Headline

Pedagang Sapi Keluhkan Permintaan Setor Jatah Sapi ke Pejabat DKI

Eddy FloEddy Flo - Kamis, 01 Agustus 2019
 Pedagang Sapi Keluhkan Permintaan Setor Jatah Sapi ke Pejabat DKI

Penjualan hewan kurban di Jakarta (MP/Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Salah satu pedagang hewan kurban yang berjualan di Jalan Ahmad Yani, Utan Kayu, Matraman, Jakarta Timur, bernama Adin resah dengan ulah Camat Matraman Bambang Eko Prabowo yang meminta satu ekor sapi sebagai syarat berjualan.

Padahal Eko menjajakan hewan kurban di lahan milik PT Kalamar Induk Plywood bukan di jalur hijau atau di atas trotoar.

Baca Juga: Hewan Kurban di Pasar Kambing Tanah Abang

Informasi tersebut diketahui dari beredarnya surat keluhan pedagang yang tersebar di kalangan wartawan dugaan pemalakan yang dilakukan oknum Camat.

Surat permintaan setor sapi dari pejabat DKI Jakarta
Surat keluhan pedagang sapi kepada Gubernur DKI Anies Baswedan (MP/Asropih)

Sebenarnya, Adin menuturkan, pihak pemilih lahan pun telah memperbolehkannya untuk menjual hewan kurban. Ia juga mengaku telah memakai lahan tersebut sejak 26 tahun yang lalu.

"Kemaren saya ditelepon sama dokter hewan kecamatan sama wakil manpol. Mereka bilang kalau mau dagang syaratnya Pak Camat minta satu ekor sapi," ujar Adin saat dikonfirmasi, Kamis (1/7).

Ia pun sontak keberatan dengan syarat yang dibuat oleh pejabat di kawasan Jakarta Timur itu.

"Mereka nego jadi Rp10 juta, saya masih berat. Turun lagi jadi Rp7,5 juta. Saya tetap enggak mau. Biasanya juga enggak sampai seperti ini. Kalau satu kambing saya masih oke lah," jelasnya.

Baca Juga: Pedagang Hewan Kurban Keluhkan Penjualan Sepi karena Instruksi Gubernur

Bila syarat tersebut tetap diberlakukan, Adin memilih untuk mencari tempat berjualan lain. Dengan begitu Adin membuat surat kepada Gubernur DKI Anies Baswedan untuk menyediakan lahan berjualan hewan kurban di Jakarta Timur.

"Saya minta kepada bapak Gubernur DKI Jakarta tolong Instruksikan ke tingkat Walikota Jakarta timur untuk memberikan toleransi kepada pedagang hewan kurban musiman yang menggunakan lahan pribadi dan bukan di jalur hijau atau trotoar," tutupnya.(Asp)

Baca Juga: Anak Buah Anies Persoalkan Kresek Hitam untuk Daging Kurban

#Pemprov DKI #Hewan Kurban #Pedagang #Sapi Kurban
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Direncanakan Sejak Era Fauzi Bowo, Proyek Jalan Sejajar Rel Pasar Minggu Ditargetkan Rampung 2027
Proses pembebasan lahan yang berjalan secara bertahap sempat terhenti akibat pandemi COVID-19.
Yusuf Abdillah - Senin, 14 September 2026
Direncanakan Sejak Era Fauzi Bowo, Proyek Jalan Sejajar Rel Pasar Minggu Ditargetkan Rampung 2027
Indonesia
PJLP DKI Menjerit Upah Masih Pakai UMP 2025, PSI Tuntut Tanggung Jawab Pemprov
Staf PJLP Pemprov DKI Jakarta mengeluhkan upah yang diterima masih menggunakan perhitungan UMP 2025, meski tahun 2026 sudah berjalan.
Wisnu Cipto - Sabtu, 05 September 2026
PJLP DKI Menjerit Upah Masih Pakai UMP 2025, PSI Tuntut Tanggung Jawab Pemprov
Berita Foto
Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati Tinggalkan Lapak Bahu Jalan, Pindah ke Lokbin
Aktivitas jual beli pedagang ikan Pasar kramat jati yang kini menempati lokasi binaan atau Lokbin Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (2/9/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 02 September 2026
Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati Tinggalkan Lapak Bahu Jalan, Pindah ke Lokbin
Indonesia
El Nino Ancam Jakarta, 1.027 Petugas Disiagakan Hadapi Puncak Musim Kemarau
Difokuskan pada antisipasi kekeringan, kekurangan air bersih, kebakaran, dan penurunan kualitas udara.
Yusuf Abdillah - Rabu, 02 September 2026
El Nino Ancam Jakarta, 1.027 Petugas Disiagakan Hadapi Puncak Musim Kemarau
Indonesia
Bank Jakarta Salurkan Pembiayaan hingga Rp 500 Juta untuk 100 Pedagang Pasar Kramat Jati
Bank Jakarta memberikan akses modal hingga Rp 500 juta bagi pedagang Pasar Kramat Jati.
Soffi Amira - Selasa, 01 September 2026
Bank Jakarta Salurkan Pembiayaan hingga Rp 500 Juta untuk 100 Pedagang Pasar Kramat Jati
Indonesia
Jakarta Targetkan Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca 30 Persen pada 2030
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 30 persen pada 2030.
Yusuf Abdillah - Kamis, 20 Agustus 2026
Jakarta Targetkan Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca 30 Persen pada 2030
Berita Foto
Pemprov DKI Masih Kaji Rencana Kenaikan Tarif Transjakarta
Bus Transjakarta memasuki Halte TB Simatupang kawasan Cilantak, Jakart Selatan, Selasa (28/7/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 28 Juli 2026
Pemprov DKI Masih Kaji Rencana Kenaikan Tarif Transjakarta
Indonesia
Pemprov DKI Jakarta Buru-Buru Revitalisasi 11 Gedung Rusak Parah Buntut Atap Sekolah Ambruk di Kebayoran
Pemerintah menetapkan besaran alokasi dana khusus guna memastikan proses renovasi total berjalan sesuai standar keamanan gedung
Angga Yudha Pratama - Minggu, 26 Juli 2026
Pemprov DKI Jakarta Buru-Buru Revitalisasi 11 Gedung Rusak Parah Buntut Atap Sekolah Ambruk di Kebayoran
Indonesia
Bundaran HI Siap Pecah! Padi Reborn dan Mahalini Guncang Malam Puncak HUT Jakarta
Suharini Eliawati menegaskan seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah menghadirkan manfaat langsung bagi warga
Angga Yudha Pratama - Kamis, 25 Juni 2026
Bundaran HI Siap Pecah! Padi Reborn dan Mahalini Guncang Malam Puncak HUT Jakarta
Indonesia
DPR Sambut Baik HET MinyaKita Tetap Rp 15.700 per Liter, Dinilai Ringankan Beban Masyarakat
Komisi VI DPR mengapresiasi batalnya kenaikan harga Minyakita. Hal itu menjadi kabar baik bagi masyarakat dan UMKM.
Soffi Amira - Rabu, 24 Juni 2026
DPR Sambut Baik HET MinyaKita Tetap Rp 15.700 per Liter, Dinilai Ringankan Beban Masyarakat
Bagikan