MerahPutih Nasional - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengaku sudah bertemu dan bersliahturahmi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta. Hubungan antara legislatif dan eksekutif itu dinilai sudah membaik.
Djarot menjelaskan, sinergitas antara eksekutif dan legislatif saat ini sudah terbangun dengan baik. Dengan begitu pembahasan APBD DKI 2015 dirasa akan semakin cepat terselesaikan.
"APBD 2015 masih dibahas. Terpenting, hubungan antara eksekutif dan legislatif semakin membaik," kata Djarot di Balaikota DKI Jakarta, Senin (22/12/2014).
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, Andi Baso Mappapoleonro mengatakan, saat ini APBD 2015 masih dalam pembahasan antara eksekutif dan legislatif. Ditargetkan para pertengahan Januari 2015 mendatang pembahasan rampung dan ketok palu. Total anggaran yang diajukan masih terus mengalami perubahan, karena disesuaikan dengan Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) tahun ini.
"Ada sekitar 34.000 pemangkasan anggaran dalam APBD 2015 ini," katanya.
Andi menjelaskan, sesuai dengan instruksi dari Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam rangka efisiensi anggaran, mata anggaran yang diajukan oleh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) diseleksi dengan ketat.
Untuk itu, kata Andi, dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUAPPAS) 2015 DKI Jakarta yang sedang dibahas oleh DPRD DKI Jakarta hanya ada sekitar 20.000 mata anggaran. Jumlah tersebut berkurang drastis dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 54.000 mata anggaran.
"Kalau dari dinas (SKPD) ada sekitar belasan ribu. Total ada 20.000 mata anggaran yang diusulkan dalam KUAPPAS 2015, dari 54.000 kegiatan yang diajukan," jelasnya.