PDIP Masih Ragu Majukan Gibran di Solo

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Minggu, 22 Desember 2019
PDIP Masih Ragu Majukan Gibran di Solo

Politisi senior PDIP Maruarar Sirait saat memberikan keterangan terkait majunya Gibran Rakabuming Raka maju di Pilwakot Solo, Jawa Tengah, MIinggu (24/11). (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) belum mengambil sikap atas majunya Gibran Rakabuming sebagai calon wali kota Solo dalam Pilkada 2020.

Politikus PDIP Maruarar Sirait mengatakan, Gibran tak serta merta bisa dicalonkan dengan mudah hanya karena anak Presiden Joko Widodo.

Baca Juga

Aqiqah La Lembah Manah, Gibran Hanya Undang Keluarga Besar Jokowi dan Iriana

"Jadi beberapa lalu saya diundang, saya kontak (hubungi) sama Mas Hasto Sekjen. Jadi PDI Perjuangan belum memutuskan apa-apa, yang dilakukan mas Gibran itu masih dalam proses yang konstitusional yang ada dalam PDIP," kata Maruar dalam acara diskusi di kawasan Menteng, Minggu (22/12).

Menurut pria yang akrab disapa Ara ini, Solo merupakan tempat strategis. Sehingga, akan dikaji lebih dalam akan majunya putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut.

politisi senior PDIP Maruarar Sirait saat memberikan keterangan terkait majunya Gibran Rakabuming Raka maju di Pilwakot Solo, Jawa Tengah, MIinggu (24/11). (MP/Ismail)
Politisi senior PDIP Maruarar Sirait saat memberikan keterangan terkait majunya Gibran Rakabuming Raka maju di Pilwakot Solo, Jawa Tengah, MIinggu (24/11). (MP/Ismail)

Mengingat, Jokowi dan Puan Maharani pun berasal dari Solo dan kini mempunyai jabatan penting bagi kader PDIP.

"Kemudian juga Pak Jokowi juga Walikota di Solo itu pandangan saya seperti itu," bebernya.

Oleh karena itu, Maruarar berharap dengan majunya Gibran tak ada lagi kata-kata 'politik dinasti'. Sebab, hal ini untuk kepentingan bangsa dan negara.

Baca Juga

Diwacanakan Duet dengan Cucu Sukarno, Begini Tanggapan Putra Sulung Jokowi

"Politik dinasti mungkin jangan-jangan ada juga di media, jangan-jangan ada juga akademisi, ada juga di pengusaha," ucapnya.

"Saya pikir hampir semua profisi akan mengalami itu nah tinggal pilihan kita apa tentu kita mengamati dan kita berjuang dan kita sabar berdoa untuk bisa memperbaiki ke depan," pungkasnya. (Knu)

#PDIP #Gibran Rakabuming
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Hari Lahir Pancasila, PDIP Sentil Gejala Militerisme dan Pembungkaman Suara Kritis
"PDI Perjuangan sangat mengkhawatirkan terhadap menguatnya militerisme. Kita juga menolak berbagai bentuk pembungkaman terhadap komponen masyarakat yang kritis," kata Hasto
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 01 Juni 2026
Hari Lahir Pancasila, PDIP Sentil Gejala Militerisme dan Pembungkaman Suara Kritis
Indonesia
Upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026: Tema, Susunan Acara dan Formasi Paskibraka
Sementara, Prosesi sakral pengibaran Sang Merah Putih berlangsung mulai pukul 09.54 WIB, disusul amanat Inspektur Upacara pukul 10.16 WIB
Angga Yudha Pratama - Senin, 01 Juni 2026
Upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026: Tema, Susunan Acara dan Formasi Paskibraka
Indonesia
Politikus PDIP: Ibadah Kurban Bersifat Personal
Sementara itu, Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong menegaskan program bantuan sapi kurban Presiden memiliki dasar hukum dan mekanisme resmi dalam sistem keuangan negara.
Frengky Aruan - Kamis, 28 Mei 2026
Politikus PDIP: Ibadah Kurban Bersifat Personal
Indonesia
Presiden Prabowo Sebut PDIP dalam Pidato, Tegaskan Pemenang Tender tidak Boleh Dinilai dari Latar Belakang Politik
Prabowo menegaskan pemerintah tidak boleh membedakan pemenang tender berdasarkan latar belakang politik.
Dwi Astarini - Rabu, 20 Mei 2026
Presiden Prabowo Sebut PDIP dalam Pidato, Tegaskan Pemenang Tender tidak Boleh Dinilai dari Latar Belakang Politik
Indonesia
Soroti Perpres Terbaru Prabowo, Kang TB: Kritik Masyarakat Jangan Dicap Ekstremisme!
TB Hasanuddin menilai Perpres 8/2026 berpotensi multitafsir dan bisa menimbulkan labelisasi ekstremisme terhadap masyarakat.
Wisnu Cipto - Kamis, 07 Mei 2026
Soroti Perpres Terbaru Prabowo, Kang TB: Kritik Masyarakat Jangan Dicap Ekstremisme!
Indonesia
PDIP Usul Ambang Batas Parlemen Nasional 5,5-6%, 1 Partai Minimal 38 Kursi
Ambang batas parlemen ideal 38 kursi dengan PT nasional 5,5–6 persen
Wisnu Cipto - Senin, 04 Mei 2026
PDIP Usul Ambang Batas Parlemen Nasional 5,5-6%, 1 Partai Minimal 38 Kursi
Indonesia
PDIP Respons Usulan Ambang Batas 13 Kursi DPR, Hasto: Perlu Kajian Mendalam
PDIP merespons usulan ambang batas parpol 13 kursi di DPR. PDIP mengatakan, bahwa harus ada kajian mendalam.
Soffi Amira - Senin, 04 Mei 2026
PDIP Respons Usulan Ambang Batas 13 Kursi DPR, Hasto: Perlu Kajian Mendalam
Indonesia
Sekjen PDIP Ajak Buruh Perkuat Solidaritas dan Gotong Royong
Kebersamaan dan gotong royong menjadi kekuatan utama untuk mendorong perubahan yang berpihak kepada rakyat kecil.
Dwi Astarini - Senin, 04 Mei 2026
Sekjen PDIP Ajak Buruh Perkuat Solidaritas dan Gotong Royong
Indonesia
Rano Karno Pertegas Pemprov DKI Pro ke Buruh, Tuntut Ruang Dialog Konstruktif demi Keadilan Pekerja Ibu Kota
Rano Karno memandang kaum pekerja sebagai elemen vital yang menentukan arah ekonomi daerah
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Rano Karno Pertegas Pemprov DKI Pro ke Buruh, Tuntut Ruang Dialog Konstruktif demi Keadilan Pekerja Ibu Kota
Indonesia
PDIP Suarakan Perlawanan Terhadap Eksploitasi Buruh, Masih Banyak Terjepit Upah Tak Layak
Di Indonesia sendiri, sejarah perjuangan buruh juga memiliki perjalanan panjang sejak masa kolonial ketika buruh mengalami berbagai bentuk penindasan, termasuk kerja paksa dan upah yang tidak manusiawi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
PDIP Suarakan Perlawanan Terhadap Eksploitasi Buruh, Masih Banyak Terjepit Upah Tak Layak
Bagikan