MERAHPUTIH.COM - PERUMDA Dharma Jaya memastikan kesiapan mereka untuk memotong ribuan ekor sapi kurban pada Hari Raya Idul Adha 2026/1447 Hijriah. Dharma Jaya bakal memperhatikan ASUH (aman, sehat, utuh, dan halal) dalam penyaluran daging kurban. Kesiapan itu didukung penuh oleh kepercayaan dari sejumlah lembaga tinggi negara dan organisasi kemasyarakatan yang memilih Dharma Jaya sebagai mitra pengelola hewan kurban di Jakarta.
Instansi atau lembaga negara seperti Mahkamah Agung (MA), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), serta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tercatat telah mengonfirmasi sinergi pemotongan kurban kepada Perumda Dharma Jaya.
Selain itu, organisasi keagamaan seperti Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) juga menjalin kolaborasi serupa.
Direktur Bisnis Perumda Dharma Jaya Irwan Nusyirwan mengatakan perusahaan berkomitmen penuh untuk memberikan layanan pemotongan hewan kurban yang aman, sehat, dan tepercaya. Ia menyampaikan seluruh proses akan dikelola menggunakan fasilitas rumah pemotongan hewan (RPH) yang telah tesertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dan halal.
"Fasilitas pemotongan semi-mekanik kami memiliki kapasitas operasional mencapai 200 hingga 250 ekor per hari. Sebagai bagian dari standardisasi layanan, kami mengerahkan 100 personel profesional, termasuk juru sembelih halal (Juleha) besertifikat serta tim pengemasan yang kompeten," kata Irwan kepada wartawan, Rabu (20/5).
Baca juga:
Pramono Larang Jual Hewan Kurban di Trotoar Jakarta, Pastikan Stok Sapi dan Kambing Aman
Irwan mengatakan sinergi lintas instansi ini bukan sekadar soal pemotongan, melainkan juga upaya bersama untuk memastikan daging kurban yang didistribusikan kepada masyarakat Jakarta memenuhi standar ASUH (aman, sehat, utuh, dan halal). Oleh karena itu, Dharma Jaya menyediakan solusi hulu ke hilir lewat layanan pengelolaan daging kurban yang komprehensif.
"Layanan kami mencakup pemotongan, pemisahan karkas, hingga pengemasan khusus (customized packaging) dalam takaran kilogram. Hal ini sengaja kami siapkan untuk memudahkan masyarakat dalam proses distribusi yang lebih praktis dan higienis," ungkapnya.
Ia menjelaskan, guna menjamin kualitas tersebut, seluruh hewan kurban yang dikelola Dharma Jaya wajib melalui pemeriksaan ketat oleh tim dokter hewan untuk memastikan bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK) serta penyakit menular lainnya.
Irwan menambahkan mata rantai distribusi daging kurban dipastikan tetap segar hingga diterima masyarakat yang berhak melalui fasilitas rantai dingin (cold chain) yang dimiliki perusahaan.
"Langkah strategis Perumda Dharma Jaya ini juga sejalan dengan instruksi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang mengarahkan pemotongan hewan kurban ke RPH resmi. Upaya ini bertujuan menjaga kebersihan lingkungan kota serta meminimalisasi risiko pencemaran limbah pemotongan di area publik," pungkasnya.(Asp)
Baca juga:
Jelang Idul Adha 2026, Pemprov DKI Perketat Pengawasan Hewan Kurban Cegah PMK