MERAHPUTIH.COM — SETIDAKNYA lima orang ditangkap di Prancis karena diduga terkait dengan pencurian dua lukisan karya Pierre-Auguste Renoir bulan lalu. Dua terduga pelaku pembobolan dikatakan berada di antara mereka yang ditangkap. Aksi pencurian itu merupakan yang terbaru dari serangkaian kasus pencurian karya seni bernilai tinggi di Eropa. Insiden itu menempatkan sistem keamanan galeri dan museum dalam sorotan tajam.
Seperti dilaporkan BBC, dua karya maestro yang dicuri dari Museum Renoir di Cagnes-sur-Mer, kawasan pinggiran Kota Nice, masih belum ditemukan. Dua karya lainnya ditinggalkan para pencuri saat mereka bergegas melarikan diri dari museum.
Saat beraksi, para tersangka diketahui memotong pagar untuk memasuki area museum yang dikelilingi pepohonan saat fajar pada 8 September, memecahkan jendela untuk masuk lalu menggunakan gergaji listrik untuk memotong bingkai lukisan. Dua lukisan yang hilang yakni Portrait of Madame Colonna Romano (1910) dan Jeune fille au puits (1886).
Menurut surat kabar Nice-Matin, yang pertama kali memberitakan penangkapan ini, para tersangka diduga merupakan bagian dari jaringan kejahatan terorganisasi. Beberapa media Prancis, termasuk Nice-Matin, menyebutkan jumlah orang yang ditangkap ialah enam orang. Namun, jaksa setempat menolak untuk mengonfirmasi penangkapan tersebut.
Museum Renoir merupakan rumah bagi 12 karya seni seniman ternama tersebut.
Musem yang merupakan kediaman terakhir Renoir sebelum wafat pada 1919 ini dibuka pada 1960. Museum Renoir menjadi rumah pamer untuk berbagai barang peninggalan sang pelukis termasuk standar lukis (easel) dan kursi rodanya, serta foto-foto dan surat-surat pribadi.
Baca juga:
Dua Maling Lukisan Renoir masih Buron, Diduga Kebingungan Jual Hasil Curian
Museum dan Galeri di Eropa Jadi Sasaran Perampok
Selain Museum Renoir, beberapa galeri dan museum di Eropa telah menjadi sasaran pencurian. Pada Agustus, lukisan-lukisan karya Renoir, Paul Cézanne, dan Henri Matisse dicuri dari sebuah museum di Italia dalam aksi perampokan yang hanya berlangsung selama tiga menit. Lukisan-lukisan tersebut kemudian ditemukan kembali.
Salah satu insiden paling mencengangkan terjadi pada Oktober 2025, ketika perhiasan mahkota Prancis dicuri di siang bolong dari Museum Louvre di Paris.
Para pencuri, yang menyamar sebagai pekerja bangunan, membobol Galeri Apollo di lantai satu Louvre pada jam buka museum. Dengan menggunakan gergaji sudut (angle grinder) untuk membongkar etalase kaca, mereka berhasil membawa lari perhiasan senilai 88 juta euro (atau sekitar Rp 1,76 triliun) yang dulunya milik para ratu dan permaisuri abad ke-19.
Museum Louvre kemudian mendapat kritik keras karena dianggap kurang berinvestasi pada sistem keamanan.(dwi)
Baca juga:
Museum Renoir di Prancis Dibobol Maling, Empat Lukisan Senilai Rp185 Miliar Raib