Pemimpin Negara Amerika Latin Kecam Serangan Bom dan Genosida di Palestina
Yordania menjatuhkan bantuan kemanusiaan dari udara di Gaza utara. (ANTARA/Anadolu)
MerahPutih.com - Sedikitnya 115 warga Palestina dilaporkan terbunuh dan 760 lainnya cedera ketika tentara Israel menembaki kerumunan warga yang sedang menunggu bantuan kemanusiaan di Kota Gaza bagian selatan, Kamis (29/2).
Pihak Israel, berdasarkan penyelidikan awal mereka, menyebut bahwa beberapa warga Palestina berupaya mendekati titik pos pemeriksaan Israel yang dilewati truk pembawa bantuan.
Baca Juga:
Korban Tewas Penjajahan Israel Tembus 30.000, Musisi Arab Gencarkan Dukungan untuk Palestina
Untuk menghentikan mereka, pasukan yang berjaga memberi tembakan peringatan dan menembak ke arah kaki warga Palestina yang tidak berhenti berjalan menghampiri pos Israel itu.
Agresi militer Israel ke Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 30.000 warga Palestina dan mencederai lebih dari 70.000 orang lainnya.
Israel juga melakukan blokade total terhadap Jalur Gaza sehingga menyebabkan warganya, khususnya yang bertahan di Gaza utara, terancam mengalami kondisi kelaparan.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres telah menyerukan penyelidikan independen dan kredibel terhadap pembunuhan oleh Israel terhadap lebih dari 100 warga sipil Palestina yang menunggu bantuan di Gaza.
"Sekretaris Jenderal (Antonio Guterres) sendiri kemarin mengatakan, bahwa perlu ada penyelidikan yang independen dan kredibel atas apa yang terjadi,” kata juru bicara Sekjen PBB Stephane Dujarric dalam sebuah pengarahan, Sabtu (2/3).
Sekjen PBB, menurut Dujarric, mendesak adanya akuntabilitas atas segala sesuatu yang telah terjadi sejak 7 Oktober, pasca kelompok Palestina Hamas meluncurkan serangan ke Israel.
Dujarric menuturkan, tim Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), Organisasi Kesehatan Dunia dan staf UNICEF mengunjungi rumah sakit Shifa di Kota Gaza sembari membawa obat-obatan, vaksin, dan bahan bakar untuk membantu memastikan fasilitas medis tetap berfungsi.
Rumah sakit tersebut menerima lebih dari 700 orang, yang terluka saat mencari bantuan untuk menyelamatkan nyawa pada Kamis. Rumah sakit juga telah menerima lebih dari 70 jenazah yang terbunuh.
Sementara itu, sejumlah pemimpin negara-negara Amerika Latin pada Jumat (1/3) serentak mengecam agresi militer Israel di Jalur Gaza dalam Konferensi Tingkat Tinggi Komunitas Negara Amerika Latin dan Karibia (Celac) ke-8 yang digelar di Saint Vincent dan Grenadines.
Presiden Kolombia Gustavo Petro menuduh Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Inggris mendukung tindakan Israel mengebom rakyat Palestina.
"Jerman mendukung genosida, sementara Perancis, Uni Eropa, dan Inggris, serta khususnya Amerika Serikat dalam versi demokratisnya mendukung tindakan menjatuhkan bom pada rakyat," ucap Petro.
Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva mengusulkan Celac menerbitkan resolusi untuk mendesak pengakhiran segera genosida di Jalur Gaza.
"Tragedi kemanusiaan di Gaza menuntut kita untuk menghentikan hukuman kolektif yang ditimpakan Israel kepada rakyat Palestina," ucap Lula menjelang sidang paripurna KTT yang turut dihadiri Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres tersebut. (*)
Baca Juga:
Anak-Anak Palestina Meninggal Kekurangan Gizi di Gaza Terus Bertambah
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Indonesia Gabung Badan Internasional Trump, Prabowo Dinilai Sedang Cari Celah untuk Bela Palestina
Presiden Prabowo Teken BoP Charter di Davos, Sebut sebagai Peluang Nyata Perdamaian Gaza
Gerbang Rafah Pintu Masuk Gaza dari Mesir Kembali Dibuka 2 Arah
Prabowo Tandatangani Piagam Board of Peace, Indonesia Kawal Perdamaian di Gaza
Indonesia dan Negara Timur Tengah Bakal Tempuh Prosedur Internal Gabung ke Dewan Perdamaian Gaza Ala Trump
Indonesia Setuju Gabung Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Donald Trump
Israel Lakukan 813 Kali Pelanggaran Gencatan Senjata di Gaza, Akses Bantuan Masih Dihambat
Presiden Trump Larang Warga 8 Negara Masuk AS, Termasuk Laos dan Palestina
Trump Klaim Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza Bakal Didukung Banyak Negara
Trump Bakal Jabat Ketua Dewan Perdamaian, Kelola Administrasi Gaza