Penasihat Hukum Bantah Asma Dewi Kirim Uang Rp 75 Juta ke Saracen
Hoax (Foto: Istimewa)
MerahPutih.com - Penasihat hukum Asma Dewi, Djuju Purwantoro membantah kliennya telah mengirim uang sebesar Rp 75 juta kepada kelompok penebaran kebencian SARA dan hoax, Saracen.
"Tidak benar itu semua pengiriman uang. Tidak ada keterkaitan," kata Djuju saat dihubungi, Selasa (12/9).
Djuju memastikan Asma Dewi tidak berkenalan dengan anggota kelompok Saracen. Ia beralasan, LBH Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) juga menangani kasus Saracen dan mereka tidak menemukan hubungan antara Dewi dengan Saracen.
"Tidak kenal dia dengan teman-teman Saracen itu," bebernya.
Sementara itu, Djuju juga menanyakan bukti yang menunjukkan indikasi kliennya mengalirkan dana kepada Saracen. Pihaknya heran kepada aparat kepolisian menyebarkan informasi yang belum sepenuhnya terbukti.
"Ini gak jelas semuanya kecuali, Mas, kasih bukti foto kopi saya kwitansi sekian nah itu. Kalau bukti transfer gak ada, bukti ini gak ada, dari siapa?" ungkapnya.
Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri kembali menangkap seorang tersangka Asma Dewi karena diduga melakukan ujaran kebencian di media sosial. Aksinya tersebut juga diketahui memiliki keterkaitan dengan sindikat kelompok ujaran penebaran kebencian SARA dan hoax, Saracen.
Asma Dewi ditangkap oleh polisi pada Jumat 8 September 2017 di Kompleks AKRI, Jakarta Selatan. (Asp)
Baca juga berita tentang penangkapan Asma Dewi dalam artikel: Diduga Anggota Saracen, Seorang Ibu Rumah Tangga Diamankan
Bagikan
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Kabarnya Bakal Audit Kekayaan Luhut Binsar Pandjaitan
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Stop Gaji Anggota DPR selama 3 Bulan, Uangnya Dipakai untuk Bantu Korban Bencana Alam
[HOAKS atau FAKTA]: Pesawat ATR 42-500 Jatuh karena Power Bank Penumpang Terbakar
[HOAKS atau FAKTA]: Seperti Venezuela, Donald Trump Ancam Tangkap Prabowo jika Lakukan Perusakan Terhadap Alam
[HOAKS atau FAKTA]: Hakim PN Surakarta Pastikan Ijazah Jokowi Palsu
[HOAKS atau FAKTA]: Dedi Mulyadi Disambut Ribuan Orang saat Tiba di Lokasi Bencana Sumatra
[HOAKS atau FAKTA]: Penularan Virus Super Flu Dinilai Lebih Cepat dan Berbahaya dari COVID-19
[HOAKS atau FAKTA]: Bahlil Asyik Berjoget di Tengah Duka Korban Bencana Sumatra
[HOAKS atau FAKTA]: Pemerintah Australia Bagi-bagi Uang untuk Modal Usaha, Dititip Lewat Kementerian Agama
[HOAKS atau FAKTA]: Megawati Kepincut Menkeu Purbaya, Tawari Masuk PDIP dan Dijadikan Ketua Partai