Pemda DIY Kenalkan Gudeg dan Tarian Keraton di Dubai World Expo 2020

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 10 November 2021
Pemda DIY Kenalkan Gudeg dan Tarian Keraton di Dubai World Expo 2020

Tarian keraton dan hasil budaya Yogyakarta dipamerkan dalam WDE 2020 (Humas Pemda DIY)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Delegasi Keraton Yogyakarta berpartisipasi pada gelaran Dubai World Expo (DWE) pada 5 – 11 November 2021 di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Rombongan ini mempromosikan tarian keraton serta makanan tradisional Yogyakarta, salah satunya gudeg.

Paniradya Pati Kaistimewaan DIY, Aris Eko Nugroho menjelaskan dalam helatan kali ini, Pemda DIY menampilkan 12 repertoar tari dari Keraton Yogyakarta.

Tarian Keraton Yogyakarta yang ditampilkan adalah Golek Bawaraga, Menak Kakung, Klana Topeng, Menak Putri, Golek Ayun-ayun, Topeng Alus, Srimpi Muncar. Sasanti Manghayu-hayu, Beksan Anila Prahasta, Sekar Pudyastuti, Bambangan Cakil, dan Regol Gunungsari.

Baca Juga

Geser Libur Maulid Nabi, Wapres tak Mau Indonesia Terperosok lagi seperti India

“Penampilan tari Keraton merupakan salah satu pertunjukan pertunjukan yang unik di Dubai Expo 2020.Kami mendapat 3 slot tempat yakni indoor di teater room untuk tari pembuka dan yang dua lainnya outdoor. Setiap harinya, kita menampilkan 7 repertoar,” ujar Aris melalui keterangan pers di Yogyakarta, Rabu (10/11).

Seni tari tradisional Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat merupakan warisan budaya turun temurun yang terjaga keasliannya dan disertai dengan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

Repertoar tari yang dibawakan pun merupakan tarian tradisional terbaik, yang hanya dapat ditampilkan pada acara-acara khusus di depan tamu negara atau pada misi budaya.

Ketiga poin ini, menurutnya, mencerminkan keunikan Yogyakarta, dengan keagungan keraton dan berbagai warisan kejayaan dari masa lalu dengan kemajuan di masa sekarang dan masa depan, menciptakan pola pikir di setiap komponen potensi daerah dalam menyatukan nilai-nilai lokal dengan budaya lokal dan potensi daerah.

Kepala DPPM DIY Agus Priono menjelaskan tujuan utama keikutsertaan Yogyakarta dalam DWE adalah pertemuan bisnis, pertunjukan budaya, dan pameran bergulir.

Baca Juga

Peringatan Maulid Nabi, Keraton Surakarta Tiadakan Tradisi Sekaten dan Grebeg Maulud

Mengusung tema The Great Heritage for Great Opportunity, tujuan keikutsertaan DIY adalah meningkatkan awareness, supaya pengetahuan masyarakat UEA soal DIY itu meningkat. Kedua, tujuannya meningkatkan jaringan dan yang ketiga adalah peningkatan investasi dalam hal perdagangan serta kunjungan masyarakat UEA ke Indonesia.

Terdapat beberapa forum yang diikuti pada gelaran DWE ini, seperti Forum Pariwisata dan Forum Investasi.

"Kalau di Forum Pariwisata kami mempresentasikan pengenalan pengalaman budaya Yogyakarta, warisan yang dibangun oleh sejarah besar KAsultanan Yogyakarta sebagai pusat influencer budaya, pariwisata eksklusif, dan konsep wisata kesehatan yang mengutamakan kesehatan dan kebugaran tubuh," jelasnya.

Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Aris Riyanta menjelaskan dalam pameran ini perwakilan Pemda DIY turut mengikuti ajang Temu Bisnis dengan para investor. Pemda mengajak lima IKM untuk memamerkan dan mempromosikan produknya.

“Sebetulnya ada 20 IKM yang masuk e-katalog, namun kami hanya melibatkan 5 yang ke DWE. Kelima IKM ini terdiri dari furniture, home deco, fashion, craft, dan food beverage. Salah satunya Gudeg,” tambahnya.

Baca Juga

Napi Diduga Disiksa, Kemenkumham Bentuk Tim Investigasi

Aris Riyanta mengaku, pameran produk lokal yang digelar di DWE cukup menarik minat pengunjung. Dalam seharinya, tak kurang dari 5 ribu orang yang mengunjungi stand Pemda DIY.

