Pekan Depan Kemenkes Beri Vaksin Ulang Kepada Anak-Anak di Ciracas

Selvi PurwantiSelvi Purwanti - Selasa, 12 Juli 2016
Pekan Depan Kemenkes Beri Vaksin Ulang Kepada Anak-Anak di Ciracas

Ilustrasi Vaksin. (MerahPutih/Alfi Rahmadhani)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berencana akan melakukan vaksin ulang kepada anak-anak yang terdata mendapatkan vaksin palsu. Pemberian vaksin ini dimulai dari satu klinik yang berada di Ciracas, Jakarta Timur.

Dari data terdapat 197 anak yang mendapatkan vaksin palsu di klinik tersebut dari tahun 2010. Sedangkan data sementara dari Bareskrim terdapat 48 anak di Ciracas yang mendapat vaksin palsu tahun 2016.

"Inilah pentingnya satgas. Dengan data yang kita miliki kita bisa share. Sampai hari ini untuk yang di Ciracas sudah teridentifikasi sebanyak 197 anak yang mendapatkan vaksin palsu," ucap Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (12/7).

Pemberian vaksin ulang rencananya akan diberikan secara cuma-cuma pada pekan depan. Saat ini pemberian vaksin baru dimulai dilakukan di Ciracas, sedangkan wilayah lain masih dalam proses.

"Yang terpetakan saat ini yang kita lakukan pekan depan untuk vaksinasi ulang itu di satu klinik di wilayah Ciracas. Tempat lain masih dalam proses," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Oscar Primadi di tempat yang sama.

Pemberian vaksin akan dilakukan secara bertahap sambil menunggu hasil labolatorium dari Badan POM. Setelah mendapatkan hasil tim satgas akan melakukan penelusuran lokasi dan pendataan ulang kepada anak yang mendapatkan vaksin palsu. (Yni)

BACA JUGA:

  1. Demi Mengejar Ilmu Hitam, Lelaki ini Cabuli Anak di Bawah Umur
  2. Banjir Pendatang Baru Usai Lebaran, Kota Depok Siapkan Tim Khusus
  3. Di Sembilan Provinsi Ini Vaksin Palsu Ditemukan
  4. 12 Rumah Sakit di Jawa dan Sumatera Diduga Gunakan Vaksin Palsu
  5. Sampai Hari ini Belum Ada Perkembangan Investigasi Vaksin Palsu
#Anak #Vaksin Palsu
Bagikan
Ditulis Oleh

Selvi Purwanti

Simple, funny and passionate. Almost unreal

Berita Terkait

Indonesia
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Pentingnya teknologi Age Assurance bagi PSE sesuai PP Tunas. Teknologi ini menutup celah verifikasi usia manual dan didukung program literasi digital untuk orang tua.
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Program Cek Kesehatan Gratis di sekolah menemukan berbagai masalah kesehatan siswa, mulai dari gangguan kebugaran, gigi berlubang, anemia hingga tekanan darah meningkat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Indonesia
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Beberapa anak terlaporkan mengidap penyakit seperti pneumonia, bronkitis, infeksi saluran kemih (ISK), hingga mengalami stunting akibat kekurangan gizi dan dehidrasi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Indonesia
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Pemerintah daerah kini memikul tanggung jawab besar untuk menyisir kembali legalitas setiap satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman penitipan anak
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Indonesia
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Pengelola tempat penitipan anak yang baik seharusnya terbuka dan kooperatif dalam menanggapi kekhawatiran yang disampaikan oleh orang tua.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 April 2026
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Indonesia
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Popok tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan untuk menjaga kenyamanan dan mendukung tumbuh kembang si Kecil dalam penggunaan sehari-hari.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Indonesia
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Kini halaman Bantuan YouTube di Indonesia, tertulis pernyataan resmi: “Jika Anda berusia di bawah 16 tahun di Indonesia, akses ke akun Anda di YouTube mungkin akan dinonaktifkan.”
Wisnu Cipto - Rabu, 22 April 2026
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Olahraga
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Komisi I DPR mendukung kebijakan Komdigi, yang melarang anak di bawah 16 tahun memiliki akun media sosial.
Soffi Amira - Rabu, 11 Maret 2026
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Indonesia
Aturan Batas Usia Medsos di RI, Komisi I DPR Tekankan Platform Wajib Patuh!
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono menekankan keberhasilan kebijakan aturan batasan usia medsos bergantung pada implementasi di lapangan
Wisnu Cipto - Senin, 09 Maret 2026
Aturan Batas Usia Medsos di RI, Komisi I DPR Tekankan Platform Wajib Patuh!
Indonesia
Akun Medsos Anak Indonesia Mau Diperketat, Verifikasi Usia Online dan Wajib Disetujui Orang Tua
Pemerintah bersama platform digital kini tengah membentuk sistem pengawasan bersama untuk memperkuat perlindungan anak dari paparan konten negatif.
Wisnu Cipto - Selasa, 24 Februari 2026
Akun Medsos Anak Indonesia Mau Diperketat, Verifikasi Usia Online dan Wajib Disetujui Orang Tua
Bagikan