PDIP Desak Polisi Tindak Tegas Industri Pembuat Masker N95 Palsu

Zulfikar SyZulfikar Sy - Senin, 05 April 2021
PDIP Desak Polisi Tindak Tegas Industri Pembuat Masker N95 Palsu

Ilustrasi. (Foto: MP/Pixabay/Engin_Akyurt)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Masyarakat dihebohkan terkait beredarnya masker palsu jenis N95 dan KN95 di pasaran. Biasanya, masker tersebut dipakai tenaga kesehatan (nakes) dalam menangani pasien COVID-19.

Menyikapi polemik tersebut, anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo meminta aparat kepolisian untuk turun tangan dengan menindak tegas para pelaku yang membuat dan memperjualbelikan.

"Bagaimana tindakan tegas dari sisi hukum, kita harus bawa ke ranah hukum, aparat hukum harus dapat mengambil tindakan tegas. Karena ini membahayakan masyarakat dan telah membohongi rakyat," ucap Rahmad di Jakarta, Senin (5/4).

Baca Juga:

Tekan Penyebaran COVID-19, Jurnalis dan Polisi Bagikan Masker di Kawasan Pasar Baru

Rahmad menjelaskan, tindakan tegas secara hukum dapat diambil lantaran masyarakat tidak terlindungi secara medis dengan beredarnya masker palsu itu.

Padahal, kata Rahmad, masyarakat dan konsumen sudah mengeluarkan biaya yang cukup mahal untuk pengunaan masker palsu ini.

"Dua hal itu sudah bisa dijerat secara pidana, karena masyarakat sudah dibohongi dari sisi mutu dan produksi masker palsu sudah melawan hukum. Karena untuk membuat masker medis harus mendapat izin edar Kemenkes, baik itu untuk masker bedah dan masker N95," papar Rahmad.

Politikus PDIP ini melanjutkan, aparat hukum juga harus dapat memangkas industri dan pengusaha yang memproduksi masker palsu. Tindakan tegas dari hulu harus segera diambil.

"Jangan penjualnya karena mereka hilirnya, hulunya harusnya kita pangkas dulu. Hulunya harus ditindak tegas. Kalau tidak ini yang rugi rakyat dan kita semua, dikira aman ternyata tidak aman," tutur Rahmad.

Tes usap COVID-19 oleh tenaga kesehatan Dinkes Bantul, DIY. (ANTARA/Hery Sidik)
Tenaga kesehatan Dinkes Bantul, DIY Tes usap COVID-19. (ANTARA/Hery Sidik)

Tidak hanya itu, ucap Rahmad, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan juga harus terus mengedukasi dan mensosiliasikan perbedaan masker palsu dan asli.

"Tentunya yang pertama yang paling mudah adalah izin edar dari Kemenkes. Lalu yang kedua ialah uji secara fisik. Ini cara-cara mudah untuk membedakan masker palsu dan asli," tandas Rahmad.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat mewaspadai masker medis palsu yang marak beredar.

Baca Juga:

Masker Wajah Corpse Paint Ala Black Metal

Salah satu isu yang tengah beredar, masker palsu yang ditemukan adalah masker respirator jenis N95 dan KN95 yang sering digunakan oleh tenaga kesehatan menangani pasien COVID-19.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Arianti Anaya memaparkan, masker jenis N95 dan KN95 rupanya juga digunakan dalam bidang industri.

Hanya saja, kedua jenis masker punya spesifikasi yang berbeda dengan masker respirator yang khusus untuk tenaga kesehatan. (Asp)

Baca Juga:

Izinkan Tempat Karaoke Dibuka, Dinkes DKI Ingatkan Pakai Masker Saat Nyanyi

#Masker
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Asap Karhutla Dirasakan di Jakarta, Pemprov Minta Warga Pakai Masker N95 atau KN95
warga juga diminta memantau kualitas udara melalui kanal resmi BMKG, Kementerian Lingkungan Hidup, atau Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Asap Karhutla Dirasakan di Jakarta, Pemprov Minta Warga Pakai Masker N95 atau KN95
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Penggelembungan Harga Masker di Tengah Bencana
Praktik tersebut dinilai merugikan masyarakat yang membutuhkan masker untuk melindungi kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
DPR Minta Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Penggelembungan Harga Masker di Tengah Bencana
Indonesia
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Pelaku usaha yang terbukti menimbun atau membatasi pasokan hingga menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga tidak wajar dapat dikenai sanksi sesuai tingkat pelanggaran.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Indonesia
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengancam Kelompok Rentan, Pramono Minta Harga Masker Tak Dipermainkan
Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengancam kelompok rentan. Pramono Anung meminta pedagang tak memainkan harga masker.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengancam Kelompok Rentan, Pramono Minta Harga Masker Tak Dipermainkan
Indonesia
Harga Masker N95 Naik di Tengah Paparan Abu Vulkanik, Tembus Rp 25 Ribu per Lembar
Harga masker mengalami kenaikan imbas abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Masyarakat pun mulai mengeluhkan sulitnya mendapat masker.
Soffi Amira - Senin, 07 September 2026
Harga Masker N95 Naik di Tengah Paparan Abu Vulkanik, Tembus Rp 25 Ribu per Lembar
Berita Foto
Satpol PP Bagikan Masker Gratis bagi Pejalan Kaki Cegah Dampak Abu Vulkanik Krakatau
Petugas Satpol PP memberikan masker gratis kepada pejalan kaki saat beraktivitas di trotoar kawasan Jalan Sudirman-Thamrin, Senayan, Jakarta, Senin (7/9/2026)
Didik Setiawan - Senin, 07 September 2026
Satpol PP Bagikan Masker Gratis bagi Pejalan Kaki Cegah Dampak Abu Vulkanik Krakatau
Indonesia
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
. Di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, misalnya, ISPU sempat mencapai angka 1.919 pada 2 September 2026 atau masuk kategori berbahaya.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
Lifestyle
Tidur dengan Masker Menempel di Wajah tak Membuat Kulit Lebih Sehat Malah Merugikan, Pantang Dilakukan Nih
Malah bikin kulit jadi kering loh.
Dwi Astarini - Kamis, 13 Maret 2025
Tidur dengan Masker Menempel di Wajah tak Membuat Kulit Lebih Sehat Malah Merugikan, Pantang Dilakukan Nih
Bagikan