"Dari temu bisnis yang ada bahkan sudah ada satu bentuk pembicaraan dengan pengusaha untuk melakukan kunjungan di Jogja, yakni dari Jerman dan Dubai, juga ada yang trader baik dari potensi yang ditampilkan atau yang lain, misalnya gudeg. Gudeg sudah dibawa pengusaha di sini ke tempat usahanya,” jelasnya. (Patricia Vicka/Yogyakarta)

#Yogyakarta #Seni Tari #Drama Tari #Kelas Tari
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Gempa Magnitude 4,5 Goyang Bantul, 17 KA Berhenti Sementara
Penghentian sementara dilakukan untuk memastikan keselamatan sementara setelah terjadinya gempa bumi.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Januari 2026
Gempa Magnitude 4,5 Goyang Bantul, 17 KA Berhenti Sementara
Olahraga
Gempa Bumi Magnitudo 4,5 Guncang Bantul Yogyakarta, Bikin Panik
Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 4,5 mengguncang Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya pada Selasa (27/1) pada pukul 13.15 WIB.
Frengky Aruan - Selasa, 27 Januari 2026
Gempa Bumi Magnitudo 4,5 Guncang Bantul Yogyakarta, Bikin Panik
ShowBiz
'Jogja Istimewa', Penghormatan Jogja Hip Hop Foundation pada Identitas Budaya dan Filosofi Kepemimpinan Yogyakarta
Lagu ini menegaskan filosofi 'Takhta untuk Rakyat'.
Dwi Astarini - Senin, 26 Januari 2026
'Jogja Istimewa', Penghormatan Jogja Hip Hop Foundation pada Identitas Budaya dan Filosofi Kepemimpinan Yogyakarta
ShowBiz
Fanny Soegi Hadirkan “Jogja Lantai 2”, Liriknya Memotret Sisi Sunyi Yogyakarta
Lagu ini dibalut nuansa ringan dan ceria, terinspirasi dari pengalaman berlibur di Yogyakarta
Wisnu Cipto - Minggu, 18 Januari 2026
Fanny Soegi Hadirkan “Jogja Lantai 2”, Liriknya Memotret Sisi Sunyi Yogyakarta
Indonesia
Sambut Long Weekend Isra Mikraj, KAI Daop 6 Kerahkan 4 KA Tambahan
Libur panjang akhir pekan kerap dimanfaatkan masyarakat untuk menjelajahi kota-kota dengan nyaman dan aman bersama keluarga dengan naik kereta api.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Januari 2026
Sambut Long Weekend Isra Mikraj, KAI Daop 6 Kerahkan 4 KA Tambahan
Indonesia
Tiket KA ke Yogyakarta Paling Banyak Diburu Saat Libur Nataru 2026
Hingga Senin (29/12) penjualan tiket Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 periode 18 Desember 2025–4 Januari 2026 telah mencapai 3.517.528 tiket.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Desember 2025
Tiket KA ke Yogyakarta Paling Banyak Diburu Saat Libur Nataru 2026
Indonesia
Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Wisata Orang Jakarta
Posisi berikutnya ditempati oleh Semarang dengan 32.962 penumpang, Surabaya sebanyak 22.846 penumpang, Purwokerto sebanyak 22.139 penumpang, dan Bandung dengan 21.186 penumpang.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 27 Desember 2025
Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Wisata Orang Jakarta
Indonesia
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Proses evakuasi korban berlangsung cukup menantang mengingat medan di kawasan Gunung Merapi yang curam dan kondisi cuaca yang berubah-ubah.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Desember 2025
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Indonesia
Presiden Prabowo Minta Setiap Kerdatangannya tak lagi Disambut Anak-Anak, Kasihan Lihat Kepanasan dan Ganggu Jam Sekolah
Prabowo memerintahkan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyurati para bupati dan wali kota terkait dengan arahan tersebut.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Presiden Prabowo Minta Setiap Kerdatangannya tak lagi Disambut Anak-Anak, Kasihan Lihat Kepanasan dan Ganggu Jam Sekolah
Indonesia
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada
Teramati 4 kali awan panas guguran ke arah barat daya (Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.
Dwi Astarini - Selasa, 11 November 2025
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada
Bagikan