Penerbangan Tersingkat Dunia, Hanya 47 Detik

Asty TCAsty TC - Sabtu, 12 Agustus 2017
Penerbangan Tersingkat Dunia, Hanya 47 Detik

Penerbangan tersingkat ada di Skotlandia, yang berjarak hanya 1,7 mil. (Sumber: Aviation Voice/Google Earth)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

LIBURAN ke Skotlandia tak lengkap tanpa mengunjungi Kepulauan Orkney. Terletak di bagian atas Skotlandia, yakni lepas pantai utara Britania Raya, wilayah ini terdiri dari sekitar 70 pulau. Namun, hanya 20 pulau yang didiami. Dua di antaranya, yakni Westray dan Papa Westray (Papay).

Sama seperti di Kepulauan Seribu, tidak ada jembatan atau jalan darat menuju antarpulau. Jika Anda ingin melompat dari pulau ke pulau, Anda bisa menggunakan kapal feri dan pesawat terbang. Ya, pesawat terbang.

Disediakan oleh Loganair, pesawat berkapasitas penumpang delapan orang ini mengakomodasi perjalanan dari Pulau Westray ke Pulau Papay. Tiketnya berkisar USD 30 atau Rp 400 ribuan. Mau tahu berapa jaraknya? Hanya 1,7 mil atau 2,8 km.

westray papa westray
Pulau Westray tampak dekat dari Papa Westray (Sumber: Aviation Voice/Google Earth)

Sebenarnya Anda dapat menyeberang antarpulau ini dengan feri dalam waktu sekitar 20 menit. Dengan pesawat Loganair, Anda cukup menghabiskan waktu 75-180 detik, tergantung kondisi angin dan cuaca. Rekor tercepatnya adalah 47 detik, seperti dilansir dari The Telegraph.

Penerbangan dari Westray ke Papay ini dimulai tahun 1967, menjadikannya penerbangan tersingkat yang sudah bertahan selama 50 tahun. Selain wisatawan, 30 persen pengguna jasa penerbangan ini berasal dari Dinas Pendidikan Kepulauan Orkney. Pengunjung lainnya juga banyak dari Dinas Kesehatan Nasional Skotlandia, baik staf maupun pasien.

Penerbangan ini memiliki saingan dari Indonesia, yakni dari Desa Kegata ke Apowo. Keduanya ada di Nabire, Papua. Penerbangan tersingkat kedua dunia dan tersingkat di Indonesia ini dikelola oleh maskapai milik Menteri Kelautan dan Perikanan RI, yakni Susi Air.

Di sisi lain, penerbangan internasional terpendek juga pernah ada, yakni dari Swiss ke Jerman. Dikelola oleh maskapai Austria, People's Air Group (People's Viennaline), penerbangan internasional berdurasi delapan menit ini telah ditutup awal tahun ini. Penjualan tiket yang tergolong sedikit sementara biaya operasionalnya tinggi menjadi penyebabnya. (*)

Baca juga artikel lainnya seputar penerbangan: Tungkai Nyeri Saat Naik Pesawat: Cegah Dengan Gerakan Ini

#Penerbangan #Maskapai Penerbangan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Asty TC

orang Jawa bersuara alto
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Jarak Pandang Terbatas Akibat Asap Pekat Karhutla, 73 Penerbangan dari Kalber Tertunda
Otoritas bandara menyebut keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan keputusan operasional.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 14 September 2026
Jarak Pandang Terbatas Akibat Asap Pekat Karhutla, 73 Penerbangan dari Kalber Tertunda
Indonesia
Bandara Ngurah Rai Kembali Layani Penerbangan ke Jakarta dan Bandung, 7 Maskapai Beroperasi
Bandara Ngurah Rai kini kembali dibuka, setelah ditutup akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Sejumlah maskapai sudah melayani penerbangan.
Soffi Amira - Selasa, 08 September 2026
Bandara Ngurah Rai Kembali Layani Penerbangan ke Jakarta dan Bandung, 7 Maskapai Beroperasi
Indonesia
AirAsia Batalkan Sejumlah Penerbangan dari dan ke Jakarta, Ini 4 Pilihan SRO bagi Penumpang
Selain pembatalan dan perubahan jadwal, AirAsia menyediakan Service Recovery Options (SRO) bagi penumpang yang terdampak.
Frengky Aruan - Senin, 07 September 2026
AirAsia Batalkan Sejumlah Penerbangan dari dan ke Jakarta, Ini 4 Pilihan SRO bagi Penumpang
Indonesia
Bandara Soekarno-Hatta Terdampak Abu Vulkanik, Pindah ke Kertajati hingga Yogyakarta
Bandara Soekarno-Hatta terganggu akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Bandara Kertajati hingga Yogyakarta jadi alternatif.
Soffi Amira - Senin, 07 September 2026
Bandara Soekarno-Hatta Terdampak Abu Vulkanik, Pindah ke Kertajati hingga Yogyakarta
Indonesia
Daftar 7 Bandara yang Ditutup akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ribuan Penerbangan Terdampak
Sebanyak 7 bandara ditutup akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Berikut ini adalah daftar lengkapnya.
Soffi Amira - Senin, 07 September 2026
Daftar 7 Bandara yang Ditutup akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ribuan Penerbangan Terdampak
Indonesia
Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Ditutup Sementara, Diperpanjang hingga 18.00 WIB
Bandara Soekarno-Hatta dan Halim kembali ditutup pada Senin (7/9). Penutupan dilakukan hingga 18.00 WIB.
Soffi Amira - Senin, 07 September 2026
Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Ditutup Sementara, Diperpanjang hingga 18.00 WIB
Indonesia
268 Ribu Penumpang Pesawat Gagal Terbang Akibat Erupsi Anak Krakatau
Erupsi Gunung Anak Krakatau melumpuhkan sektor penerbangan Indonesia. Sebanyak 268 ribu penumpang gagal terbang akibat penutupan tujuh bandara.
Wisnu Cipto - Senin, 07 September 2026
268 Ribu Penumpang Pesawat Gagal Terbang Akibat Erupsi Anak Krakatau
Indonesia
Abu Vulkanik Landa Bandara, Menhub Beri Pilihan Maskapai Terbang ke Bandara Alternatif atau Batalkan Perjalanan
Keputusan menggunakan bandara alternatif tetap berada pada masing-masing maskapai, sedangkan penumpang dapat memilih melanjutkan perjalanan melalui bandara pengganti atau membatalkan penerbangannya
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 07 September 2026
Abu Vulkanik Landa Bandara, Menhub Beri Pilihan Maskapai Terbang ke Bandara Alternatif atau Batalkan Perjalanan
Indonesia
150 Ribu Penumpang Terdampak Gangguan Penerbangan, Kemenhub Minta Maskapai Pastikan Hak Refund
Sekitar 150 ribu penumpang terdampak setelah 467 penerbangan dibatalkan akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
150 Ribu Penumpang Terdampak Gangguan Penerbangan, Kemenhub Minta Maskapai Pastikan Hak Refund
Indonesia
Kemenhub Pilih Tahan Penerbangan, Abu Gunung Anak Krakatau Masih Jadi Ancaman
Kemenhub belum membuka sejumlah bandara terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Sebanyak 467 penerbangan terdampak, termasuk 409 domestik.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 06 September 2026
Kemenhub Pilih Tahan Penerbangan, Abu Gunung Anak Krakatau Masih Jadi Ancaman
Bagikan