Pendukung Jokowi dan Prabowo Diminta Saling Memaafkan

Andika PratamaAndika Pratama - Sabtu, 06 Juli 2019
Pendukung Jokowi dan Prabowo Diminta Saling Memaafkan

Jimly Asshiddiqie. (MP/Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie mengajak semua pihak untuk kembali berangkulan usai Pemilu 2019. Sebab, kini tak ada lagi 01 dan 02

Dirinya meminta masyarakat melupakan perbedaan saat pemilu dan kembali merajut persatuan.

Jimly Asshiddiqie (kanan). (ANTARA FOTO/ Reno Esnir)
Jimly Asshiddiqie (kanan). (ANTARA FOTO/ Reno Esnir)

“Mudah-mudahan sesudah pemilihan presiden kita sudah tahu hasilnya. 01 dan 02 sudah selesai tinggal sekarang 00 dan 03. Artinya, ya sudah kita saling memaafkan, saling melupakan yang sudah terjadi dan kita bersatu,” ujar Jimly Asshiddiqie kepada wartawan, Sabtu (6/7)

BACA JUGA: Cak Imin Tak Masalah Jika Koalisi Pendukung Jokowi 'Gemuk

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu menyebut alangkah baik momen Idul Fitri dijadikan ajang untuk merajut persatuan.

“Silahturahmi ini kita maknai secara lebih luas untuk menjaga dan merawat persatuan kebangsaan kita. Hasil pemilihan umum kemarin harus kita jadikan bahan pelajaran yang sungguh-sungguh,” ungkapnya.

Jimly uga berharap tetap ada dua kelompok dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, selama keduanya berfungsi dengan baik, hal itu sangat dibutuhkan untuk keseimbangan dalam sistem demokrasi.

BACA JUGA: Pendukung Jokowi Tantang Habib Rizieq dan Amien Rais Mubahalah

“Oleh karena itu, mari kita saling menghargai satu dengan yang lain dan bilamana diperlukan mari kita rawat itu supaya sistem kebangsaan kita ini, "jelas Mantan Ketua MK ini.

Puluhan ribu simpatisan Prabowo-Sandi mengikuti Kampanye Akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, Minggu, (7/4/2019). Calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno didampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Presiden PKS Shohibul Iman, dan Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid turut hadir pada Kampanye Akabar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta. Merahputih.com / Rizki Fitrianto
Puluhan ribu simpatisan Prabowo-Sandi mengikuti Kampanye Akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, Minggu, (7/4/2019). Calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno didampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Presiden PKS Shohibul Iman, dan Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid turut hadir pada Kampanye Akabar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta. Merahputih.com / Rizki Fitrianto

"Biar saja ada dua kelompok selama keduanya berfungsi dengan baik, check and balances dalam sistem demokrasi kita akan semakin mendewasakan kehidupan kebangsaan,” kata Jimly. (Knu)

BACA JUGA: Imam Besar Masjid Istiqlal Minta Ulama Pendukung Jokowi dan Prabowo Hentikan Permusuhan

#Jimly Asshiddiqie
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Tugas Komisi Percepatan Reformasi Polri Selesai, Puluhan Peraturan Kapolri Perlu Direvisi,
Opsi-opsi terkait pengaturan kelembagaan Polri akan disampaikan terlebih dahulu kepada Presiden sebelum diputuskan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 06 Maret 2026
Tugas Komisi Percepatan Reformasi Polri Selesai, Puluhan Peraturan Kapolri Perlu Direvisi,
Indonesia
Ketua Tim Reformasi Polri: Putusan MK soal UU Pers Sejalan dengan Upaya Kurangi Kriminalisasi Wartawan
Jimly Asshiddiqie menilai putusan MK soal UU Pers sejalan dengan upaya mengurangi kriminalisasi wartawan dan menempatkan pidana sebagai ultimum remedium.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 20 Januari 2026
Ketua Tim Reformasi Polri: Putusan MK soal UU Pers Sejalan dengan Upaya Kurangi Kriminalisasi Wartawan
Indonesia
Perlunya Dibentuk Mahkamah Etika Nasional di Indonesia
Hal itu ditegaskan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshiddiqie.
Frengky Aruan - Rabu, 18 September 2024
Perlunya Dibentuk Mahkamah Etika Nasional di Indonesia
Indonesia
Pesan Penting dari Putusan MKMK: Harus Ada Perbaikan dan Pembenahan di Internal MK
"Pesan penting dari putusan MKMK ini, keluarga besar MK harus melakukan perbaikan dan pembenahan di internal untuk mengembalikan marwah MK," ujar Tholabi di Jakarta, Rabu (8/11).
Andika Pratama - Rabu, 08 November 2023
Pesan Penting dari Putusan MKMK: Harus Ada Perbaikan dan Pembenahan di Internal MK
Indonesia
TKN Tegaskan Pasangan Prabowo-Gibran Berlayar dengan Baik di Pilpres 2024
Tim Kampanye Nasional (TKN) menyebut putusan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) dengan menjatuhkan sanksi pemberhentian Ketua Mahkamah Konstitusi, Anwar Usman, tak berdampak pada pencalonan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Mula Akmal - Rabu, 08 November 2023
TKN Tegaskan Pasangan Prabowo-Gibran Berlayar dengan Baik di Pilpres 2024
Indonesia
Hakim MK Saldi Isra Diputuskan Tak Langgar Etik soal Dissenting Opinion Usia Capres
MKMK menyatakan Saldi Isra tidak terbukti melanggar kode etik dan perilaku hakim soal pendapat berbeda (“dissenting opinion”) dirinya dalam putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023.
Andika Pratama - Selasa, 07 November 2023
Hakim MK Saldi Isra Diputuskan Tak Langgar Etik soal Dissenting Opinion Usia Capres
Indonesia
Todung Mulya Lubis Sebut MKMK Bisa Berhentikan Ketua MK
"Putusan besok jadi ujian MKMK memulihkan trust pada MK. Apakah MKMK berani mengeluarkan keputusan yang bisa mengembalikan kepercayaan terhadap MK," kata Todung dalam jumpa pers di Rumah Cemara 19, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (5/11).
Andika Pratama - Senin, 06 November 2023
Todung Mulya Lubis Sebut MKMK Bisa Berhentikan Ketua MK
Bagikan