Pembangunan di Papua Demi Wujudkan Keadilan

Luhung SaptoLuhung Sapto - Minggu, 05 Maret 2017
Pembangunan di Papua Demi Wujudkan Keadilan

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. (MP/Ponco Sulaksono)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Pembangunan di Papua merupakan komitmen pemerintah untuk mewujudkan keadilan. Saat ini, Papua menjadi salah satu fokus pemerintah dalam melakukan pemerataan pembangunan.

Demikian dikatakan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menanggapi proyek-proyek pembangunan di Papua.

"Kenapa kita bangun Papua? Pertama untuk keadilan. Kedua, pemerataan pembangunan. Ketiga mengurangi kesenjangan. Contoh konektivitas, kenapa kita bangun jalan trans Papua, ya itu untuk keadilan," kata Basuki usai acara diskusi "Pemerataan di Papua" di bilangan Jakarta Selatan, Minggu (5/3).

Basuki mengakui, kendati pembangunan infrastruktur di wilayah Papua tidak bisa berjalan dengan cepat. Dengan fokus pemerintah kini tertuju di wilayah Indonesia Timur, dirinya optimistis pemerintah mampu menyelesaikan dalam beberapa tahun mendatang.

Menurut Basuki, pemerintah telah mengalokasikan dana sekitar Rp7-8 triliun untuk pembangunan di Provinsi Papua dan Papua Barat. Hal itu merupakan bukti komitmen pemerintah dalam mendukung pembanguna di Papua.

"Kita punya proyek prioritas strategis dan proyek padat karya. Sudah ada jalan trans Papua sepanjang 3.850 km tembus Sorong hingga Manokwari," ungkap Basuki.

Dia menambahkan, pemerintah juga membangun bendungan dan jaringan irigasi di wilayah Papua termasuk di wilayah perbatasan. Tak hanya itu, pemerintah juga membangun rumah di daerah perbatasan, yang disebut Rumah Khusus bagi pelayan-pelayan masyarakat seperti tentara dan tenaga medis.

"Kita juga ingin menciptakan kegiatan ekonomi di perbatasan. Seperti di Entikong, Malaysia sudah banyak buka perdagangan di sana. Kita bikin pasar besar, karena produk kita lebih banyak dan lebih murah. Supaya ada kegiatan ekonomi," tukas Basuki.

#Basuki Hadimuljono #Menteri PUPR Basuki Hadimuljono #Papua #Infrastruktur
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Karhutla di Papua Selatan Mulai Berkurang Berkat Modifikasi Cuaca
Upaya OMC memicu hujan di wilayah utara dan tengah Merauke, bagian selatan Boven Digoel, serta bagian selatan Mappi.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Karhutla di Papua Selatan Mulai Berkurang Berkat Modifikasi Cuaca
Indonesia
Marinir Satgas Pengamanan Perbatasan RI-PNG Sita Senjata Diduga Milik KKB Yahukimo
Prajurit menemukan beberapa senapan angin tanpa laras, selongsong amunisi kaliber 5,56 milimeter dan 9 milimeter, gelang bermotif Bintang Kejora, kamera, dan telepon genggam rusak
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Oktober 2026
Marinir Satgas Pengamanan Perbatasan RI-PNG Sita Senjata Diduga Milik KKB Yahukimo
Indonesia
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Personel TNI disebut mendapat serangan saat menjalankan operasi tersebut hingga terjadi aksi saling tembak.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Bagikan