PDIP Kirim Tim Medis dan Dokter Diaspora ke Aceh, Sumut, dan Sumbar, Pulihkan Kondisi Daerah Bencana

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 29 Desember 2025
PDIP Kirim Tim Medis dan Dokter Diaspora ke Aceh, Sumut, dan Sumbar, Pulihkan Kondisi Daerah Bencana

Prosesi pelepasan 30 unit ambulans dan 90 tenaga medis menuju lokasi bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Bara

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pengiriman bantuan untuk segera pulihkan wilayah Sumatera yang diterjang banjir beberapa waktu lalu terus dilakukan, termasuk oleh Partai Politik.

Hari ini, di halaman Sekolah Partai DPP PDI Perjuangan (PDIP) di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, diselimuti suasana khidmat.

Ada prosesi pelepasan 30 unit ambulans dan 90 tenaga medis menuju lokasi bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Prosesi ini diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diikuti secara serempak oleh seluruh relawan dan pengurus partai.

Baca juga:

PMI Mulai Kirim Bantuan Alat Berat dan Peralatan Kebersihan ke Daerah Bencana Sumatera

Kegiatan kemanusiaan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Ketua Umum PDIP Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

Penerjunan tim difokuskan untuk membantu pemulihan para korban banjir bandang yang terjadi pada November lalu, mencakup bantuan medis dan distribusi logistik kebutuhan pokok.

Dalam sambutannya, Ketua DPP PDIP Bidang Kesehatan, dr. Ribka Tjiptaning, menekankan pentingnya kesigapan relawan mengingat situasi lapangan yang masih dinamis.

Ia melaporkan bahwa kontingen ini terdiri dari perwakilan Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, dan Lampung yang akan bergabung di titik transit.

"Tadi pagi saya melihat berita, di daerah Agam masih ada gempa bumi susulan. Saya berpesan kepada teman-teman: jaga kesehatan, jaga soliditas, dan jaga nama baik partai. Teman-teman harus siap berpanas-panasan demi membantu rakyat. Kita akan bertugas minimal satu bulan atau sampai situasi kondusif sesuai arahan Ibu Ketua Umum," tegas Ribka.

Senada dengan itu, dr. Andi selaku perwakilan tim medis menyatakan bahwa misi ini merupakan wujud nyata pengabdian profesi dokter.

Ia menegaskan komitmen tim untuk bekerja secara profesional tanpa membeda-bedakan latar belakang para korban yang dibantu.

"Sesuai pesan Ibu Megawati Soekarnoputri, kita harus siap di lapangan tanpa melihat latar belakang warna atau golongan apa pun. Tugas kami adalah kemanusiaan, membantu saudara-saudara kita yang sedang kesulitan," ujar dr. Andi yang sebelumnya juga berpengalaman menangani bencana di berbagai wilayah Indonesia.

Tampak di lokasi, bantuan yang dimuat ke dalam ambulans meliputi lebih dari 100 Al-Qur'an, sajadah, mukena, sarung, hingga 500 potong pakaian layak pakai. Seluruh bantuan tersebut diberi label "Dokter Diaspora" dan akan didistribusikan langsung ke titik-titik pengungsian.

Prosesi pelepasan ini juga dihadiri langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto. Kehadirannya memastikan seluruh personel medis, mulai dari dokter hingga perawat, telah menjalani pemeriksaan kesehatan akhir agar dalam kondisi prima saat menempuh perjalanan jauh menuju Pulau Sumatra. (Pon)

#Banjir #Banjir Sumatra #PDIP
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia di usia 73 tahun, Sabtu (26/9). Ia meninggalkan karya dan lagu legendaris.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Indonesia
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Angka tersebut belum menjadi keputusan resmi karena masih dibicarakan secara informal oleh partai politik.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Indonesia
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Akses jalan Solok-Padang di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, putus sementara akibat tertutup material banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut pada Senin (21/9) malam.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Indonesia
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Penaikan PT diperlukan untuk mendorong efektivitas kerja parlemen.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Indonesia
Pemerintah Pulihkan 3 Jembatan di Lintas Timur Aceh
Penanganan infrastruktur jembatan di wilayah terdampak bencana merupakan hal penting demi memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
 Pemerintah Pulihkan 3 Jembatan di Lintas Timur Aceh
Indonesia
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Pelemahan benteng demokrasi tidak dilakukan melalui pengerahan militer atau perebutan kekuasaan secara paksa, tapi dilegalkan melalui instrumen hukum formal atau autocratic legalism.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Dunia
5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis
Para korban yang kehilangan semuanya dan sedang berupaya mencari tempat di Kathmandu juga tak dapat menemukan fasilitas publik yang layak untuk melakukan ritual.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis
Dunia
Lebih 20 Orang Dikabarkan Hilang Akibat Banjir Bandang Melanda Grand Canyon
Banjir melanda kawasan Bright Angel Canyon dan Phantom Ranch, yang berada di bagian dalam taman nasional yang terpencil
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
Lebih 20 Orang Dikabarkan Hilang Akibat Banjir Bandang Melanda Grand Canyon
Indonesia
Korban Tewas Banjir Bandang di Nepal 298 Orang, 10 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), Kamis, yang menggambarkan situasi tersebut sebagai "katastropik".
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
Korban Tewas Banjir Bandang di Nepal 298 Orang, 10 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Indonesia
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Pengerahan Kapal RS Laksamana Malahayati ini merupakan tindak lanjut dan arahan langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Bagikan