Pemerintah Targetkan 2030 Warga Jakarta Tidak Gunakan Air Tanah
Ilustrasi Perusahaan Daerah Air Minum. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)
MerahPutih.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah melakukan proses pengisian awal atau impounding Bendungan Karian. Sebagai salah satu bendungan terbesar di Indonesia, Bendungan Karian memiliki luas genangan 1.740 hektare dengan total volume tampungan sebesar 314,7 juta meter kubik.
Bendungan berlokasi tepat di Desa Pasirtanjung, Kecamatan Rangkasbitung itu, untuk proses impounding berlangsung secara bertahap.
Baca Juga:
Pemkot Bandung Minta PDAM Siapkan Cadangan Air Baku Hadapi El Nino
Bendungan Karian memiliki beragam manfaat, di antaranya sebagai penyedia air baku rumah tangga, kota dan industri (RKI) sebesar 9,1 meter kubik per detik untuk wilayah Kabupaten Lebak, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan sebagian wilayah Provinsi DKI Jakarta melalui Karian-Serpong Conveyance System (KSCS).
Dalam memenuhi kebutuhan irigasi ke Daerah Irigasi Ciujung yang memiliki luas 22.000 ha, bendungan ini menyuplai air sebesar 5,5 meter kubik per detik dan juga memenuhi kebutuhan air RKI Kota Cilegon serta Kabupaten Serang.
Selain itu, kemampuan dalam mengendalikan banjir dengan kapasitas sebesar 60,8 juta meter kubik di daerah hilir yang merupakan kawasan strategis dengan infrastruktur penting seperti Jalan Tol Jakarta-Merak dan kawasan industri terpadu, serta adanya Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) sebesar 1,8 megawatt dan ke depannya akan disediakan sarana rekreasi dan tujuan wisata.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengungkapkan kehadiran Bendungan Karian di Kabupaten Lebak, Banten dapat menambah pasokan air minum bagi wilayah Jakarta dan sekitarnya secara signifikan.
"Kehadiran bendungan ini signifikan dalam menambah pasokan air minum bagi wilayah Jakarta bagian barat, termasuk Tangerang, Tangerang Selatan, Serpong, dan daerah-daerah sekitarnya," ujar Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja di Jakarta, Minggu (3/12).
Kementerian PUPR saat ini membangun jaringan untuk menyalurkan air baku dari Bendungan Karian ke wilayah Jakarta dan sekitarnya. Pembangunan Bendungan Karian ini, salah satu program Kementerian PUPR untuk mencapai kebijakan agar masyarakat Jabodetabek tidak lagi menggunakan air tanah.
"Target, 2030 tidak ada lagi orang yang menggunakan air tanah, karena penggunaan air tanah menyebabkan penurunan permukaan air tanah Jakarta," katanya.
Ia menegaskan, dengan target tersebut, Kementerian PUPR harus menyediakan sumber daya air penggantinya terlebih dahulu kepada masyarakat, agar dapat menghentikan penggunaan air tanah secara permanen di Jakarta.
"Kalau belum ada sumber daya air penggantinya, maka sulit untuk menghentikan masyarakat tidak menggunakan air tanah," katanya. (Asp)
Baca Juga:
Walkot Surabaya Ingin Bedakan Tarif Air PDAM di Perumahan dan Perkampungan
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Indonesia Masters 2026: Ganda Campuran Indonesia Adnan/Indah Singkirkan Ganda Malaysia
Ada Stasiun MRT, Kawasan Harmoni Diproyeksikan Jadi Pusat Transit Oriented Development
Pramono Ingin Warga Jakarta Dibikin Senang Saat Imlek, Tebar Diskon Belanja
Transjabodetabek Bakal Layani Blok M ke Bandara Soekarno Hatta dan Cawang ke Jababeka
Momen Wali Kota Madiun Maidi Tiba di Gedung Merah Putih usai Terjaring OTT KPK
Operasi Modifikasi Cuaca Digelar hingga 22 Januari 2026, BPBD DKI Jakarta Tekan Dampak Banjir
Mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer Jalani Sidang Pembacaan Dakwaan di PN Tipikor Jakarta
5 RT dan 3 Ruas Jalan di Jakarta masih Terendam Banjir, Minggu (18/1)
Pemprov DKI Jakarta Lakukan Pemotongan Tiang Monorel Mangkrak di Jalan HR Rasuna Said Kuningan
Aksi Band Sukatani Meriahkan Peringatan 19 Tahun Kamisan di Depan Istana Merdeka Jakarta