM Bayu Bawa Prestasi
Olahraga
Tim Muda Dewa United Runner-up IBL All Indonesian 2025, Harapan Cerah Bagi Masa Depan Timnas Indonesia
Tim muda DUB membuktikan kualitas dan potensi besar yang dimiliki generasi penerus basket Indonesia.
Wisnu Cipto - Minggu, 31 Agustus 2025
Tim Muda Dewa United Runner-up IBL All Indonesian 2025, Harapan Cerah Bagi Masa Depan Timnas Indonesia
Olahraga
Kongres IV FOBI Sepakat Bawa Barongsai Indonesia Menuju Pentas Dunia
FOBI menggelar Kongres IV di The Westin, Jakarta, Minggu (1/12) dan sepakat membawa Barongsai Indonesia harus menuju panggung dunia.
Frengky Aruan - Senin, 02 Desember 2024
Kongres IV FOBI Sepakat Bawa Barongsai Indonesia Menuju Pentas Dunia
Olahraga
Sambut Kepemimpinan Budisatrio, Perbasi Jakarta Tekankan Pentingnya Kolaborasi
Budisatrio Djiwandono menjadi calon tunggal Ketua Umum PP Perbasi 2024-2028.
Frengky Aruan - Selasa, 29 Oktober 2024
Sambut Kepemimpinan Budisatrio, Perbasi Jakarta Tekankan Pentingnya Kolaborasi
Olahraga
Ketua Perbasi Jakarta Beri Catatan Membangun untuk LIMA Basketball
Ketua Perbasi Jakarta, Lexyndo Hakim, mengapresiasi penyelenggaraan LIMA Basketball Jakarta.
Frengky Aruan - Minggu, 13 Oktober 2024
Ketua Perbasi Jakarta Beri Catatan Membangun untuk LIMA Basketball
Olahraga
HUT Ketiga, Dewa United Siap Mengejar Prestasi Tertinggi
Dewa United yang memiliki tiga divisi yakni sepak bola, basket, dan esports berulang tahun yang ketiga, Minggu (18/2).
Frengky Aruan - Minggu, 18 Februari 2024
HUT Ketiga, Dewa United Siap Mengejar Prestasi Tertinggi
Indonesia
PITI: Masyarakat Indonesia Saling Menghargai Perbedaan Hari Raya Idul Adha
Sekretaris Jenderal Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Lexyndo Hakim meminta agar masyarakat saling menghargai walau ada perbedaan dalam perayaan Idul Adha
Andika Pratama - Rabu, 28 Juni 2023
PITI: Masyarakat Indonesia Saling Menghargai Perbedaan Hari Raya Idul Adha
Bagikan