Pemerintah Diharap Bikin Tenang Masyarakat Saat Ramadan dengan Membuat Harga Pangan Stabil
Pasar murah yang digelar DKP Maluku (Antara/HO-Pemprov Maluku)
Merahputih.com - Rencana pemerintah menggelar operasi pasar murah di seluruh Indonesia untuk menjaga kestabilan harga dan pasokan bahan pokok saat bulan suci Ramadan mendapat dukungan Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal.
Cucun menekankan bahwa stabilitas harga pangan merupakan hal yang penting agar umat Muslim dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang.
Presiden Prabowo Subianto sendiri telah menginstruksikan untuk melaksanakan operasi pasar besar-besaran guna mengantisipasi lonjakan harga pangan. Kementerian Pertanian juga berencana membuka ribuan titik operasi pasar murah, bekerja sama dengan BUMN dan berbagai stakeholder lainnya.
Baca juga:
BPOM Diminta Tingkatkan Pengawasan Peredaran Pangan Jelang Ramadan
Selain menjaga kestabilan harga, operasi pasar juga berperan penting dalam mengendalikan inflasi, terutama selama Ramadan hingga Lebaran nanti.
"Kami berharap masyarakat, khususnya umat Muslim, dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman dan tenang karena kebutuhan pangan yang stabil dan terjangkau," ucap Legislator dari Dapil Jawa Barat II tersebut.
Cucun juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap beberapa komoditas pangan yang mulai mengalami kenaikan harga menjelang Ramadan, seperti harga telur ayam, cabai rawit merah, dan daging sapi. Ia berharap Satgas Pangan dapat memastikan bahwa kenaikan harga tersebut tidak berlanjut.
"Biasanya harga-harga ini naik menjelang Ramadan karena permintaan yang meningkat, tetapi kami berharap Satgas Pangan dapat mengontrol agar lonjakan harga tidak berlanjut dan merugikan masyarakat," ungkap Cucun.
Baca juga:
Umat Muslim Laksanakan Salat Tarawih Pertama Bulan Suci Ramadan 1446 Hijriah di Masjid Istiqlal
Cucun juga menyoroti masalah harga minyak goreng bersubsidi yang masih dijual di pasaran dengan harga lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 15.700 per liter. Ia mengingatkan agar masalah harga minyak goreng dapat segera diatasi, mengingat kebutuhan yang tinggi selama bulan puasa.
Selain itu, Cucun meminta Satgas Pangan untuk terus memantau kondisi harga dan ketersediaan pangan di pasaran, termasuk untuk mencegah penimbunan barang yang dapat menyebabkan lonjakan harga.
"Jika pasokan berkurang, harga-harga pangan pasti akan melonjak. Oleh karena itu, kondisi seperti ini harus dihindari," tegasnya.
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Satgas Pangan Pastikan Tindak Pedagang Jual Kebutuhan Pokok di Atas HET
Wakil Ketua Komisi IX DPR Usul 2 Skenario Pembagian MBG selama Ramadan
BHR Ojol Bakal Kembali Diberlakukan di Lebaran 2026
Penuhi Pasokan Daging di 2026, Pemprov DKI bakal Impor 7.500 Sapi dari Australia
[HOAKS atau FAKTA]: Kebijakan Makan Bergizi Gratis Ditolak Digelar saat Bulan Puasa karena Bertentangan dengan Nilai Agama
Update Harga Komoditas Pangan Jumat (26/12): Cabai Rawit Merah Makin 'Pedas' di Kantong!
Wagub Rano Tegaskan Pasokan dan Stok Pangan Aman hingga Januari 2026, Harga Juga Relatif Stabil
Wagub Rano Karno Jamin Ketersediaan Pangan Jakarta Aman, Subsidi Ayam Segera Meluncur
Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Nataru hingga Januari 2026
Harga Pangan 12 Desember: Cabai Rawit Tembus Rp 80 Ribu Per Kg, Telur dan Bawang Ikut Meroket