Pemprov DKI Jakarta Targetkan JPO Cincin Donat Rampung 2026, Pembangunan Dipastikan Tak Pakai APBD
Arsip foto - Warga berjalan melewati terowongan jalur pedestrian yang dihiasi lampu warna-warni di Jalan Kendal, dekat Stasiun Sudirman, kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Selasa (26/3/2019).
MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) berbentuk melingkar yang dikenal sebagai Jembatan Cincin Donat di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Proyek ini ditargetkan rampung pada tahun 2026.
Jembatan Cincin Donat tersebut akan mengintegrasikan empat moda transportasi publik utama, yaitu MRT Jakarta, LRT Jabodebek, KRL Commuter Line, Transjakarta, serta kereta bandara yang melintas di kawasan tersebut.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Pembangunan dan Tata Kota, Nirwono Yoga, memastikan pembangunan jembatan ikonik itu tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Jelas non-APBD. Enggak mungkin pakai APBD, lah, dengan kondisi (pemangkasan dana transfer ke Jakarta) kayak begitu,” kata Nirwono kepada wartawan, Selasa (14/10).
Baca juga:
Gubernur Pramono Targetkan Jembatan Cincin Donat di Dukuh Atas Rampung pada 2026
Menurut Nirwono, saat ini Pemprov DKI masih mengkaji berbagai sumber pembiayaan alternatif untuk proyek tersebut. Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah pendanaan dari PT MRT Jakarta, yang akan ditugaskan sebagai pelaksana pembangunan.
“Segala macam sumber pembiayaan akan diupayakan di luar APBD. Bisa dari pinjaman Bank Jakarta, atau sumber lain. Kalau ada yang mau menyumbang juga boleh,” ujarnya.
Saat ini, PT MRT Jakarta masih melakukan kajian awal terkait wacana pembangunan Jembatan Cincin Donat Dukuh Atas. Desain final proyek tersebut juga masih dalam tahap pembahasan.
Baca juga:
Nirwono menambahkan, pembangunan jembatan ditargetkan bisa dimulai pada awal 2026, dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar 1,5 tahun.
“Kalau pembangunannya dimulai Juni 2026, berarti selesai paling cepat Desember 2027,” kata Nirwono.
Proyek ini diharapkan dapat memperkuat integrasi transportasi publik di kawasan Dukuh Atas yang telah menjadi simpul mobilitas utama di Jakarta. (Asp)
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Pemprov DKI Jakarta Lakukan Pemotongan Tiang Monorel Mangkrak di Jalan HR Rasuna Said Kuningan
Dorong Layanan Air Terintegrasi, PAM Jaya Resmi Luncurkan ERP Fusion
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca 16–22 Januari
Fraksi Golkar DPRD DKI Sebut Pembangunan JPO akan Geliatkan Usaha di Sarinah
Wacana Pembangunan Monorel di Ragunan, DPRD DKI: Belum Ada Anggaran Khusus dalam APBD
Pemprov DKI Bakal Bongkar Tiang Monorel Mangkrak di Senayan, Sebagian Dijadikan Videotron
No Mercy untuk Bandar! Raperda P4GN Jadi Benteng Terakhir Lindungi Generasi Emas Jakarta dari Sabu Hingga Ekstasi
Bukan Sekadar Bongkar Tiang, Pemprov DKI Jakarta Bakal Melakukan Penataan Drainase di Jalan Rasuna Said
Tiang Mangkrak Rasuna Said, Pramono Anung Pastikan Pembongkaran Berjalan Humanis
Soal Monorel Rasuna Said, Pramono: Ada Surat Kajati, Aman Secara Hukum