Pemprov Pastikan Nelayan Tak Pakai Cantrang, Ini Alasannya
Ilustrasi jaring penangkap ikan teri jenis "gillnet". (FOTO Antara/Aji Styawan)
MerahPutih.com - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan tidak ada nelayan di Pantai Selatan yang menggunakan cantrang untuk menangkap ikan. Pelarangan penggunaan cantrang yang diterapkan per 1 Januari 2018 juga tidak mendapat penolakan dari nelayan.
"Pengawasan kami tidak ada yang pakai cantrang. Dari dulu nelayan di Kulonprogo menjaring ikan memang tidak pakai Cantrang," ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan dan Peternakan (DKPP) Kulonprogo DIY Sudarna melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Rabu (10/1).
Ia mengatakan, cantrang tidak cocok dipakai diperairan laut selatan yang sangat dalam. Menurutnya, cantrang lebih cocok dipakai di laut yang tidak terlalu dalam dan bisa dilalui kapal besar berkapasitas gross ton.
Selain itu, penggunaan cantrang tidak sesuai budaya nelayan di wilayahnya. "Hampir semua nelayan di sini berlayar pakai kapal tradisional seperti kapal kayu yang didayung dan perahu motor tempel (PMT)," katanya.
Modal para nelayan juga terbatas dan tidak ada pengusaha atau investor yang mau membiayai pembelian kapal besar.
Nelayan, kata Sudarna, selama ini menangkap ikan memakai alat sederhana seperti jaring, pancing, dan gillnet.
Hingga kini tercatat ada 710 nelayan yang mencari ikan diperairan selatan di Kulon Progo. Para nelayan tersebut paling banyak mencari ikan di wilayah Karangwuni. Hasil laut yang didapatkan seperti ikan bawal, lobster, keong laut, cumi-cumi, tongkol, dan ikan layur.
"Dalam sehari, rata-rata nelayan bisa mendapatkan ikan sebanyak 15 kilo per satu perahu," katanya.
Di Gunungkidul, para nelayan juga memilih memakai jaring dan alat pancing sederhana ketimbang cantrang. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Gunungkidul, Agus Priyanto menegaskan tak menemukan nelayan yang menggunakan cantrang sejak dulu.
Sama seperti Kulonprogo, kondisi geografis Gunungkidul yang memiliki laut dalam dan ada kapal besar tak memungkinkan nelayan gunakan cantrang. (Teresa Ika)
Bagikan
Berita Terkait
Fanny Soegi Hadirkan “Jogja Lantai 2”, Liriknya Memotret Sisi Sunyi Yogyakarta
Sambut Long Weekend Isra Mikraj, KAI Daop 6 Kerahkan 4 KA Tambahan
Tiket KA ke Yogyakarta Paling Banyak Diburu Saat Libur Nataru 2026
Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Wisata Orang Jakarta
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Presiden Prabowo Minta Setiap Kerdatangannya tak lagi Disambut Anak-Anak, Kasihan Lihat Kepanasan dan Ganggu Jam Sekolah
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada
Daftar Raja Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta yang Dimakamkan di Imogiri
Astana Pajimatan Imogiri, Kompleks Permakaman Raja-Raja Mataram dari Dulu hingga Kini
Mulai 2026, Jemaah Calon Haji Banten dan DIY Berangkat dari Embarkasi Cipondoh dan Yogyakarta