Pemprov DKI Baru Salurkan 40 Persen Beras Bansos ke Warga
Penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai (BSNT) berupa beras di Gudang Food Station Tjipinang Jaya, Jakarta, Kamis (29/7/2021). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.
MerahPurih.com - Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta menyebut, pendistribusian beras 10 Kilogram dengan mutu premium untuk warga terdampak COVID-19 baru mencapai 40 persen.
Bantuan Sosial Non Tunai (BSNT) berupa beras itu bagi warga yang namanya terdata penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) COVID-19. Ada dua pihak penyedia beras tersebut, yakni BUMD DKI yakni Food Station dan Pasar Jaya.
Baca Juga:
"Sudah mencapai 40 persen penyaluran, dengan target sampai nanti 17 Agustus kami harapkan sudah mencapai 100 persen," ucap Kepala Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, Premi Lasari dikutip dari akun Instagram resmi Dinsos DKI.
Beras itu rencananya didistribusikan ke 907.616 Kepala Keluarga (KK). Pendistribusian bantuan sejak Kamis (29/7) lalu hingga 17 Agustus 2021.
Selama periode 29-30 Juli 2021, Dinas sosial DKI telah mendistribusikan total 507 ton beras bantuan sosial nontunai untuk 50.704 keluarga penerima manfaat (KPM).
Baca Juga:
Direktur Usaha PD Pasar Jaya, Anugrah Esa menjelaskan mengapa beras yang digunakan merupakan beras premium. Hingga kini, belum ada komplain dari penerima manfaat soal beras tersebut.
"Jadi sudah dilakukan juga uji sampling, berapa kadar airnya, harus di bawah 14 persen dan itu sudah kami Iakukan. Sesuai dengan aturan yang berlaku dari Kementan," pungkasnya. (Asp)
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Bansos Rp 600 Ribu Daerah Bencana Sumatera Cair Februari, Pas Bulan Ramadan
Kabar Gembira BLT dan Bantuan Pangan Mulai Disalurkan Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Gara-Gara Banyak Siswa yang Keracunan, Menkeu Purbaya Minta MBG Diganti Uang Tunai
Indonesia Surplus Beras 3,5 Juta Ton, DPR Ingatkan Jangan Abaikan Petani
Kementan Janji Serap 4 Juta Ton Gabah Petani di 2026
Pemerintah Bersiap Ekspor Beras Setelah Swasembada
Bulog Tiru Program BBM Pertamina, Harga Beras Sama Se-Indonesia
Pemerintah Perpanjang Stabilisasi Harga Beras Sampai Akhir Januari 2026
Indonesia Swasembada Pangan, DPR Ingatkan Pemerintah Dompet Petani Juga Harus 'Tebal'
Surplus Beras Nasional Naik 243%, HPP Gabah Kering Panen Tetap Rp 6.500/kg