MerahPutih.com - Harga pangan terutama beras saat ini masih sangat tinggi. Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional melansir harga pangan, terutama beras Harga Rata-Rata Nasional pada 13 Maret 2024, mencapai Rp 14.360 per kilogram.
Sebanyak 33 ton beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) terjual dalam bazar pangan murah yang dilakukan di delapan kecamatan wilayah Jakarta Barat.
Baca juga:
Selain 33 ton beras SPHP, empat ton beras premium, 384 kilogram gula pasir dan 960 botol minyak goreng (900 mililiter per botol) juga terjual dalam pasar murah tersebut.
Kepala Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Sudin PPKUKM) Jakarta Barat, Iqbal Idham Ramid penjualan beras SPHP sudah dijual sejak 23 Februari 2024 sampai 7 Maret 2024. Sementara untuk bahan pangan lain yang antara lain gula pasir dan minyak goreng mulai dijual 26 Februari 2024.
Iqbal mengatakan, bazar pangan murah akan kembali dilakukan menjelang lebaran dan meminta masyarakat agar tidak menimbun sembako dari kegiatan pasar murah yang digelar di wilayah setempat. Penimbunan sembako dari pasar murah dapat menyebabkan keberadaan bahan pangan semakin langka.
"Artinya pemerintah provinsi menjamin ketersediaan beras untuk kebutuhan. Jadi kalau misalnya banyak yang nimbun artinya nanti beras makin langka," kata Iqbal saat dihubungi di Jakarta pada Selasa (27/2).
Ia meminta masyarakat untuk membeli bahan pangan sesuai kebutuhan. Pihaknya pun telah melakukan pembatasan kuota pembelian terhadap masing-masing orang.
"Artinya beli sesuai dengan kebutuhan. Makanya dibatasi satu orang, pembeliannya satu karung atau lima kilogram," kata Iqbal. Pembatasan kuota pembelian sembako perorangan tersebut,dilakukan untuk mencegah adanya kecenderungan fomo atau ketakutan akan kelangkaan pangan dalam masyarakat," katanya. (*)
Baca juga:
Beras Mahal, Warga Pilih 2 Kali Makan Singkong, Sekali Makan Nasi